Program Magang Nasional 2026 Tahap I Dimulai Juli, Targetkan 50 Ribu Peserta

Penulis -

Kamis, 28 Mei 2026 - 17:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli resmi menutup Program Magang Nasional Batch 2 di Ruang Tridarma Kemnaker, Jakarta, Selasa (26/5/2026). (Foto: Kemnaker)

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli resmi menutup Program Magang Nasional Batch 2 di Ruang Tridarma Kemnaker, Jakarta, Selasa (26/5/2026). (Foto: Kemnaker)

Jakarta, Javanua—Ratusan ribu lulusan baru di Indonesia memanfaatkan program magang nasional sebagai pintu masuk dunia kerja.

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menginisiasi program ini sebagai jembatan antara pendidikan formal dan kebutuhan industri yang terus berubah.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan pentingnya penguatan kompetensi generasi muda agar mampu beradaptasi.

Ia menyampaikan hal tersebut saat menutup Program Magang Nasional Batch 2 di Jakarta, Selasa (26/5/2026). Ia menilai dunia kerja kini semakin kompetitif dan menuntut kesiapan tinggi dari lulusan baru.

Magang sebagai Instrumen Strategis

Yassierli menjelaskan program magang menjadi instrumen strategis pemerintah. Program ini menghubungkan lulusan baru dengan kebutuhan industri secara langsung.

Peserta memperoleh pengalaman kerja nyata melalui program ini. Selain itu, peserta juga mempelajari budaya kerja secara langsung di perusahaan. Mereka juga mengasah keterampilan teknis dan memperluas wawasan profesional sebelum masuk pasar kerja.

Partisipasi Capai 76 Ribu Peserta

Secara akumulatif, Program Magang Nasional Batch 1 dan Batch 2 melibatkan sekitar 76 ribu peserta. Batch pertama mencatat 14 ribu peserta. Sementara itu, batch kedua melibatkan sekitar 62 ribu peserta.

Partisipasi tinggi ini menunjukkan antusiasme besar lulusan baru. Mereka aktif mencari pengalaman kerja di dunia industri.

“Program ini membantu peserta mengenali sistem kerja di perusahaan sekaligus membangun kesiapan menghadapi persaingan kerja yang semakin ketat,” ujar Yassierli.

Sertifikasi Kompetensi Jadi Nilai Tambah

Kementerian Ketenagakerjaan menyediakan opsi sertifikasi kompetensi bagi peserta magang. Proses asesmen dilakukan secara tatap muka di balai pelatihan. Pelaksanaan pengujian keterampilan mengikuti standar yang ditetapkan.

Yassierli menilai sertifikasi memberi nilai tambah penting bagi peserta. Ia menegaskan pengakuan kompetensi meningkatkan daya saing lulusan di dunia kerja.

“Pengalaman praktik ditambah sertifikasi kompetensi akan meningkatkan kepercayaan diri sekaligus membuka peluang kerja yang lebih luas,” tambahnya.

Baca Juga :  Semen Padang FC Dibantai Persebaya 0-7 di Kandang
Evaluasi Menunjukkan Kepuasan Tinggi

Evaluasi Batch 1 menunjukkan tingkat kepuasan tinggi. Sekitar 85 persen peserta menyatakan puas hingga sangat puas. Sebanyak 14 persen peserta merasa cukup puas. Tingkat ketidakpuasan tercatat sangat rendah, sekitar 0,7 persen.

Respons positif juga datang dari perusahaan mitra. Dari sekitar 4.000 perusahaan, 81 persen menyatakan puas hingga sangat puas. Tingkat ketidakpuasan perusahaan hanya sekitar 0,4 persen.

Magang Dorong Peluang Kerja

Yassierli menilai program ini memberi manfaat ganda bagi peserta dan dunia usaha. Sekitar 35 persen peserta Batch 1 mendapat tawaran kerja dari perusahaan tempat magang.

“Ini membuktikan program magang mampu menjadi pintu masuk yang efektif bagi generasi muda ke dunia kerja,” ujarnya.

Target 2026 dan Tahap Pelaksanaan

Pemerintah menargetkan perluasan Program Magang Nasional pada 2026. Target peserta meningkat menjadi 150 ribu orang sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Sebelumnya, target berada pada angka 100 ribu peserta.

Kementerian Ketenagakerjaan menyiapkan tahapan pelaksanaan bersama perusahaan mitra. Tahapan mencakup pembukaan lowongan, verifikasi, seleksi administrasi, dan seleksi daring.

Tahap awal program 2026 mulai berjalan pada Juli dengan target 50 ribu peserta. Pelaksanaan berlanjut secara bertahap hingga target nasional tercapai.

“Kami mengajak para lulusan baru dan fresh graduate untuk memanfaatkan kesempatan ini guna menambah pengalaman, meningkatkan keterampilan, dan memperluas peluang kerja,” tutup Yassierli. (*/red)

Berita Terkait

Polri dan Kemkomdigi Perkuat Kerja Sama Berantas Kejahatan Siber
Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak
Polri Kerahkan 200 Personel Brimob dan 10 Bareskrim Tangani Karhutla di Kalimantan
Hadapi Kekeringan dan Karhutla, Kemenag Ajak Umat Islam Salat Istisqa
Operasi Patuh 2026 Dimulai Hari Ini, Korlantas Polri Utamakan Edukasi dan Keselamatan
Kapolri Ungkap Laboratorium Sabu di Aceh, Hampir 1,2 Ton Narkotika Disita
BGN Kembalikan Rp160,37 Miliar ke Kas Negara, Tindak Lanjuti Temuan BPK
MUI Desak Pemerintah Segera Putuskan Nasib Konser Andrea Bocelli di Indonesia

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:59 WIB

Progres Flyover Sitinjau Lauik I Capai 35,275 Persen, Jembatan 1 Rampung

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:17 WIB

Pemerintah Siapkan Storage di Dalam Negeri, Impor Crude Tak Lagi Mampir ke Negara Lain

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:02 WIB

Pemko Padang Lengkapi Fasilitas Basement Blok II dan III Pasar Raya, Pedagang Diminta Mulai Berjualan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:00 WIB

Tekan Gejolak Harga Pangan, Pemerintah Gelar GPM Serentak di 38 Provinsi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:38 WIB

Gerakan Pangan Murah Payakumbuh, Cabai Merah Dijual Rp50 Ribu per Kg

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:31 WIB

Pemko Padang dan UPTD PPD Padang Perkuat Sinergi, Optimalkan PAD Lewat Inovasi Layanan Pajak Kendaraan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:14 WIB

Gandeng BRI, Pemko Padang Pacu PAD Lewat Digitalisasi Retribusi dan Pajak Daerah

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:25 WIB

Optimalkan PAD Lewat Digitalisasi, Pemko Padang Jajaki Kerja Sama dengan BRI

Berita Terbaru