Balikpapan, Javanusa—Presiden Prabowo Subianto menegaskan kemandirian pangan dan energi sebagai syarat utama tegaknya negara merdeka.
Ketergantungan pada impor kebutuhan dasar dinilai melemahkan fondasi kedaulatan nasional di tengah tantangan global.
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden saat meresmikan infrastruktur energi terintegrasi Pertamina Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Senin (12/1/2026).
Presiden Prabowo menekankan negara merdeka wajib mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri. Ketahanan pangan, menurutnya, adalah fondasi dasar peradaban modern.
“Negara merdeka harus bisa menghasilkan pangannya sendiri. Ini sangat mendasar,” ujar Presiden Prabowo.
Ia menilai ketergantungan pangan dari luar negeri berpotensi melemahkan kedaulatan bangsa. Karena itu, penguatan sektor pertanian nasional terus menjadi prioritas pemerintah.
Selain pangan, energi disebut sebagai pilar kedua yang tidak kalah penting. Presiden menegaskan Indonesia memiliki sumber daya energi yang melimpah.
“Bangsa Indonesia diberi karunia yang luar biasa. Kita punya sumber-sumber energi yang sangat besar,” kata Prabowo.
Menurut Presiden, pengelolaan energi nasional yang optimal dapat menjamin ketahanan dan kemandirian jangka panjang.
Potensi Batu Bara, DME, dan Geotermal
Presiden menjelaskan batu bara dapat diolah menjadi gas, bensin, hingga dimethyl ether (DME). Produk ini berpotensi menjadi substitusi impor LPG.
Indonesia juga disebut memiliki potensi panas bumi terbesar di dunia. Namun, hingga kini pemanfaatannya masih belum maksimal.
“Kita punya geotermal terbesar di dunia, energi air, dan ke depan kita juga akan mengembangkan tenaga surya,” ujar Presiden.
Pemerintah berkomitmen mempercepat pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT). Langkah ini diarahkan untuk mengurangi ketergantungan impor energi.
“Tidak perlu kita impor energi dari luar. Ini sasaran kita,” tegas Presiden.
Presiden menargetkan kemandirian energi dapat tercapai dalam lima hingga tujuh tahun ke depan. Ia optimistis target tersebut bisa dicapai lebih cepat dengan kerja keras.
RDMP Balikpapan merupakan proyek strategis nasional yang bertujuan meningkatkan kapasitas dan kualitas kilang minyak dalam negeri. Proyek ini diharapkan memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendukung visi kemandirian energi Presiden Prabowo. (*/BPMI Setpres)






