Padang, Javanusa—BMKG Minangkabau memperkirakan cuaca Sumbar pada pagi hari cenderung cerah berawan hingga berawan. Kondisi tersebut relatif mendukung aktivitas masyarakat di luar ruangan pada awal hari.
Prakirawan BMKG Minangkabau, Raafi Darojat mengatakan perubahan cuaca berpotensi terjadi mulai siang hingga sore. Sejumlah wilayah dapat mengalami hujan ringan, termasuk Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Pasaman, Kabupaten Solok, dan Solok Selatan.
Masyarakat yang beraktivitas di daerah tersebut sebaiknya membawa perlengkapan untuk menghadapi hujan. Kondisi cuaca juga perlu menjadi pertimbangan bagi warga yang melakukan perjalanan antardaerah.
Memasuki malam, peluang hujan ringan mencakup wilayah yang lebih luas. Daerah tersebut meliputi Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Agam, Bukittinggi, Tanah Datar, dan Padang Panjang.
Potensi serupa juga terdapat di Padang Pariaman, Pesisir Selatan, Pasaman, Lima Puluh Kota, Payakumbuh, hingga Sijunjung. Pada dini hari, hujan ringan masih berpeluang terjadi di Pesisir Selatan, sedangkan wilayah lain umumnya berawan.
Suhu Sumbar Mencapai 33 Derajat Celsius
Selain memperingatkan potensi hujan, BMKG Minangkabau mencatat kondisi parameter cuaca lainnya di Sumatera Barat.
Suhu udara diperkirakan berada pada rentang 17 hingga 33 derajat Celsius. Perbedaan suhu tersebut berkaitan dengan karakter wilayah Sumbar yang memiliki kawasan dataran tinggi dan dataran rendah.
Kelembapan udara berada pada kisaran 65 hingga 98 persen. Kondisi kelembapan yang tinggi dapat mendukung pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah.
Sementara itu, angin dominan bergerak dari arah Tenggara menuju Barat Laut. Kecepatan angin diperkirakan mencapai 4 hingga 28 kilometer per jam.
Pasbar Jadi Wilayah yang Perlu Diwaspadai
BMKG memberikan perhatian khusus terhadap wilayah Pasaman Barat dalam peringatan dini cuaca kali ini. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi di daerah tersebut dan kawasan sekitarnya.
Curah hujan tinggi dalam waktu singkat dapat meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi. Banjir, genangan, dan tanah longsor menjadi beberapa dampak yang perlu diantisipasi masyarakat.
Karena itu, warga Pasaman Barat dan daerah lain yang berpotensi mengalami hujan diminta memantau perkembangan cuaca. Masyarakat juga perlu mempertimbangkan kondisi lapangan sebelum melakukan aktivitas di luar rumah.
Warga Diminta Tetap Siaga
BMKG Minangkabau mengingatkan masyarakat Sumatera Barat agar tidak mengabaikan perubahan cuaca sepanjang hari. Warga sebaiknya menghindari lokasi terbuka ketika hujan deras disertai kondisi yang berisiko.
Masyarakat juga dapat memeriksa kondisi saluran air di lingkungan masing-masing. Langkah tersebut penting untuk mengurangi kemungkinan genangan saat hujan dengan intensitas tinggi terjadi.
Informasi cuaca terbaru dapat dipantau melalui kanal resmi BMKG. Pembaruan tersebut menjadi salah satu rujukan masyarakat untuk menyesuaikan aktivitas dengan kondisi cuaca di masing-masing wilayah. (*)






