Presiden Prabowo Resmikan 11 Proyek Hilirisasi Nikel di IWIP Senilai Rp180 Triliun

Penulis -

Kamis, 8 Oktober 2026 - 21:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Javanusa—Presiden Prabowo Subianto meresmikan komersialisasi dan pembangunan 11 proyek hilirisasi di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Halmahera Tengah, Maluku Utara, Kamis (8/10/2026).

Total investasi dalam rangkaian proyek tersebut mencapai USD10,2 miliar atau sekitar Rp180 triliun. Pada kesempatan yang sama, pemerintah juga melepas ekspor perdana baterai kendaraan listrik.

Setibanya di kawasan IWIP, Prabowo meninjau sejumlah fasilitas industri yang berada di sepanjang rute menuju lokasi acara.

Fasilitas yang ditinjau mencakup industri precursor sebagai bahan baku baterai, pengolahan nikel, serta industri aluminium.

Presiden kemudian menyambangi Wisma Tsingshan. Di lokasi tersebut, ia melihat berbagai stan yang menampilkan informasi mengenai perkembangan IWIP.

Paparan itu mencakup perjalanan pembangunan kawasan industri, pengembangan ekosistem hilirisasi, serta berbagai investasi yang sudah berjalan maupun sedang disiapkan.

Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, menjelaskan bahwa proyek yang diluncurkan mencakup industri yang telah memasuki tahap komersialisasi dan sejumlah proyek baru.

“Ini bergerak dari material baterai berbasis nikel, kemudian proyeksi baterai, aluminium elektrolit, alat berat berbasis listrik itu yang sudah selesai,” ujar Rosan.

Menurut Rosan, pemerintah juga akan memulai pembangunan sejumlah fasilitas baru. Proyek tersebut meliputi material baterai berbasis nikel, separator baterai EV, elektronik baterai EV, serta aluminium elektronik.

Selain itu, pembangunan mencakup alat berat berbasis listrik untuk kebutuhan truk, pertambangan, dan industri. Proyek photovoltaic glass juga masuk dalam rangkaian investasi untuk mendukung industri energi surya.

Ekosistem Hilirisasi Bernilai Rp180 Triliun

Dalam sambutannya, Prabowo menyebut 11 proyek tersebut terdiri atas empat proyek industri yang memasuki tahap komersialisasi dan tujuh proyek baru yang mulai dibangun.

Seluruhnya menjadi bagian dari pengembangan ekosistem hilirisasi di IWIP. Pemerintah mengarahkan program tersebut untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam melalui pengolahan di dalam negeri.

Baca Juga :  Pemko Padang Beri Diskon Tarif Air 50 Persen, Ringankan Beban Warga Pascabencana Banjir Bandang

“Hari ini kita akan meluncurkan ekspor perdana baterai kendaraan listrik. Kemudian kita juga akan meluncurkan 11 proyek hilirisasi, terdiri dari komersialisasi 4 proyek industri dan dimulai pembangunan 7 proyek industri baru, di kawasan ini, Kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park,” ucap Prabowo.

Presiden menegaskan, hilirisasi menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam mengoptimalkan pengelolaan kekayaan alam Indonesia.

Menurut Prabowo, Indonesia tidak cukup hanya mengandalkan ekspor sumber daya alam dalam bentuk mentah. Pengolahan di dalam negeri dapat menghasilkan nilai tambah yang lebih besar sekaligus mendorong manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Kita menyadari bahwa Tuhan Yang Maha Kuasa telah memberi kepada kita anugerah kekayaan alam yang sangat bernilai dan sangat besar. Tapi kekayaan alam tersebut harus mampu kita kelola dengan baik. Sehingga dapat memberi manfaat kesejahteraan dan kemakmuran bagi rakyat dan bangsa kita,” tutur Kepala Negara.

Turut hadir Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Sugiono. Serta Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.

Hadir pula Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Investasi dan Hilirisasi/CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani, serta Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait.

Selain itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto, dan Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda turut hadir.

Chairman of Tsingshan Industry Xiang Guang Da juga menghadiri agenda peresmian tersebut. (*/BPMI Setpres)

Berita Terkait

BGN Wajibkan 21.527 SPPG Perbarui SPK, Perketat Pengawasan Program MBG
Promotor Pastikan Visa Andrea Bocelli Terbit, Berbeda dengan Pernyataan Dirjen Imigrasi
BGN Catat Efisiensi Rp44 Triliun, Program MBG Masuki Transformasi 2.0
Pemerintah Jamin Serapan Jagung Petani, Bulog Siap Beli Hasil Panen
Kemnaker Verifikasi Mitra MagangHub Batch 3 hingga 30 Oktober 2026, Ini Jadwal Seleksinya
Kemnaker Buka Pendaftaran MagangHub Batch 3, Cek Jadwalnya
Polri dan Kemkomdigi Perkuat Kerja Sama Berantas Kejahatan Siber
Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:31 WIB

Erick Yusuf: Film Buya Hamka Jadi Tuntunan di Tengah Krisis Keteladanan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Visa Andrea Bocelli Belum Terbit, Imigrasi Tunggu Keputusan Kabaintelkam Polri

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:44 WIB

Sinopsis Film Laut Bercerita dan The Doll Ghawiah, Dua Film Lokal Terbaru Tayang Hari Ini!

Rabu, 28 Oktober 2026 - 22:12 WIB

Bunga Nafisa dan Deandra Nadira Rilis Single Dar Der Dor Ser, Usung Musik Endikup

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:13 WIB

Lewat Merayu Waktu, Eltasya Angkat Kisah Sulit Melepaskan Masa Lalu

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:24 WIB

Gandeng LDR Team, Lindee Cremona Rilis Single Dewasaku Membanggakanmu

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:11 WIB

Ruth Garcia Rilis Lagu Salahkah, Ungkap Pergulatan Batin Usai Dikhianati

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:05 WIB

AI Mampu Bikin Film, Nezar Patria Soroti Tantangan Baru Sensor Film

Berita Terbaru