Jakarta, Javanusa—Presiden Prabowo Subianto menyebut Indonesia telah mencapai swasembada pada delapan komoditas pangan strategis.
Capaian tersebut menunjukkan produksi dalam negeri mampu memenuhi kebutuhan nasional, sekaligus memperkuat ketahanan pangan menghadapi berbagai tekanan global.
Dalam Pidato Presiden RI pada Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD, Jumat (14/8), Prabowo mengatakan pemerintah berhasil mempercepat target swasembada pangan.
“Karena kebijakan-kebijakan kita dan kerja keras kita, swasembada pangan yang dahulu kita targetkan tercapai dalam empat tahun ternyata berhasil kita capai dalam waktu satu tahun,” ujar Presiden Prabowo.
Delapan komoditas pangan capai swasembada
Prabowo menyebut delapan komoditas tersebut terdiri atas beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam ras, telur ayam ras, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit.
Berdasarkan proyeksi neraca pangan 2026, produksi beras diperkirakan mencapai 34,77 juta ton. Sementara itu, kebutuhan nasional berada di angka 31,10 juta ton.
Dengan demikian, beras mencatat surplus sekitar 3,67 juta ton. Kondisi tersebut menjadi salah satu penopang penting ketahanan pangan nasional.
Produksi jagung juga menunjukkan posisi yang sama. Pemerintah memproyeksikan produksi komoditas tersebut mencapai 18 juta ton dengan kebutuhan nasional sekitar 16,44 juta ton.
Artinya, Indonesia memiliki surplus jagung sekitar 1,56 juta ton. Ketersediaan tersebut dapat mendukung kebutuhan domestik, termasuk sektor pangan dan pakan.
Pada gula konsumsi, produksi nasional diproyeksikan mencapai 3,04 juta ton. Angka itu lebih tinggi dibandingkan kebutuhan yang mencapai 2,84 juta ton.
Neraca tersebut menghasilkan surplus sekitar 207 ribu ton. Produksi gula konsumsi pun berada di atas kebutuhan dalam negeri.
Produksi peternakan juga mencatat surplus
Kinerja positif turut terlihat pada komoditas peternakan. Produksi daging ayam ras diproyeksikan mencapai 4,90 juta ton.
Sementara itu, kebutuhan nasional berada di kisaran 4,02 juta ton. Kondisi tersebut menghasilkan surplus sekitar 876 ribu ton.
Produksi telur ayam ras juga melampaui kebutuhan domestik. Produksinya diperkirakan mencapai 6,99 juta ton, sedangkan kebutuhan nasional sekitar 6,47 juta ton.
Dengan selisih tersebut, surplus telur ayam ras mencapai sekitar 516 ribu ton. Data itu menunjukkan kapasitas produksi peternakan semakin kuat dalam menopang kebutuhan masyarakat.
Komoditas hortikultura ikut mencatat surplus
Swasembada juga mencakup sejumlah komoditas hortikultura. Produksi cabai besar diproyeksikan mencapai 1,52 juta ton.
Kebutuhan nasional berada di angka sekitar 929 ribu ton. Dengan demikian, surplus cabai besar mencapai sekitar 588 ribu ton.
Cabai rawit mencatat surplus yang tidak jauh berbeda. Produksinya diperkirakan mencapai 1,51 juta ton dengan kebutuhan sekitar 914 ribu ton.
Selisih produksi dan kebutuhan tersebut menghasilkan surplus sekitar 595 ribu ton. Sementara itu, produksi bawang merah diproyeksikan mencapai 1,32 juta ton.
Kebutuhan bawang merah nasional mencapai sekitar 1,25 juta ton. Dengan demikian, komoditas tersebut memiliki surplus sekitar 63 ribu ton.
Pemerintah siapkan pangan hadapi El Nino
Presiden Prabowo menilai capaian swasembada pangan menjadi modal penting menghadapi ketidakpastian global. Indonesia juga harus memperhitungkan ancaman perubahan iklim dan potensi El Nino.
Menurut Prabowo, kondisi pangan nasional saat ini berada dalam keadaan aman. Pemerintah juga menyiapkan kapasitas produksi untuk menghadapi tantangan tersebut.
“Kita, Alhamdulillah dapat saya laporkan di majelis ini soal pangan, soal makanan untuk rakyat Indonesia kita berada dalam keadaan aman dan kita akan mampu menghadapi tantangan-tantangan termasuk tantangan El Nino,” kata Presiden Prabowo.
Capaian itu, lanjut Prabowo, tidak lahir dari kerja pemerintah pusat saja. Kementerian Pertanian, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, TNI, Polri, petani, dan pelaku usaha pangan turut berperan dalam penguatan produksi nasional.
Pemerintah juga melakukan pembenahan tata kelola pupuk dan meningkatkan ketersediaannya. Kebijakan tersebut diarahkan untuk mendukung produktivitas petani sekaligus mempercepat pencapaian swasembada pangan.
Presiden Prabowo minta pemerintah tidak cepat puas
Meski mencatat kemajuan, Prabowo mengingatkan pemerintah agar tidak menjadikan capaian tersebut sebagai alasan untuk berhenti bekerja.
Menurutnya, swasembada pangan harus terus dijaga agar ketahanan pangan nasional semakin kuat. Pemerintah juga perlu memastikan manfaat peningkatan produksi dapat dirasakan masyarakat.
“Sekali lagi ini bukan alasan untuk kita berpuas diri. Ini adalah rangsangan untuk kita bekerja lebih keras lagi,” tegas Presiden Prabowo. (*)






