Jakarta, Javanusa—Harga cabai di sejumlah daerah mulai menunjukkan tren penurunan seiring pasokan yang meningkat pada Maret 2026.
Data pemerintah mencatat produksi cabai dalam kondisi surplus, sehingga membantu menekan harga di tingkat konsumen dan produsen.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyatakan pemerintah berfokus menjaga keseimbangan antara pasokan dan harga pangan.
Ia menegaskan upaya pengendalian dilakukan melalui penguatan produksi dan distribusi agar harga tetap sesuai acuan pemerintah.
“Pemerintah memastikan pasokan terjaga dan harga di tingkat konsumen tetap dalam batas wajar,” kata Amran dalam keterangan tertulis, Jumat (20/3/2026).
Di tingkat pasar, pelaku usaha di Pasar Pare, Kediri, melaporkan penurunan harga, khususnya cabai rawit merah yang kini berada di kisaran Rp57.000 per kilogram setelah sebelumnya sempat melampaui harga acuan.
Sementara itu, di tingkat petani, harga cabai rawit merah juga tercatat turun menjadi sekitar Rp55.000 per kilogram. Penurunan ini terjadi seiring meningkatnya volume panen di sejumlah sentra produksi.
Berdasarkan data early warning system Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, neraca produksi cabai pada Maret 2026 mengalami surplus. Cabai rawit merah diperkirakan surplus 46.868 ton, sedangkan cabai besar surplus 8.282 ton.
Kondisi ini didorong oleh panen di sejumlah daerah sentra seperti Kabupaten Garut, Kabupaten Blitar, dan Magelang. Peningkatan produksi dari wilayah tersebut menambah pasokan ke pasar, terutama menjelang periode hari besar keagamaan.
Distribusi Jadi Kunci
Direktur Jenderal Hortikultura, Muhammad Taufiq Ratule, menyebut stabilitas harga dipengaruhi sinergi antara petani, pelaku usaha, dan pemerintah daerah.
Menurutnya, peningkatan produksi mampu mengimbangi lonjakan permintaan sehingga menjaga keseimbangan pasar.
Senada, Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Muhammad Agung Sunusi, mengatakan distribusi dari sentra produksi ke pasar utama terus diperkuat agar pasokan tetap lancar.
Asosiasi dan pelaku usaha cabai menilai kondisi surplus membuka peluang memperluas distribusi sekaligus mendukung stabilisasi harga. Di sisi lain, konsumen mulai merasakan harga yang lebih terjangkau di sejumlah wilayah, termasuk di pasar-pasar utama.
Pemerintah menyatakan akan terus memantau produksi dan distribusi untuk menjaga keseimbangan pasokan dan harga cabai ke depan. (*/red)






