Presiden Prabowo Minta Antrean BPJS Kesehatan Dipersingkat, Layanan Pasien Tak Boleh Dibeda-bedakan

Penulis -

Rabu, 30 September 2026 - 16:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberika keterangan pers di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (28/9/2026). (Foto: BPMI Setpres)

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberika keterangan pers di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (28/9/2026). (Foto: BPMI Setpres)

Jakarta, Javanusa—Presiden Prabowo Subianto meminta kualitas layanan BPJS Kesehatan terus diperbaiki, terutama terkait waktu antrean dan kesetaraan pelayanan bagi seluruh pasien.

Arahan tersebut disampaikan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin setelah mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (28/9/2026).

Budi mengatakan Presiden meminta pelayanan peserta BPJS Kesehatan menjadi lebih cepat dan tetap optimal. Pasien juga harus memperoleh layanan yang baik ketika datang ke fasilitas kesehatan.

“Harapan Bapak Presiden tadi di rapat adalah tolong dipastikan bahwa pelayanan BPJS juga ditingkatkan. Antriannya bisa lebih pendek lagi, kalau misalnya ada pasien yang masuk juga bisa dilayani dengan baik,” ujar Budi.

Rumah Sakit Diminta Tidak Membedakan Pasien

Selain persoalan antrean, Presiden Prabowo menyoroti kesetaraan pelayanan di rumah sakit. Pemerintah meminta fasilitas kesehatan memberikan standar layanan yang sama kepada peserta BPJS Kesehatan dan pasien umum.

Budi menegaskan tidak boleh ada perbedaan perlakuan berdasarkan status kepesertaan pasien.

“Kemudian dipastikan juga bahwa semua rumah sakit-rumah sakit yang ada itu tidak membeda-bedakan antara pasien BPJS dengan pasien bukan BPJS,” kata Budi.

Menurut pemerintah, peningkatan mutu layanan perlu berjalan seiring dengan kepastian pembiayaan program Jaminan Kesehatan Nasional.

Pemerintah Pastikan Pembiayaan BPJS Berlanjut

Dalam rapat tersebut, BPJS Kesehatan juga menyampaikan kebutuhan akan kepastian kondisi keuangan program. Budi menyebut Menteri Keuangan telah memberikan kejelasan mengenai keberlanjutan pembiayaan BPJS.

Pemerintah tetap mengaitkan keberlanjutan pembiayaan dengan kualitas layanan yang diterima masyarakat.

“Teman-teman dari BPJS juga menanyakan, Pak kita butuh kepastian dari sisi keuangannya terjaga. Kebetulan di sini juga ada Pak Menkeu, Pak Menkeu juga sudah memberikan kejelasan bagaimana ke depannya BPJS ini selama pelayanannya baik, ke masyarakat baik dan masyarakat juga membutuhkan, keuangannya nanti akan dipastikan terjaga,” ujar Budi.

Baca Juga :  Apakah Sering Gonta-ganti Sampo Bisa Merusak Rambut? Ini Penjelasan Ahli dan Cara Memilih Sampo yang Tepat

Dengan kepastian tersebut, pemerintah berharap perbaikan pelayanan dapat berlangsung secara berkelanjutan.

BPJS Kesehatan Siapkan Perbaikan Sistem Layanan

Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito mengatakan peningkatan mutu layanan harus menyesuaikan berbagai perubahan dalam sistem kesehatan.

Beberapa faktor yang menjadi perhatian antara lain inflasi medis, pertumbuhan penduduk, perubahan pola penyakit, serta meningkatnya pemanfaatan layanan kesehatan.

BPJS Kesehatan juga akan memperbaiki sejumlah aspek dalam pelayanan. Salah satunya berkaitan dengan pencegahan fraud dan perubahan pola layanan dari pendekatan berbasis volume menuju pendekatan berbasis nilai.

“Kemudian beberapa hal kecil kita akan perbaiki, fraud dalam pelayanan dan ini juga penting perilaku yang volume based. Kita akan geser ke value based,” lanjut Prihati.

Pelayanan Akan Disesuaikan dengan Kebutuhan Peserta

Prihati menjelaskan pendekatan berbasis nilai menjadi bagian dari upaya BPJS Kesehatan meningkatkan ketepatan pelayanan.

Perubahan tersebut diharapkan membuat layanan lebih sesuai dengan kebutuhan peserta dan membantu memastikan pemanfaatan pelayanan berjalan tepat sasaran.

“Ini kita akan tegakkan ke depan untuk bisa value based dan itu juga yang kita janjikan untuk memperbaiki kualitas layanan kepada peserta yang lebih sesuai dengan kebutuhan yang tepat sasaran,” kata Prihati.

Pemerintah dan BPJS Kesehatan kini menempatkan peningkatan mutu pelayanan, pengurangan antrean, kesetaraan pasien, serta keberlanjutan pembiayaan sebagai bagian dari upaya memperkuat layanan kesehatan nasional. (*/BPMI Setpres)

Berita Terkait

Benarkah Kacang Tanah Pemicu Asam Urat? Cek Fakta dan Porsi Amannya
Bintik Kasar Seperti Kulit Ayam di Lengan? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Sering Kurang Tidur? Kenali Gejala, Dampak Kesehatan dan Cara Mengatasinya
7 Pilihan Lauk untuk Penderita Darah Tinggi, Sehat dan Mudah Diolah
Anak Makan Banyak tapi Tetap Kurus? Kenali 7 Penyebab dan Cara Mengatasinya
Benarkah Nanas Bisa Meredakan Batuk? Ini Penjelasan dan Faktanya
7 Cara Alami Meredakan Ambeien Tanpa Obat, Efektif Kurangi Nyeri dan Bengkak
7 Minuman yang Bisa Membantu Menurunkan Kolesterol, dari Teh Hijau hingga Susu Kedelai

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:17 WIB

Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:23 WIB

Polri Kerahkan 200 Personel Brimob dan 10 Bareskrim Tangani Karhutla di Kalimantan

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:49 WIB

Hadapi Kekeringan dan Karhutla, Kemenag Ajak Umat Islam Salat Istisqa

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:43 WIB

Operasi Patuh 2026 Dimulai Hari Ini, Korlantas Polri Utamakan Edukasi dan Keselamatan

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:25 WIB

Kapolri Ungkap Laboratorium Sabu di Aceh, Hampir 1,2 Ton Narkotika Disita

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:41 WIB

BGN Kembalikan Rp160,37 Miliar ke Kas Negara, Tindak Lanjuti Temuan BPK

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:17 WIB

MUI Desak Pemerintah Segera Putuskan Nasib Konser Andrea Bocelli di Indonesia

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:06 WIB

Kapan Awal Ramadan 2027? KHGT Tetapkan 1 Ramadan 1448 H Jatuh pada 8 Februari

Berita Terbaru