Jakarta, Javanua—Ratusan ribu lulusan baru di Indonesia memanfaatkan program magang nasional sebagai pintu masuk dunia kerja.
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menginisiasi program ini sebagai jembatan antara pendidikan formal dan kebutuhan industri yang terus berubah.
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan pentingnya penguatan kompetensi generasi muda agar mampu beradaptasi.
Ia menyampaikan hal tersebut saat menutup Program Magang Nasional Batch 2 di Jakarta, Selasa (26/5/2026). Ia menilai dunia kerja kini semakin kompetitif dan menuntut kesiapan tinggi dari lulusan baru.
Magang sebagai Instrumen Strategis
Yassierli menjelaskan program magang menjadi instrumen strategis pemerintah. Program ini menghubungkan lulusan baru dengan kebutuhan industri secara langsung.
Peserta memperoleh pengalaman kerja nyata melalui program ini. Selain itu, peserta juga mempelajari budaya kerja secara langsung di perusahaan. Mereka juga mengasah keterampilan teknis dan memperluas wawasan profesional sebelum masuk pasar kerja.
Partisipasi Capai 76 Ribu Peserta
Secara akumulatif, Program Magang Nasional Batch 1 dan Batch 2 melibatkan sekitar 76 ribu peserta. Batch pertama mencatat 14 ribu peserta. Sementara itu, batch kedua melibatkan sekitar 62 ribu peserta.
Partisipasi tinggi ini menunjukkan antusiasme besar lulusan baru. Mereka aktif mencari pengalaman kerja di dunia industri.
“Program ini membantu peserta mengenali sistem kerja di perusahaan sekaligus membangun kesiapan menghadapi persaingan kerja yang semakin ketat,” ujar Yassierli.
Sertifikasi Kompetensi Jadi Nilai Tambah
Kementerian Ketenagakerjaan menyediakan opsi sertifikasi kompetensi bagi peserta magang. Proses asesmen dilakukan secara tatap muka di balai pelatihan. Pelaksanaan pengujian keterampilan mengikuti standar yang ditetapkan.
Yassierli menilai sertifikasi memberi nilai tambah penting bagi peserta. Ia menegaskan pengakuan kompetensi meningkatkan daya saing lulusan di dunia kerja.
“Pengalaman praktik ditambah sertifikasi kompetensi akan meningkatkan kepercayaan diri sekaligus membuka peluang kerja yang lebih luas,” tambahnya.
Evaluasi Menunjukkan Kepuasan Tinggi
Evaluasi Batch 1 menunjukkan tingkat kepuasan tinggi. Sekitar 85 persen peserta menyatakan puas hingga sangat puas. Sebanyak 14 persen peserta merasa cukup puas. Tingkat ketidakpuasan tercatat sangat rendah, sekitar 0,7 persen.
Respons positif juga datang dari perusahaan mitra. Dari sekitar 4.000 perusahaan, 81 persen menyatakan puas hingga sangat puas. Tingkat ketidakpuasan perusahaan hanya sekitar 0,4 persen.
Magang Dorong Peluang Kerja
Yassierli menilai program ini memberi manfaat ganda bagi peserta dan dunia usaha. Sekitar 35 persen peserta Batch 1 mendapat tawaran kerja dari perusahaan tempat magang.
“Ini membuktikan program magang mampu menjadi pintu masuk yang efektif bagi generasi muda ke dunia kerja,” ujarnya.
Target 2026 dan Tahap Pelaksanaan
Pemerintah menargetkan perluasan Program Magang Nasional pada 2026. Target peserta meningkat menjadi 150 ribu orang sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Sebelumnya, target berada pada angka 100 ribu peserta.
Kementerian Ketenagakerjaan menyiapkan tahapan pelaksanaan bersama perusahaan mitra. Tahapan mencakup pembukaan lowongan, verifikasi, seleksi administrasi, dan seleksi daring.
Tahap awal program 2026 mulai berjalan pada Juli dengan target 50 ribu peserta. Pelaksanaan berlanjut secara bertahap hingga target nasional tercapai.
“Kami mengajak para lulusan baru dan fresh graduate untuk memanfaatkan kesempatan ini guna menambah pengalaman, meningkatkan keterampilan, dan memperluas peluang kerja,” tutup Yassierli. (*/red)






