Padang Panjang, Javanusa—Tim Penggerak PKK Padang Panjang segera turun ke lapangan menindaklanjuti pemberitaan tentang seorang balita bernama Muhammad Gibran Oktaviano (3) yang disebut menderita cacingan. Balita tersebut dikabarkan tinggal di Kelurahan Balai-Balai, Kecamatan Padang Panjang Barat.
Namun hasil verifikasi menunjukkan, balita itu bukan warga Padang Panjang dan tidak berdomisili di wilayah tersebut.
Ketua Bidang I TP PKK Padang Panjang, Novi Hendri, menyampaikan, penelusuran dilakukan atas arahan Ketua TP PKK Ny. Maria Feronika Hendri. Langkah ini diambil untuk memastikan keakuratan informasi yang sempat beredar di berbagai media.
“Secara administrasi memang tercatat di Padang Panjang, tetapi setelah kami cek ke lokasi, keluarga tersebut tidak pernah tinggal di wilayah ini,” jelas Novi, Kamis (23/10/2025).
Pengecekan dilakukan bersama pihak kelurahan, kader Posyandu, dan Puskesmas Kebun Sikolos. Dari hasil penelusuran, keluarga balita hanya tercatat secara administratif.
Keterangan dari Ketua RT dan Warga Setempat
Ketua RT 18, Roni, mengonfirmasi nama balita tersebut memang tertera di alamat Jalan Adam BB No.21. Namun, keluarga itu tidak pernah menempati rumah di alamat tersebut.
“Ibunya, Suci Indah Sari, hanya menggunakan alamat ini untuk urusan administrasi. Setelah itu, dia berdagang dan kini tinggal di Bukittinggi,” ujar Roni.
Informasi yang diterima menyebut, Suci kini menetap di Asrama Tentara Lapangan Kantin, Bukittinggi. Anaknya, Vino, sempat dirawat di RSI Yarsi Bukittinggi karena mengalami gejala perut membesar dan buang air besar cair.
Hasil pemeriksaan menunjukkan positif telur cacing Ascaris lumbricoides. Setelah diberi obat, anak itu mengeluarkan cacing hidup melalui tinja.
Tidak Ada Kasus Serupa di Padang Panjang
Kader Posyandu, Dolla Defriza, dan kader Dasawisma, Rini, menegaskan tidak ada kasus balita penderita cacingan di RT 18 Kelurahan Balai-Balai.
“Kami rutin membagikan vitamin dan obat cacing kepada semua balita. Bila ada yang tidak datang ke Posyandu, kami kunjungi ke rumah,” terang Dolla.
Apresiasi atas Kinerja Kader Posyandu
Novi Hendri memberikan apresiasi kepada seluruh kader Posyandu dan Dasawisma yang telah menjalankan tugas sesuai tanggung jawab.
“Alhamdulillah, kader sudah bekerja maksimal. Obat dan vitamin rutin diberikan, bahkan kader rela datang langsung jika balita tidak hadir ke Posyandu,” ujarnya.
Ia berharap hasil verifikasi ini menjadi pembelajaran agar pendataan warga dan informasi kesehatan masyarakat lebih akurat di masa depan. (*/red)






