Presiden Prabowo Berhentikan Wamenaker Immanuel Ebenezer

Penulis -

Jumat, 22 Agustus 2025 - 23:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto memberhentikan Immanuel Ebenezer (dua dari kanan) dari jabatan Wamenaker. (Foto: Tangkapan layar)

Presiden Prabowo Subianto memberhentikan Immanuel Ebenezer (dua dari kanan) dari jabatan Wamenaker. (Foto: Tangkapan layar)

Jakarta, Javanusa—Presiden Prabowo Subianto memberhentikan Immanuel Ebenezer dari jabatan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker).

Keputusan ini menyusul penetapan Immanuel sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam dugaan kasus pemerasan pengurusan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan, penandatanganan keputusan presiden (Keppres) dilakukan sebagai tindak lanjut proses hukum yang tengah berjalan.

“Selanjutnya kami menyerahkan seluruh proses hukum untuk dijalankan sebagaimana mestinya,” ujarnya, dikutip dari liputan6.com, Jumat (22/8/2025).

Prasetyo menegaskan, kasus ini harus menjadi pembelajaran bagi anggota Kabinet Merah Putih dan seluruh pejabat negara.

“Pak Presiden ingin kita semua bekerja keras dalam memberantas tindak pidana korupsi,” tambahnya.

Peran Immanuel Ebenezer dalam Dugaan Pemerasan Sertifikasi K3

Ketua KPK, Setyo Budiyanto, menyatakan Immanuel Ebenezer mengetahui, membiarkan, dan bahkan meminta hasil pemerasan dalam pengurusan sertifikasi K3. Para buruh yang mengurus sertifikasi seharusnya membayar Rp 275 ribu, namun dalam praktiknya dipaksa membayar hingga Rp 6 juta. Bila tidak membayar, proses sertifikasi diperlambat atau tidak diproses.

Budi menambahkan, Immanuel menerima uang suap senilai Rp 3 miliar dan satu motor terkait penerbitan sertifikat K3.

Modus pemerasan ini sudah terjadi sejak 2019 dan baru terungkap setelah adanya laporan. Total uang suap yang dikumpulkan para tersangka diperkirakan mencapai Rp 81 miliar dan digunakan untuk kepentingan pribadi, seperti membeli rumah, kendaraan, dan hiburan. (*/red)

Baca Juga :  Bupati Sampaikan Nota Pengantar LKPj Tahun 2024

Berita Terkait

BGN Wajibkan 21.527 SPPG Perbarui SPK, Perketat Pengawasan Program MBG
Promotor Pastikan Visa Andrea Bocelli Terbit, Berbeda dengan Pernyataan Dirjen Imigrasi
BGN Catat Efisiensi Rp44 Triliun, Program MBG Masuki Transformasi 2.0
Pemerintah Jamin Serapan Jagung Petani, Bulog Siap Beli Hasil Panen
Kemnaker Verifikasi Mitra MagangHub Batch 3 hingga 30 Oktober 2026, Ini Jadwal Seleksinya
Kemnaker Buka Pendaftaran MagangHub Batch 3, Cek Jadwalnya
Polri dan Kemkomdigi Perkuat Kerja Sama Berantas Kejahatan Siber
Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:55 WIB

Pembangunan Drainase Padang Tembus 10 Km, Lampaui Target 4 Km

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:25 WIB

Muswil VII APTISI Sumbar Digelar 31 Oktober, Universitas Fort De Kock Jadi Tuan Rumah

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:52 WIB

Lantik 33 Pejabat Pemprov Sumbar, Arry Yuswandi Tekankan Kompetensi dan Etika Birokrasi

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:09 WIB

DPC GMNI Padang Gelar Refleksi 98 Tahun Sumpah Pemuda: Soroti Skandal Ijazah Gibran

Kamis, 29 Oktober 2026 - 00:33 WIB

Atasi Kendala Peradilan, Fadly Amran Dorong PKS dengan Pengadilan Agama Padang

Rabu, 28 Oktober 2026 - 23:52 WIB

Fadly Amran Dorong Penguatan Pendidikan Diniyah Lewat Program Smart Surau

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:02 WIB

Mahyeldi Ajak Pemuda Sumbar Jaga Persatuan dan Waspadai Bahaya Narkoba

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:12 WIB

Fadly Amran Tutup Diksarmil Menwa Pagaruyung Sumbar Angkatan ke-49, Tekankan Wawasan Kebangsaan dan Kesiapsiagaan Bencana

Berita Terbaru