Program Dai 3T 2026 Lampaui Target, Kemenag Kirim 2.199 Pendakwah ke Wilayah Terpencil

Penulis -

Jumat, 15 Mei 2026 - 09:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Penerangan Agama Islam, Muchlis M. Hanafi saat pada Apresiasi Mitra Program Dai Wilayah 3T di Kementerian Agama, Jakarta, Rabu (13/5/2026). (Foto: Kemenag)

Direktur Penerangan Agama Islam, Muchlis M. Hanafi saat pada Apresiasi Mitra Program Dai Wilayah 3T di Kementerian Agama, Jakarta, Rabu (13/5/2026). (Foto: Kemenag)

Jakarta, Javanusa—Sebanyak 2.199 pendakwah dikirim ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) sepanjang 2026. Jumlah tersebut melampaui target awal Kementerian Agama (Kemenag) yang menetapkan pengiriman 1.500 dai.

“Tahun ini jumlah dai yang kita kirim melampaui target. Dari target 1.500 dai, alhamdulillah terealisasi sebanyak 2.199 dai yang dikirim ke wilayah 3T,” kata Direktur Penerangan Agama Islam, Muchlis M. Hanafi saat memberi sambutan pada Apresiasi Mitra Program Dai Wilayah 3T yang digelar Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Rabu (13/5/2026) di Kementerian Agama, Jakarta.

Muchlis M. Hanafi mengatakan, program pengiriman dai ke wilayah 3T menjadi langkah strategis untuk memperkuat pemahaman keagamaan, menanamkan nilai toleransi, serta memperkuat kehidupan sosial masyarakat di pelosok negeri.

Karena itu, dakwah tidak boleh berhenti di wilayah perkotaan, tetapi harus menjangkau seluruh lapisan masyarakat hingga daerah terpencil.

“Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan dakwah yang inklusif dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Ini bukan hanya tugas negara, tetapi tugas kita bersama sebagai umat,” lanjutnya.

Ia juga mengungkapkan masih terdapat masyarakat di wilayah terpencil yang belum mampu membaca Al-Qur’an dan memahami praktik ibadah dengan baik. Oleh sebab itu, program pengiriman dai akan terus diperkuat pada tahun-tahun mendatang.

Dakwah Penting Menjawab Persoalan Sosial

Selain memperkuat pemahaman keagamaan, Muchlis menilai dakwah juga memiliki peran penting dalam merespons berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat. Persoalan tersebut mencakup ketahanan keluarga, kemiskinan, hingga budaya pemborosan makanan.

“Di satu sisi ada jutaan ton makanan terbuang setiap tahun, sementara di sisi lain masih banyak masyarakat yang kesulitan makan. Ini menjadi tugas dakwah kita untuk mengedukasi masyarakat tentang etika konsumsi dalam Islam,” ujarnya.

Baca Juga :  Puncak Festival Durian Solok Selatan Ke-4: 2.025 Buah Durian Dibagikan Gratis untuk Masyarakat

“Kementerian Agama sangat mengapresiasi partisipasi, keterlibatan, perhatian, dan totalitas seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan program yang sangat mulia ini,” tambah Muchlis.

Kolaborasi Pemerintah dan Lembaga Filantropi Diperkuat

Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Waryono, mengatakan sinergi pemerintah bersama Badan Amil Zakat Nasional dan berbagai LAZ terus diperkuat dalam program pemberdayaan umat, termasuk mendukung pengiriman dai ke wilayah 3T.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh lembaga yang telah mengirimkan dai dan mendukung program ini. Dukungan tersebut tidak hanya diberikan kepada Bimas Islam, tetapi juga kepada sektor pendidikan Islam melalui program beasiswa dan penguatan sumber daya manusia,” kata Waryono.

Menurutnya, keberadaan lembaga zakat dan filantropi semakin penting di tengah kebutuhan masyarakat di daerah terpencil yang masih memerlukan perhatian bersama.

Ia mencontohkan masih adanya masyarakat di pelosok yang menghadapi keterbatasan akses layanan dasar, termasuk kesehatan.

Kondisi itu menunjukkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, lembaga filantropi, dan organisasi keagamaan dalam mendukung pembangunan masyarakat.

“Kami mendapat banyak laporan dari daerah 3T bahwa pembangunan Indonesia membutuhkan kerja bersama dari berbagai pihak. Karena itu kami berharap kolaborasi ini terus diperkuat ke depannya,” tandasnya.

Kementerian Agama juga menyampaikan terima kasih kepada para mitra yang mendukung program dai 3T. Mitra tersebut di antaranya Badan Amil Zakat Nasional, BSI Maslahat, Baitulmaal Muamalat, Hadji Kalla, Baitul Maal Hidayatullah, Dewan Dakwah, PPPA Daarul Qur’an, Pondok Pesantren As’adiyah, Ma’had Aly Al-Mubaarok Manggisan, serta Pondok Pesantren Dzikir Al Fath Sukabumi. (*/red)

Berita Terkait

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Hujan Lebat di Pasaman Barat dan Pesisir Selatan Hari Ini
Kepala BGN Sudaryono: Insentif MBG Kini Lebih Adil, Proporsional dan Efisien
Uji Coba MBG Sistem Prasmanan, BGN Ingin Makanan Lebih Hangat dan Segar di Sekolah
MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah SLTA, tapi Tak Batalkan sebagai Wapres
Pemerintah Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah dan Madrasah hingga 2029, Kemenag Siap Bersinergi
Kemenag Buka Bantuan S2 dan S3 hingga Rp25 Juta, Cek Syarat dan Jadwalnya
Kontes Sapi APPSI Piala Presiden 2026 Dorong Peternak Perkuat Genetik dan Produktivitas
Mentan Amran Sambut Wamentan Saleh Mustafa: Speed Kerja Pertanian Harus Meningkat

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:43 WIB

BMKG Maritim Teluk Bayur Peringatkan Potensi Banjir Rob di Pesisir Sumbar 9–12 Oktober

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:01 WIB

Perkuat Ketahanan Pangan, Pemko Padang Dorong Budidaya Ikan RAS dan Mina Padi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:44 WIB

Padang Mulai Uji Teknologi AI untuk Petakan Kerusakan Infrastruktur Pascabencana

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:18 WIB

Kabut Asap Selimuti Padang, BPBD Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Penumpang KA Lembah Anai Terlibat Perselisihan, KAI Ingatkan Etika di Kereta

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:22 WIB

Kafilah Bungus Teluk Kabung Siap Hadapi MTQN ke-42 Kota Padang, Persiapan Capai 85 Persen

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:17 WIB

Padang Utara Siapkan 72 Kafilah, Targetkan Juara Umum MTQN ke-42 Kota Padang

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:11 WIB

KAI Divre II Sumbar Tutup 30 Perlintasan Liar, Keselamatan di Jalur Kereta Diperketat

Berita Terbaru