Wamentan Sudaryono Respons Cepat Keluhan Petani, Pupuk Subsidi hingga Harga Telur Langsung Diatensi

Penulis -

Jumat, 17 Juli 2026 - 19:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wamentan Sudaryono saat berkunjung ke Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026). (Foto: Ditjen PKH Kementan)

Wamentan Sudaryono saat berkunjung ke Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026). (Foto: Ditjen PKH Kementan)

Malang, Javanusa—Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono bergerak cepat merespons berbagai persoalan yang dihadapi petani dan peternak di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026).

Mulai dari akses pupuk bersubsidi, kebutuhan alat dan mesin pertanian (alsintan), hingga anjloknya harga telur menjadi perhatian langsung Kementerian Pertanian.

Dalam dialog bersama petani, peternak, dan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Sudaryono yang akrab disapa Mas Dar tidak sekadar menerima aspirasi.

Ia langsung meminta jajaran Kementerian Pertanian menindaklanjuti setiap persoalan yang muncul di lapangan.

Salah satu keluhan datang dari petani yang mengaku belum pernah memperoleh pupuk bersubsidi meski telah lama membudidayakan komoditas yang memenuhi syarat menerima subsidi.

Menanggapi hal itu, Sudaryono menginstruksikan penyuluh pertanian segera melakukan verifikasi terhadap petani yang belum tercatat dalam sistem elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK).

“Kalau memang memenuhi syarat, segera dimasukkan ke e-RDKK supaya mendapatkan pupuk bersubsidi. Bukan hanya beliau, tetapi petani lain yang mengalami kondisi serupa juga harus didata dan difasilitasi,” tegas Wamentan Sudaryono.

Ia juga mengingatkan seluruh pihak agar penyaluran pupuk bersubsidi berlangsung sesuai aturan karena merupakan aset negara.

“Kalau ada penyelewengan pupuk subsidi, itu bukan pelanggaran biasa. Itu pidana, karena pupuk subsidi adalah barang milik negara. Harus dipastikan tepat sasaran kepada petani yang berhak,” ujarnya.

Bantuan Drone dan Traktor Disetujui

Selain persoalan pupuk, petani menyampaikan kebutuhan sarana produksi untuk meningkatkan produktivitas.

Petani tebu mengeluhkan tingginya biaya angkut akibat kondisi jalan menuju lahan. Sementara petani di kawasan pesisir mengusulkan bantuan alsintan yang sesuai dengan karakter wilayah mereka. Sudaryono langsung meminta jajarannya menindaklanjuti usulan tersebut.

Dalam forum yang sama, Kepala Dinas Pertanian juga mengusulkan dukungan teknologi modern agar generasi muda semakin tertarik menekuni sektor pertanian. Usulan itu langsung mendapat respons positif.

Baca Juga :  Kementan Dorong Belanja Pangan Tanpa Panik Jelang Idulfitri Lewat “Tani On Stage”

“Ya sudah, kita bantu satu drone dan satu traktor,” kata Sudaryono yang disambut tepuk tangan peserta.

Pemerintah Siapkan Solusi Harga Telur

Dialog juga diwarnai keluhan peternak ayam petelur mengenai harga telur yang sempat jatuh dalam beberapa bulan terakhir.

Meski kini mulai membaik, peternak menilai kenaikan harga belum mampu menutupi tingginya biaya produksi akibat mahalnya pakan.

Mereka juga meminta pemerintah mengevaluasi tata kelola produksi agar kelebihan pasokan tidak kembali menekan harga di tingkat peternak.

Menanggapi hal tersebut, Sudaryono mengatakan pemerintah telah menjadikan persoalan harga telur sebagai perhatian serius.

Ia menyebut Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan khusus dalam rapat kabinet agar perlindungan terhadap peternak diperkuat.

“Pemerintah mengakui memang ada kondisi harga telur dan ayam sempat turun. Sekarang mulai membaik, meski belum sesuai harapan peternak. Presiden Prabowo meminta Kementerian Pertanian bersama Menko Pangan menyiapkan mekanisme agar persoalan seperti ini tidak terus berulang dari tahun ke tahun,” kata Sudaryono.

Menurutnya, Indonesia kini telah mencapai swasembada protein hewani. Produksi daging ayam dan telur nasional mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri, bahkan sebagian sudah memasuki pasar ekspor.

Karena itu, tantangan berikutnya bukan sekadar meningkatkan produksi, melainkan menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan agar usaha peternak tetap memberikan keuntungan.

HKTI Diminta Aktif Mengawal Program Pertanian

Di hadapan pengurus HKTI, Sudaryono meminta organisasi tersebut mengambil peran lebih besar sebagai mitra strategis pemerintah dalam mengawal pelaksanaan program pertanian.

Ia meminta HKTI aktif melaporkan berbagai persoalan yang ditemui di lapangan, mulai dari penjualan pupuk di atas harga yang ditetapkan, kerusakan irigasi, jalan usaha tani, hingga distribusi bantuan yang tidak tepat sasaran.

Baca Juga :  Pemerintah Salurkan KUR 1.000 UMKM Ekraf di Bali, Dorong Lapangan Kerja

“Kalau ada pupuk dijual di atas harga yang ditentukan, laporkan. Kalau ada irigasi rusak, jalan usaha tani rusak, atau bantuan tidak sampai kepada petani, sampaikan. HKTI harus menjadi mata, telinga, dan corong pemerintah agar setiap program benar-benar dirasakan manfaatnya oleh petani,” ujarnya.

Sudaryono menegaskan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto berkomitmen memastikan setiap kebijakan di sektor pertanian dan peternakan menghasilkan solusi nyata bagi masyarakat.

“Kalau ada masalah, jangan dibiarkan berlarut-larut. Kita ingin setiap persoalan cepat ditindaklanjuti supaya petani dan peternak bisa bekerja dengan tenang, produktivitas meningkat, kesejahteraan membaik, dan swasembada pangan yang sudah kita capai bisa terus dijaga,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait

Satgas Payakumbuh Temukan Indikasi Pengisian BBM Berulang, SPBU Diminta Perketat Pengawasan
Empat Pasar di Pariaman Dapat Tambahan Anggaran Rehabilitasi Rp4,1 Miliar
Gebyar Pajak 2026, Mahyeldi Dorong Warga Sumbar Makin Taat Bayar Pajak
Rp115 Miliar Disiapkan untuk Pulihkan 38.000 UMKM Terdampak Bencana di Sumbar
SPKLU Center Pertama di Sumbar Diresmikan, Langkah Baru Menuju Green Province  
FIFA ASEAN CUP 2026 Jadi Berkah UMKM, Sehari Bisa Raup Omzet hingga Rp 1 Juta Sehari
Pertamina Cek Kualitas Pertalite di Padang, Sampel Diuji hingga Laboratorium Lemigas
Resmikan Al Harris Umrah, Fadly Amran Dorong Penguatan Ekonomi Haji dan Umrah

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:29 WIB

Setelah 18 Tahun, Ifan Resmi Mundur dari GOVINDA

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:36 WIB

Patras Jalani Tur Jepang Perdana, Bawa Cha-Cha Boo! ke Empat Panggung

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:16 WIB

Tak Harus Menang untuk Bahagia, Lafa Pratomo dan Ari Lesmana Hadirkan Juara Dua

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:22 WIB

Sinopsis Film Uniform: Cinta di Balik Seragam, Kisah Perwira Muda Bongkar Kematian Kekasih

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:06 WIB

Kaisa dan Nada Swara Gembira Rilis Selamat Ulang Tahun, Lagu Ceria untuk Momen Spesial

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:17 WIB

Lindee Cremona Raih Indomusik Awards 2026 lewat Lagu Kucing – di Tempat Biasa

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:09 WIB

Float Rilis EP Constant Changes, Bawa Semangat Pulih lewat Yang Kembali Pulih

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:05 WIB

Film Laut Bercerita Tayang 29 Oktober 2026, Kisah Mahasiswa Hilang di Tengah Ketegangan Yogyakarta

Berita Terbaru

Ifan resmi mundur dari GOVINDA setelah 18 tahun bersama. (Foto: IG @ade_govinda)

Hiburan

Setelah 18 Tahun, Ifan Resmi Mundur dari GOVINDA

Kamis, 8 Okt 2026 - 15:29 WIB