PETI Pasaman Ditertibkan, Tim Terpadu Sumbar Musnahkan Alat Tambang Ilegal

Penulis -

Jumat, 16 Januari 2026 - 11:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim Terpadu Pencegahan dan Penertiban PETI Sumbar memusnahkan barang bukti aktivitas tambang emas ilegal di Jorong Lubuk Aro, Nagari Padang Matinggi Utara, Kamis (15/1/2025). (Foto: ADPSB)

Tim Terpadu Pencegahan dan Penertiban PETI Sumbar memusnahkan barang bukti aktivitas tambang emas ilegal di Jorong Lubuk Aro, Nagari Padang Matinggi Utara, Kamis (15/1/2025). (Foto: ADPSB)

Pasaman, Javanusa—Tim Terpadu Pencegahan dan Penertiban Pertambangan Tanpa Izin (PETI) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menindak aktivitas tambang emas ilegal di Kecamatan Rao, Kabupaten Pasaman.

Penertiban menyasar Jorong Lubuk Aro, Nagari Padang Matinggi Utara, Kamis (15/1/2025). Meski tak menemukan pelaku di lokasi, tim tetap memusnahkan barang bukti untuk mencegah PETI kembali beroperasi.

Saat tiba di lokasi, aktivitas penambangan ilegal sudah tidak berlangsung. Namun, tim masih menemukan peralatan bekas tambang emas tanpa izin.

Untuk mencegah aktivitas serupa terulang, petugas memasang spanduk larangan dan memusnahkan peralatan tersebut dengan cara dibakar di tempat.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya represif pemerintah daerah terhadap maraknya PETI di wilayah Pasaman dan sekitarnya.

Tegaskan Komitmen Berantas PETI

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sumbar, Helmi Heriyanto, menegaskan penertiban PETI akan terus dilakukan secara berkelanjutan.

“Kendati pelakunya tidak ditemukan, hal ini tidak mengurangi komitmen kami untuk menertibkan PETI di Sumbar,” kata Helmi.

Menurutnya, Kecamatan Rao menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian khusus karena tingginya aktivitas tambang ilegal.

Penertiban ini mengacu pada SK Gubernur Sumbar Nomor 540/40/BP/X/DESDM-2025 tentang Pembentukan Tim Terpadu Pencegahan dan Penertiban Pertambangan Tanpa Izin.

Pemprov Sumbar menilai PETI berdampak serius terhadap lingkungan, keselamatan masyarakat, serta merugikan negara dari sisi ekonomi.

Karena itu, penanganan dilakukan lintas sektor, melibatkan ESDM, DLH, aparat keamanan, dan pemerintah nagari. Sebagai solusi jangka panjang, Pemprov Sumbar menyiapkan skema Izin Pertambangan Rakyat (IPR) bagi masyarakat.

Helmi mengungkapkan, pemerintah telah mengusulkan 301 blok Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) dengan luas sekitar 13.800 hektare.

“WPR tersebar di sembilan kabupaten dan kota. Saat ini masih menunggu keputusan Menteri ESDM,” ujarnya.

Baca Juga :  PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk Buka Lowongan, Posisi Staff Export

Ia mengimbau masyarakat agar tidak tergiur praktik tambang ilegal dan menunggu proses legalisasi yang sedang berjalan.

DLH Sumbar Temukan Dampak Lingkungan Serius

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumbar, Tasliatul Fuaddi, mengatakan pihaknya telah menurunkan tim untuk mengkaji dampak lingkungan akibat PETI.

Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan tingginya tingkat kekeruhan air sungai di sekitar lokasi tambang ilegal.

“Kondisi alur sungai sudah berubah. Jika terjadi cuaca ekstrem, ini berpotensi membahayakan masyarakat,” ujarnya.

Wali Nagari Padang Matinggi Utara, Muhammad Fauzan, memperkirakan aktivitas PETI di wilayahnya berlangsung sekitar tiga bulan terakhir.

Sebagai langkah pencegahan, pemerintah nagari telah memasang spanduk imbauan penghentian tambang ilegal.

“Kami sudah memasang spanduk stop PETI sesuai kewenangan yang kami miliki,” kata Fauzan. (*/adpsb)

Berita Terkait

Padang Mobile Masuk 5 Besar Padang Innovation Award 2026, Ini Keunggulannya
Pembangunan Drainase Padang Tembus 10 Km, Lampaui Target 4 Km
Muswil VII APTISI Sumbar Digelar 31 Oktober, Universitas Fort De Kock Jadi Tuan Rumah
Lantik 33 Pejabat Pemprov Sumbar, Arry Yuswandi Tekankan Kompetensi dan Etika Birokrasi
DPC GMNI Padang Gelar Refleksi 98 Tahun Sumpah Pemuda: Soroti Skandal Ijazah Gibran
Atasi Kendala Peradilan, Fadly Amran Dorong PKS dengan Pengadilan Agama Padang
Fadly Amran Dorong Penguatan Pendidikan Diniyah Lewat Program Smart Surau
Mahyeldi Ajak Pemuda Sumbar Jaga Persatuan dan Waspadai Bahaya Narkoba

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:28 WIB

BGN Wajibkan 21.527 SPPG Perbarui SPK, Perketat Pengawasan Program MBG

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:57 WIB

Promotor Pastikan Visa Andrea Bocelli Terbit, Berbeda dengan Pernyataan Dirjen Imigrasi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 23:07 WIB

Pemerintah Jamin Serapan Jagung Petani, Bulog Siap Beli Hasil Panen

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:50 WIB

Kemnaker Verifikasi Mitra MagangHub Batch 3 hingga 30 Oktober 2026, Ini Jadwal Seleksinya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:41 WIB

Kemnaker Buka Pendaftaran MagangHub Batch 3, Cek Jadwalnya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:02 WIB

Polri dan Kemkomdigi Perkuat Kerja Sama Berantas Kejahatan Siber

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:17 WIB

Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:23 WIB

Polri Kerahkan 200 Personel Brimob dan 10 Bareskrim Tangani Karhutla di Kalimantan

Berita Terbaru