PLTS Pulau Terpencil Jadi Prioritas, Menteri ESDM Targetkan Seluruh Desa Berlistrik 2029

Penulis -

Sabtu, 24 Januari 2026 - 07:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri ESDM Bahlil Lahdalia mendorong pemanfaatan PLTS untuk mempercepat elektrifikasi di pulau-pulau terpencil. (Foto: Kementerian ESDM)

Menteri ESDM Bahlil Lahdalia mendorong pemanfaatan PLTS untuk mempercepat elektrifikasi di pulau-pulau terpencil. (Foto: Kementerian ESDM)

Jakarta, Javanusa—Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahdalia mendorong pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk mempercepat elektrifikasi di pulau-pulau terpencil.

Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi memperluas akses energi ke wilayah sulit dijangkau, terutama daerah kepulauan dan terluar Indonesia.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan seluruh desa dan dusun di Indonesia telah berlistrik pada 2029.

PLTS dipilih sebagai solusi karena efisien untuk wilayah yang terkendala bahan bakar dan logistik. Pulau-pulau kecil menjadi prioritas karena selama ini masih menghadapi keterbatasan infrastruktur energi konvensional.

PLTS juga dinilai paling relevan untuk daerah terpencil karena tidak bergantung pada distribusi BBM.
Selain itu, teknologi surya lebih cepat dibangun dan ramah lingkungan.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan alasan personal mendorong PLTS. Ia menyebut lahir dan besar di wilayah kepulauan membuatnya memahami langsung persoalan akses energi.

“Saya lahir di Pulau Banda, Maluku. Wilayahnya 80 persen laut. Tidak ada minyak tanah, kapal pun sulit. Karena itu kami dorong PLTS,” ujar Bahlil di Jakarta.

Menurutnya, anggaran Kementerian ESDM akan difokuskan untuk pembangunan PLTS di kampung-kampung dan pulau yang sulit dijangkau.

Dukungan Terhadap Target Energi Terbarukan Nasional

Dorongan PLTS sejalan dengan target bauran energi nasional 2026. Kementerian ESDM menargetkan kontribusi EBT sebesar 17–21 persen.

Pada 2025, bauran listrik dari EBT tercatat baru mencapai 15,75 persen. Percepatan PLTS diharapkan mempercepat pencapaian target tersebut.

Program PLTS juga melengkapi Program Listrik Desa (Lisdes). Pada 2026, pemerintah menargetkan 22.179 pelanggan baru di 372 lokasi.

Sebagai perbandingan, pada 2025 terdapat 77.616 rumah tangga di 1.516 lokasi yang telah dialiri listrik melalui Lisdes. Selain itu, pemerintah menjalankan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL). Target BPBL tahun 2026 ditingkatkan menjadi 500 ribu rumah tangga dari sebelumnya 250 ribu.

Baca Juga :  Telkomsel NextDev Ke-10: Dorong Transformasi Startup Digital Indonesia

Peningkatan target BPBL ini atas masukan Komisi XII DPR RI. Bahlil meminta dukungan DPR agar program tepat sasaran.

“Target 2026 kita naikkan menjadi 500 ribu pelanggan. Kami minta Komisi XII ikut mengawal agar program tepat sasaran,” kata Bahlil.

Langkah ini selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang meminta pemerataan akses listrik hingga ke daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar).

Fokus Pemerataan Akses Listrik Daerah 3T

Kementerian ESDM juga akan merevisi alokasi anggaran 2026 agar lebih fokus pada pemerataan listrik di daerah 3T. Wilayah kepulauan terpencil menjadi sasaran utama intervensi PLTS.

Dengan kombinasi PLTS, Listrik Desa, dan BPBL, pemerintah menargetkan kesenjangan energi antardaerah semakin menurun.

Elektrifikasi pulau terpencil dinilai krusial untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat pesisir dan kepulauan. Akses listrik berpengaruh langsung terhadap pendidikan, kesehatan, dan pertumbuhan ekonomi lokal.

Pemerintah berharap transformasi energi berbasis PLTS menjadi fondasi kuat menuju kemandirian energi nasional. (*/red)

Berita Terkait

Maigus Nasir Resmikan Kampung Budi Daya Ikan Air Tawar di Kelurahan Pisang, 53 Keluarga Terima Bantuan
Progres Flyover Sitinjau Lauik I Capai 35,275 Persen, Jembatan 1 Rampung
Pemerintah Siapkan Storage di Dalam Negeri, Impor Crude Tak Lagi Mampir ke Negara Lain
Pemko Padang Lengkapi Fasilitas Basement Blok II dan III Pasar Raya, Pedagang Diminta Mulai Berjualan
Tekan Gejolak Harga Pangan, Pemerintah Gelar GPM Serentak di 38 Provinsi
Gerakan Pangan Murah Payakumbuh, Cabai Merah Dijual Rp50 Ribu per Kg
Pemko Padang dan UPTD PPD Padang Perkuat Sinergi, Optimalkan PAD Lewat Inovasi Layanan Pajak Kendaraan
Gandeng BRI, Pemko Padang Pacu PAD Lewat Digitalisasi Retribusi dan Pajak Daerah

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:55 WIB

Pencuri Komponen Pendeteksi Banjir di Padang Ditangkap, 2 Kabur

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:07 WIB

Polda Sumbar Ungkap Dugaan Judi Togel Online di Padang, Uang Rp4,15 Juta Disita

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:13 WIB

Modus Penimbunan BBM Subsidi di Sumbar, Pelaku Gunakan Kantong Plastik dan Kotak Ikan

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:03 WIB

Polda Sumbar Ungkap 24 Kasus Penyalahgunaan BBM Subsidi, 25 Tersangka Diamankan

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:30 WIB

BPBD Padang Evakuasi Pohon Karet Tumbang di Kalumbuk, Jalan Kembali Normal

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:21 WIB

Hilang Kendali, Dua Mobil Terperosok ke Sawah di Jalan Solok-Padang

Minggu, 25 Oktober 2026 - 11:53 WIB

Rumah Wartawan Harian Singgalang Dibobol Maling, Laptop, HP dan Tiga Hardisk Raib

Minggu, 25 Oktober 2026 - 08:30 WIB

Polda Sumbar Razia Tempat Hiburan Malam di Padang, Dua Pengunjung Positif Metamfetamin

Berita Terbaru

Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker, Darmawansyah. (Foto: Kemnaker)

Nasional

Kemnaker Buka Pendaftaran MagangHub Batch 3, Cek Jadwalnya

Rabu, 28 Okt 2026 - 20:41 WIB