Karawang, Javanusa—Presiden RI Prabowo Subianto memberi apresiasi dan penghormatan setinggi-tingginya kepada Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dan seluruh petani Indonesia.
Apresiasi ini diberikan atas keberhasilan mencetak swasembada pangan tercepat dalam sejarah bangsa. Dalam waktu hanya satu tahun, Indonesia berhasil berdiri di atas kaki sendiri dan lepas dari ketergantungan impor pangan.
“Saudara-saudara sekalian, izinkan saya hormat kepada seluruh dari kalian yang telah berjuang mengabdi sehingga kita swasembada pangan,” kata Presiden Prabowo saat Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Karawang, Rabu (7/1/2026).
Ia menekankan pencapaian ini lebih cepat dari target awal empat tahun. “Satu tahun kita sudah berdiri di atas kaki sendiri, satu tahun kita tidak tergantung bangsa lain,” tegasnya.
Presiden juga memuji kinerja Mentan Amran. “Beliau pengusaha sukses, menjadi menteri adalah pengorbanan. Dia tidur 3–4 jam sehari demi kemajuan pertanian Indonesia,” ujarnya.
Presiden Prabowo mengenang pengalaman selama menjadi TNI. Ia menyebut peran petani dalam mendukung tentara dan kemerdekaan Indonesia.
“Ketika kita menyatakan kemerdekaan 17 Agustus 1945, tidak ada anggaran, tetapi petani memberi makan tentara. Kita tidak merdeka tanpa jasa mereka,” ungkapnya.
Swasembada Pangan
Di hadapan ribuan petani dan pejabat pemerintah, Presiden secara resmi mengumumkan keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pangan.
“Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, hari ini Indonesia kembali menjadi bangsa yang swasembada pangan,” kata Presiden Prabowo.
Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Kerangka Sampel Area (KSA) November 2025 memprediksi produksi beras nasional mencapai 34,71 juta ton, melebihi konsumsi domestik.
Laporan USDA juga menempatkan Indonesia sebagai produsen beras terbesar di ASEAN, melampaui Thailand dan Vietnam.
Strategi Pemerintah dan Dukungan Kepada Petani
Keberhasilan ini berkat keberanian mengambil keputusan besar dan keberpihakan nyata kepada petani.
Beberapa kebijakan yang dijalankan:
-
- Penyederhanaan regulasi pupuk
- Penurunan harga pupuk bersubsidi hingga 20 persen
- Modernisasi alat mesin pertanian
- Rehabilitasi dan pembangunan irigasi
- Penyerapan gabah langsung oleh BULOG Rp6.500/kg
Presiden menegaskan swasembada pangan bukan akhir, melainkan awal untuk sektor pertanian yang lebih maju. Target berikutnya mencakup jagung, singkong, bawang putih, peternakan, dan perikanan.
“Kalau ada yang nyinyir, kita jawab dengan kerja dan bukti. Tahun ini swasembada, tahun depan swasembada lagi,” katanya disambut tepuk tangan petani.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan keberhasilan ini berkat dukungan penuh Presiden Prabowo.
“Atas nama petani Indonesia, kami mengucapkan terima kasih. Harga gabah naik, pupuk turun, pupuk tersedia. Swasembada ini kerja kolektif seluruh petani Indonesia,” kata Mentan Amran. (*/red)






