Padang, Javanusa—Endapan lumpur setebal puluhan sentimeter yang menutup rumah warga di Gurun Laweh, Kecamatan Nanggalo, pascabanjir mulai dibersihkan dengan bantuan alat berat.
Praja Gautama IPDN Angkatan 29 menurunkan sebuah eskavator mini untuk mempercepat pengangkatan sedimen yang selama beberapa hari menghambat aktivitas warga.
Pada Selasa (16/12/2025), eskavator mini tersebut dioperasikan di kawasan permukiman terdampak banjir. Alat berat itu difokuskan untuk membersihkan lumpur dan material banjir yang sulit diangkat secara manual, terutama di halaman dan akses rumah warga.
“Bantuan ini merupakan donasi dari rekan-rekan Praja Gautama IPDN Angkatan 29 berupa eskavator mini yang kami operasikan di Gurun Laweh. Kehadiran eskavator ini diharapkan dapat mempercepat proses pengangkatan sedimen pascabanjir,” kata Andhika, salah seorang Praja Gautama IPDN Angkatan 29, Selasa (16/12/2025).
Ia menjelaskan, keputusan menggalang donasi dan menurunkan alat berat diambil setelah melihat langsung kondisi lapangan yang cukup berat bagi warga jika hanya mengandalkan tenaga manual. Menurutnya, volume lumpur yang masuk ke rumah-rumah warga tergolong besar dan membutuhkan penanganan cepat.
Dengan percepatan pembersihan tersebut, Andhika berharap warga terdampak dapat segera kembali menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa terganggu oleh sisa material banjir. “Kami berharap, setelah sedimen ini terangkat, warga bisa kembali beraktivitas seperti biasa,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, dampak banjir yang terjadi sebelumnya cukup luas dan menimbulkan kerugian bagi masyarakat. Kondisi itulah yang mendorong Praja Gautama IPDN Angkatan 29 untuk berinisiatif menggalang donasi sebagai bentuk kepedulian sosial.
“Dampak bencana kemarin cukup luar biasa, sehingga kami memutuskan untuk membantu meringankan beban warga terdampak,” jelasnya.
Upaya pembersihan pascabanjir di Kota Padang turut mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat. Bantuan terus berdatangan, baik dari pemerintah, pihak swasta, organisasi kemasyarakatan, tokoh masyarakat, maupun perantau.
Sebagian bantuan disalurkan melalui Posko Bantuan Utama di Palanta Rumah Dinas Wali Kota Padang, sementara bantuan lainnya diantarkan langsung ke lokasi pengungsian maupun ke rumah-rumah warga yang terdampak banjir. (*/red)






