Prabowo Sebut Pemerintah Jalankan 121 Kebijakan Transformatif dalam 663 Hari

Penulis -

Jumat, 14 Agustus 2026 - 15:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo saat pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Jumat (14/8/2026). (Foto: BPMI Setpres)

Presiden Prabowo saat pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Jumat (14/8/2026). (Foto: BPMI Setpres)

Jakarta, Javanusa—Presiden Prabowo Subianto menyebut pemerintah telah menjalankan 121 kebijakan transformatif selama 663 hari masa pemerintahan.

Kebijakan tersebut, menurut Presiden diarahkan untuk menyelesaikan persoalan negara yang sebagian sudah berlangsung selama puluhan tahun.

Pernyataan itu disampaikan Presiden Prabowo dalam pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Jumat (14/08/2026).

Presiden Prabowo menjelaskan, pemerintah rata-rata mengambil satu kebijakan transformatif dalam setiap lima hari. Ia menilai capaian tersebut mencerminkan keseriusan pemerintah dalam menjalankan mandat dari rakyat.

“Dalam 21 bulan, tepatnya 663 hari sampai hari ini, Pemerintah yang saya pimpin telah memutuskan dan menjalankan 121 kebijakan-kebijakan transformatif untuk menyelesaikan masalah-masalah negara. Sebagian masalah-masalah itu telah berpuluh-puluh tahun tidak bisa kita selesaikan,” ujar Presiden.

Menurut Presiden Prabowo, amanah rakyat menjadi kehormatan sekaligus tanggung jawab besar bagi pemerintah. Karena itu, ia menegaskan komitmennya untuk terus bekerja maksimal bagi kepentingan bangsa.

“Tugas dari rakyat adalah kehormatan yang mulia bagi kita karena itu kita akan bekerja dengan sekeras-kerasnya. Kita akan habis-habisan bekerja untuk rakyat dan bangsa kita,” tegas Presiden.

Empat Pedoman Pemerintahan Presiden Prabowo

Dalam menjalankan kebijakan, Presiden Prabowo menyebut pemerintah berpegang pada empat pedoman utama.

Pemerintah pertama-tama menjalankan amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Selanjutnya, pemerintah menjaga kepentingan inti nasional, termasuk mengelola kekayaan bangsa agar manfaatnya kembali kepada rakyat.

Pedoman berikutnya ialah menyelesaikan kesulitan masyarakat secepat mungkin. Pemerintah juga harus selalu menempatkan kepentingan rakyat, termasuk anak dan cucu generasi penerus, sebagai orientasi utama.

Swasembada Pangan Dipercepat

Presiden Prabowo mengatakan kerja keras pemerintah mulai menghasilkan sejumlah capaian. Salah satunya terlihat dari program swasembada pangan yang sebelumnya ditargetkan tercapai dalam empat tahun.

Baca Juga :  Wawako Ekos Albar Tekankan Pentingnya Pelayanan Publik

Target tersebut, kata Presiden Prabowo, justru dapat diwujudkan dalam waktu satu tahun. Pemerintah saat ini telah mencapai swasembada pada delapan komoditas pangan.

“Tahun ini kita sudah swasembada 8 komoditas pangan. Kita telah swasembada beras, swasembada jagung, swasembada gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit,” jelas Presiden.

Meski demikian, pemerintah masih menghadapi pekerjaan rumah pada komoditas daging. Presiden Prabowo memperkirakan swasembada daging dapat dicapai dalam lima hingga enam tahun mendatang.

Harga Pupuk Turun 20 Persen

Di sektor pertanian, pemerintah juga mengambil kebijakan terkait distribusi pupuk. Sebanyak 145 aturan penyaluran pupuk telah dihapus.

Langkah tersebut berjalan bersamaan dengan penurunan harga pupuk sebesar 20 persen. Pemerintah juga meningkatkan ketersediaan pupuk untuk mendukung kebutuhan petani.

Presiden Prabowo menyebut kebijakan itu turut berdampak pada kinerja PT Pupuk Indonesia. Keuntungan perusahaan tercatat meningkat 252,8 persen.

Penghematan Devisa dari Kebijakan Energi

Capaian pemerintah juga mencakup sektor energi. Prabowo mengatakan penerapan B50 berbasis kelapa sawit membuat Indonesia tidak lagi mengimpor tenaga surya sejak 1 Juli 2026.

Kebijakan tersebut, menurut Presiden, mampu menghemat devisa hingga Rp170 triliun. Nilai itu setara sekitar 9,5 miliar dolar Amerika Serikat.

Selain pangan dan energi, Presiden menyebut program pangan bergizi, penyaluran bantuan sosial, serta agenda hilirisasi kini telah berjalan.

“Semuanya telah berjalan dan manfaatnya mulai dirasakan rakyat,” ujar Presiden.

Presiden  Tegaskan Pemerintah Tak Boleh Berpuas Diri

Meski sejumlah program menunjukkan hasil, Prabowo mengingatkan pemerintah agar tidak cepat berpuas diri. Ia menilai masih banyak persoalan yang harus diselesaikan agar makna kemerdekaan dapat dirasakan seluruh masyarakat.

Presiden menegaskan bahwa rakyat memberikan mandat kepada pemerintah untuk mencari solusi, bukan sekadar menjelaskan alasan di balik masalah yang belum terselesaikan.

Baca Juga :  Delegasi Korea Selatan dan KEITI Tinjau Potensi Gas Metan TPA Aia Dingin untuk Pembangkit Listrik

“Saya tidak menerima mandat dari rakyat untuk menjelaskan mengapa suatu permasalahan tidak dapat diselesaikan. Saya menerima mandat dari rakyat justru untuk menyelesaikan masalah-masalah dan mengatasi kesulitan-kesulitan rakyat,” tegas Presiden.

Ia juga menekankan pentingnya keberanian mengambil keputusan, termasuk ketika kebijakan tersebut terasa sulit pada masa kini.

“Kami memilih mengambil keputusan yang sulit pada hari ini daripada mewariskan masalah yang lebih berat lagi dan lebih rumit lagi kepada generasi-generasi penerus kita,” tutup Presiden. (*/Setpres BPMI)

Berita Terkait

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Hujan Lebat di Pasaman Barat dan Pesisir Selatan Hari Ini
Kepala BGN Sudaryono: Insentif MBG Kini Lebih Adil, Proporsional dan Efisien
Uji Coba MBG Sistem Prasmanan, BGN Ingin Makanan Lebih Hangat dan Segar di Sekolah
MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah SLTA, tapi Tak Batalkan sebagai Wapres
Pemerintah Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah dan Madrasah hingga 2029, Kemenag Siap Bersinergi
Kemenag Buka Bantuan S2 dan S3 hingga Rp25 Juta, Cek Syarat dan Jadwalnya
Kontes Sapi APPSI Piala Presiden 2026 Dorong Peternak Perkuat Genetik dan Produktivitas
Mentan Amran Sambut Wamentan Saleh Mustafa: Speed Kerja Pertanian Harus Meningkat

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:20 WIB

Balap Motor Kota Padang Sabet 3 Emas di Porprov Sumbar 2026, Target Juara Umum Makin Terbuka

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:13 WIB

Muhammad Fakhri Ramadan Raih Emas Lompat Tinggi Porprov Sumbar 2026

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:55 WIB

Debut Manis, Alfarel Radhiya Bawa Emas MMA Kota Padang di Porprov Sumbar 2026

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:59 WIB

Gulat Kota Padang Juara Umum Porprov XVI Sumbar, Raih 16 Medali Emas

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:06 WIB

Mikel Arteta Sepakat Perpanjang Kontrak di Arsenal

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:50 WIB

David Silva Comeback dari Pensiun, Gabung Klub Hong Kong Supreme Sha Tin

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Usai Bertugas di FIFA ASEAN Cup 2026, Pedro Rodriguez Umumkan Pensiun

Kamis, 8 Oktober 2026 - 06:37 WIB

Stefano Cugurra Resmi Tangani Semen Padang FC, Targetkan Promosi ke Super League

Berita Terbaru