Presiden Prabowo Resmikan 1.151 Km Jalan Daerah di 37 Provinsi, Perkuat Konektivitas dan Distribusi Pangan Nasional

Penulis -

Selasa, 23 Juni 2026 - 18:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto meresmikan pembangunan jalan daerah di 37 provinsi di Ruas Kedungdung–Bringkoning, Desa Lar Lar, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, Selasa (23/6/2026). (Foto: BPMI Setpres)

Presiden Prabowo Subianto meresmikan pembangunan jalan daerah di 37 provinsi di Ruas Kedungdung–Bringkoning, Desa Lar Lar, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, Selasa (23/6/2026). (Foto: BPMI Setpres)

Sampang, Javanusa—Pemerintah memperkuat konektivitas antarwilayah melalui pembangunan jalan daerah sepanjang 1.151 kilometer yang tersebar di 37 provinsi.

Proyek yang dikerjakan melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) itu diresmikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Ruas Kedungdung–Bringkoning, Desa Lar Lar, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, Selasa (23/6/2026).

Sebelum acara peresmian, Presiden menerima paparan dari Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo terkait capaian pembangunan jalan daerah yang telah dilaksanakan di berbagai provinsi.

Dalam laporannya, Dody menjelaskan program IJD merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 11 Tahun 2025 tentang percepatan peningkatan konektivitas jalan daerah.

Program tersebut dirancang untuk mendukung ketahanan pangan, energi, dan air melalui jaringan infrastruktur yang lebih baik.

Menurut Dody, pembangunan jalan daerah memiliki peran penting dalam memperlancar distribusi hasil produksi dari sentra pertanian, perkebunan, hingga perikanan menuju pasar dan pusat konsumsi.

“Melalui program Inpres Jalan Daerah Nomor 11 Tahun 2025, pemerintah pusat meyakinkan bahwa rantai pasok pangan berjalan lancar dari hulu hingga hilir dan menghubungkan langsung pada wilayah-wilayah sentra produksi menuju pasar-pasar konsumsi secara lebih efisien dan berkelanjutan,” ujar Dody.

Lebih lanjut, Dody melaporkan bahwa capaian nasional program IJD tahun 2025 mencakup pembangunan dan peningkatan jalan sepanjang 1.151 kilometer di 37 provinsi. Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp5,41 triliun untuk mendukung pelaksanaan program tersebut.

Ia menilai capaian itu menunjukkan komitmen pemerintah dalam menghadirkan pembangunan yang lebih merata di seluruh wilayah Indonesia.

“Capaian keseluruhan ini membuktikan komitmen mutlak pemerintah bahwa pembangunan infrastruktur tidak lagi terpusat, melainkan telah menjangkau keseluruh pelosok Indonesia secara lebih inklusif, adil dan rata,” tuturnya.

Presiden: Jalan Daerah Adalah Urat Nadi Ekonomi Rakyat

Pada kesempatan yang sama, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi atas tuntasnya pembangunan jalan daerah yang tersebar dari berbagai kawasan Indonesia. Menurut Presiden, infrastruktur jalan menjadi fondasi utama untuk menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.

Baca Juga :  Survei DEN: Program MBG Dorong Gizi Anak dan Perkuat Ekonomi UMKM Lokal

“Saya menyambut dengan bangga dan bahagia telah selesai pembangunan jalan daerah dengan total sepanjang 1.151 km di seluruh pelosok Indonesia, di 37 provinsi,” kata Presiden.

Presiden menegaskan bahwa jalan daerah memiliki fungsi strategis karena menjadi penghubung utama antara desa, sentra produksi, pasar, kawasan industri, hingga pusat distribusi.

“Kehadiran jalan daerah ini memiliki arti yang sangat penting. Jalan daerah adalah urat nadi perekonomian rakyat. Melalui jalan-jalan inilah hasil panen petani, hasil kebun, hasil perikanan dan berbagai produk masyarakat dapat bergerak dari desa menuju pasar, pusat distribusi, kawasan industri dan sebaliknya dari mana-mana menuju ke desa,” ujar Presiden.

Jalan Daerah Jadi Penopang Ekonomi Rakyat

Pembangunan jalan daerah melalui program IJD diharapkan mampu mempercepat mobilitas barang dan jasa, menekan biaya logistik, serta memperkuat konektivitas antarwilayah. Dengan akses jalan yang semakin baik, distribusi hasil produksi masyarakat menuju pasar dapat berlangsung lebih cepat dan efisien.

Selain mendukung pertumbuhan ekonomi, pemerintah juga menargetkan pemerataan pembangunan infrastruktur agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat hingga ke pelosok Indonesia. (*/red)

Berita Terkait

Polri dan Kemkomdigi Perkuat Kerja Sama Berantas Kejahatan Siber
Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak
Polri Kerahkan 200 Personel Brimob dan 10 Bareskrim Tangani Karhutla di Kalimantan
Hadapi Kekeringan dan Karhutla, Kemenag Ajak Umat Islam Salat Istisqa
Operasi Patuh 2026 Dimulai Hari Ini, Korlantas Polri Utamakan Edukasi dan Keselamatan
Kapolri Ungkap Laboratorium Sabu di Aceh, Hampir 1,2 Ton Narkotika Disita
BGN Kembalikan Rp160,37 Miliar ke Kas Negara, Tindak Lanjuti Temuan BPK
MUI Desak Pemerintah Segera Putuskan Nasib Konser Andrea Bocelli di Indonesia

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:17 WIB

Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:23 WIB

Polri Kerahkan 200 Personel Brimob dan 10 Bareskrim Tangani Karhutla di Kalimantan

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:49 WIB

Hadapi Kekeringan dan Karhutla, Kemenag Ajak Umat Islam Salat Istisqa

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:43 WIB

Operasi Patuh 2026 Dimulai Hari Ini, Korlantas Polri Utamakan Edukasi dan Keselamatan

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:25 WIB

Kapolri Ungkap Laboratorium Sabu di Aceh, Hampir 1,2 Ton Narkotika Disita

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:41 WIB

BGN Kembalikan Rp160,37 Miliar ke Kas Negara, Tindak Lanjuti Temuan BPK

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:17 WIB

MUI Desak Pemerintah Segera Putuskan Nasib Konser Andrea Bocelli di Indonesia

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:06 WIB

Kapan Awal Ramadan 2027? KHGT Tetapkan 1 Ramadan 1448 H Jatuh pada 8 Februari

Berita Terbaru