Petani Gula Menjerit, Mentan Amran Minta Tertibkan Impor Gula Rafinasi

Penulis -

Kamis, 9 April 2026 - 23:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mentan Andi Amran Sulaiman menyoroti kondisi petani tebu yang kian tertekan akibat tidak terserapnya gula produksi dalam negeri. (Foto: Kementan)

Mentan Andi Amran Sulaiman menyoroti kondisi petani tebu yang kian tertekan akibat tidak terserapnya gula produksi dalam negeri. (Foto: Kementan)

Jakarta, Javanusa—Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menyoroti kondisi petani tebu yang menghadapi kesulitan menjual hasil produksi gula dalam negeri. Pada saat yang sama, kebutuhan gula nasional masih tinggi.

Pernyataan itu disampaikan dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI di Senayan, Jakarta, Rabu (8/4). Ia menjelaskan, persoalan utama tidak hanya terkait produksi, tetapi juga tata niaga gula yang dinilai belum berpihak kepada petani.

Menurut Amran, ditemukan rembesan gula rafinasi ke pasar konsumsi. Kondisi ini berdampak pada penurunan harga gula dan berkurangnya penyerapan hasil produksi petani.

“Rembesan gula rafinasi ke pasar konsumsi menekan harga dan membuat gula petani tidak terserap,” ujarnya.

Ia juga mengungkap adanya ketidaksesuaian dalam tata niaga gula nasional. Di satu sisi, impor gula masih berlangsung, sementara di sisi lain produksi dalam negeri belum sepenuhnya terserap.

Kondisi serupa terjadi pada komoditas molase. Harga molase yang sebelumnya mencapai Rp1.900 per liter, turun menjadi sekitar Rp1.000 per liter pada Maret 2026.

Sementara itu, Kepala Badan Pengaturan BUMN, Dony Oskaria, menyampaikan dampak kondisi tersebut terhadap kinerja perusahaan gula negara. Ia menyebut, perusahaan gula BUMN mencatat kerugian sebesar Rp680 miliar pada 2025.

Kerugian tersebut dipicu oleh harga gula yang tidak stabil, yang berkaitan dengan masuknya gula impor ke pasar domestik.

Menurut Dony, masuknya gula rafinasi impor tidak hanya memengaruhi penyerapan gula petani, tetapi juga mengganggu kinerja industri gula nasional.

Berdasarkan proyeksi 2025, luas panen tebu mencapai 563.357 hektare. Produktivitas Gula Kristal Putih (GKP) tercatat sebesar 4,74 ton per hektare atau setara 69,35 ton tebu per hektare, dengan total produksi sekitar 2,67 juta ton.

Baca Juga :  Antisipasi Kemarau Panjang 2026, Kementan Perkuat Cadangan Pakan Ternak Nasional

Sementara itu, kebutuhan gula nasional diperkirakan mencapai 6,7 juta ton, terdiri dari 2,8 juta ton gula konsumsi dan 3,9 juta ton gula industri. Data ini menunjukkan adanya selisih antara produksi dan kebutuhan.

Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah menyiapkan langkah penertiban distribusi gula rafinasi melalui kebijakan larangan dan pembatasan (lartas), serta peningkatan pengawasan distribusi agar tidak masuk ke pasar konsumsi.

Di sektor hulu, pemerintah juga menjalankan program bongkar ratoon atau peremajaan tanaman tebu. Amran menyebut sekitar 70–80 persen tanaman tebu nasional saat ini sudah tidak produktif.

Pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,7 triliun untuk program tersebut, dengan target peremajaan sekitar 300 ribu hektare secara bertahap.

Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, menambahkan bahwa perbaikan tata niaga dan kepastian pasar menjadi faktor penting untuk meningkatkan produksi gula nasional.

Ia menekankan, jaminan harga dan penyerapan hasil produksi dapat mendorong petani meningkatkan usaha budidaya tebu.

Pemerintah menilai, penertiban gula rafinasi dan peningkatan produksi secara bersamaan diperlukan untuk memperbaiki kondisi industri gula nasional. (*/red)

Berita Terkait

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Hujan Lebat di Pasaman Barat dan Pesisir Selatan Hari Ini
Kepala BGN Sudaryono: Insentif MBG Kini Lebih Adil, Proporsional dan Efisien
Uji Coba MBG Sistem Prasmanan, BGN Ingin Makanan Lebih Hangat dan Segar di Sekolah
MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah SLTA, tapi Tak Batalkan sebagai Wapres
Pemerintah Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah dan Madrasah hingga 2029, Kemenag Siap Bersinergi
Kemenag Buka Bantuan S2 dan S3 hingga Rp25 Juta, Cek Syarat dan Jadwalnya
Kontes Sapi APPSI Piala Presiden 2026 Dorong Peternak Perkuat Genetik dan Produktivitas
Mentan Amran Sambut Wamentan Saleh Mustafa: Speed Kerja Pertanian Harus Meningkat

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:29 WIB

Setelah 18 Tahun, Ifan Resmi Mundur dari GOVINDA

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:36 WIB

Patras Jalani Tur Jepang Perdana, Bawa Cha-Cha Boo! ke Empat Panggung

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:16 WIB

Tak Harus Menang untuk Bahagia, Lafa Pratomo dan Ari Lesmana Hadirkan Juara Dua

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:22 WIB

Sinopsis Film Uniform: Cinta di Balik Seragam, Kisah Perwira Muda Bongkar Kematian Kekasih

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:06 WIB

Kaisa dan Nada Swara Gembira Rilis Selamat Ulang Tahun, Lagu Ceria untuk Momen Spesial

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:17 WIB

Lindee Cremona Raih Indomusik Awards 2026 lewat Lagu Kucing – di Tempat Biasa

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:09 WIB

Float Rilis EP Constant Changes, Bawa Semangat Pulih lewat Yang Kembali Pulih

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:05 WIB

Film Laut Bercerita Tayang 29 Oktober 2026, Kisah Mahasiswa Hilang di Tengah Ketegangan Yogyakarta

Berita Terbaru

Ifan resmi mundur dari GOVINDA setelah 18 tahun bersama. (Foto: IG @ade_govinda)

Hiburan

Setelah 18 Tahun, Ifan Resmi Mundur dari GOVINDA

Kamis, 8 Okt 2026 - 15:29 WIB