Pariaman, Javanusa—Rangkaian Pesona Hoyak Tabuik Piaman 2026 akan dimulai pada 16 Juni. Sementara itu, puncak Hoyak Tabuik Piaman berlangsung pada 28 Juni 2026.
Untuk mematangkan persiapan salah satu agenda besar di Kota Pariaman tersebut, Pemerintah Kota Pariaman menggelar rapat persiapan di Ruang Rapat Wali Kota Pariaman, Rabu (13/5).
Rapat dipimpin Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi. Pertemuan itu dihadiri Forkopimda, jajaran OPD terkait, tokoh adat dari Pasa dan Subarang, serta panitia pelaksana.
Pertemuan tersebut menjadi langkah awal untuk menyelaraskan pelestarian tradisi dengan promosi pariwisata modern.
Penataan Kawasan dan Kenyamanan Pengunjung Jadi Prioritas
Mulyadi meminta seluruh prosesi ritual, mulai dari Maambiak Tanah hingga Tabuik Dibuang Ka Lauik, tetap menjaga kekompakan dan keaslian tradisi lokal.
Ia menilai penataan parkir, rekayasa lalu lintas, dan kenyamanan pengunjung di kawasan pantai menjadi perhatian utama karena jumlah wisatawan terus meningkat setiap tahun.
“Pada prosesi nanti, kita meminta prosesi ritual dari Maambiak Tanah hingga Tabuik Dibuang Kelaut tetap menjaga kekompakkan dan keaslian tradisi lokal. Mengingat lonjakan pengunjung setiap tahunnya, penataan parkir, rekayasa lalu lintas, dan kenyamanan pengunjung di area pantai menjadi prioritas utama,” ujarnya.
Selain itu, ia menegaskan kegiatan tersebut harus mampu menggerakkan ekonomi masyarakat Kota Pariaman, mulai dari sektor kuliner, kerajinan tangan, hingga penginapan.
Mulyadi juga meminta Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kesehatan, dan Satpol PP memastikan kebersihan lokasi serta keamanan selama seluruh rangkaian acara berlangsung.
Tabuik Piaman Jadi Ikon Budaya dan Pariwisata
Menurut Mulyadi, Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman merupakan warisan budaya yang telah menjadi ikon kebanggaan Kota Pariaman selama lebih dari dua abad.
Pada 2026, agenda budaya itu kembali digelar dengan konsep lebih atraktif, profesional, dan berkelas internasional melalui tema Magnificent West Sumatera “Tradisi yang tak Pernah Mati”.
Adapun rangkaian kegiatan meliputi prosesi Maambiak Tanah, Manabang Batang Pisang, Maradai, Turun Panja, Maatam, Maarak Jari-Jari, Maarak Saroban, Tabuik Naik Pangkek, hingga Tabuik Dibuang Ka Lauik.
Libatkan UMKM dan Atraksi Budaya Minangkabau
Selain prosesi utama, Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman 2026 juga menghadirkan berbagai atraksi budaya Minangkabau dan pertunjukan seni tradisional maupun modern.
Agenda lainnya meliputi Tabuik Culture Fashion Festival, Festival Kuliner Tradisional Piaman, serta bazar ekonomi kreatif yang melibatkan pelaku UMKM lokal.
“Kita juga ingin selain prosesi utama, acara Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman Tahun 2026 juga akan diwarnai dengan beragam atraksi budaya Minangkabau, pertunjukan seni tradisional dan modern, Tabuik Culture Fashion Festival, Festival Kuliner Tradisional Piaman, serta bazar ekonomi kreatif yang melibatkan UMKM lokal,” ujarnya.
Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat Kota Pariaman.
Namun demikian, Mulyadi menekankan kesiapan tim keamanan dan kesehatan tetap menjadi prioritas utama selama acara berlangsung karena seluruh prosesi diperkirakan menarik perhatian masyarakat dalam jumlah besar. (*/red)






