Program Transmigrasi Dilirik Pemda, 61 Kepala Daerah Usulkan Pembukaan Kawasan Transmigrasi

Penulis -

Rabu, 27 Mei 2026 - 18:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi saat mengisi podcast pada salah satu media, Jakarta, Kamis (21/5). (Foto: Kementrans)

Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi saat mengisi podcast pada salah satu media, Jakarta, Kamis (21/5). (Foto: Kementrans)

Jakarta, Javanusa—Banyak pemerintah daerah kini kembali melirik program transmigrasi sebagai strategi pembukaan kawasan baru.

Langkah ini juga mendukung pemerataan pembangunan wilayah di berbagai daerah Indonesia.

Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi menyebut minat tersebut terlihat dari meningkatnya usulan kepala daerah. Usulan itu diajukan kepada pemerintah pusat untuk membuka kawasan transmigrasi baru di wilayah masing-masing.

Viva Yoga menegaskan fenomena perpindahan penduduk harus dipahami berbeda antara urbanisasi dan transmigrasi. Ia menilai kedua konsep tersebut memiliki dampak sosial dan ekonomi yang tidak sama.

Urbanisasi merupakan perpindahan penduduk dari desa ke kota secara mandiri atau karena pengaruh lingkungan.
Jika tidak terkendali, urbanisasi dapat menimbulkan berbagai persoalan di perkotaan.

“Bila pergi ke kota tanpa diimbangi dengan ketrampilan kerja dan tak adanya lapangan kerja maka arus perpindahan penduduk itu akan menimbulkan masalah ekonomi dan sosial, seperti kemiskinan, pengangguran, kriminal, hingga merusak citra kota,” ujar Viva Yoga.

Transmigrasi sebagai Program Terencana Pemerintah

Berbeda dengan urbanisasi, transmigrasi merupakan program yang pemerintah pusat dan daerah rancang secara terstruktur. Program ini melibatkan masyarakat untuk pindah ke kawasan yang telah ditetapkan.

Peserta transmigrasi memperoleh fasilitas berupa lahan, rumah, serta jaminan kehidupan selama satu hingga satu setengah tahun. Skema ini bertujuan menciptakan pemerataan pembangunan dan peluang ekonomi baru.

Dampak Nyata Sejak Tahun 1950-an

Program transmigrasi yang berjalan sejak tahun 1950-an menunjukkan dampak positif bagi pembangunan wilayah.
Program ini mendorong pertumbuhan ekonomi di luar Pulau Jawa secara bertahap.

Selain itu, transmigrasi meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan baru. Program ini juga membuka lapangan kerja di berbagai sektor lokal.

Wilayah yang sebelumnya kosong, sepi, dan terisolasi kini berkembang menjadi pusat aktivitas ekonomi. Kondisi ini juga menarik perhatian banyak kepala daerah.

Baca Juga :  Pemko Padang dan BPN Bahas Percepatan Lahan Sekolah Rakyat hingga IPA PDAM
61 Proposal Kepala Daerah untuk Kawasan Transmigrasi

“Ada 61 proposal yang diajukan para bupati untuk membuka kawasan baru transmigrasi di daerahnya yang masih luas dan minim penduduk,” ujarnya.

Viva Yoga menjelaskan para kepala daerah melihat langsung dampak positif program tersebut. Mereka menilai transmigrasi mampu mengubah wilayah terisolasi menjadi kawasan produktif.

“Para bupati ingin ada kawasan baru sebab sudah terbukti dengan pembukaan lahan untuk transmigrasi mampu membuka kawasan yang terisolasi menjadi kawasan yang dapat diakses sehingga di sana tumbuh aktivitas ekonomi,” katanya.

Pertumbuhan Ekonomi hingga Pembentukan Kota Baru

Ia menambahkan pertumbuhan ekonomi di kawasan transmigrasi dimulai dari aktivitas kecil. Aktivitas itu berkembang secara bertahap hingga membentuk pusat permukiman baru.

“Dari aktivitas yang kecil hingga akhirnya menjadi kota. Jadi program ini mampu menciptakan kota-kota baru,” tambah Viva Yoga.

Capaian Program Transmigrasi Nasional

Sejauh ini, program transmigrasi telah melahirkan 1.567 desa. Program ini juga membentuk 466 kecamatan di berbagai wilayah Indonesia.

Selain itu, tercatat 116 kabupaten dan tiga provinsi lahir dari program tersebut. Angka ini menunjukkan kontribusi besar transmigrasi terhadap pembangunan nasional.

“Desa hingga kabupaten dan provinsi akan bertambah bila kawasan baru yang diajukan bupati direalisasi,” tutur mantan Anggota Komisi IV DPR itu.

Pendekatan Tematik dan Komoditas Unggulan

Viva Yoga menegaskan transmigrasi tidak hanya diperuntukkan bagi petani. Saat ini program dikembangkan dengan pendekatan tematik di setiap kawasan.

Dari 154 kawasan transmigrasi, masing-masing memiliki komoditas unggulan berbeda. Pendekatan ini dirancang untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi daerah.

Perubahan Paradigma Transmigrasi

Dorongan kepala daerah juga dipengaruhi perubahan paradigma transmigrasi. Pada masa Orde Baru, program ini bersifat top down dari pemerintah pusat.

Baca Juga :  3 Zodiak Ini Diprediksi Dapat Kejutan Istimewa pada Minggu 4 Oktober

Namun sejak era reformasi, pendekatannya berubah menjadi bottom up. Pemerintah daerah kini menentukan ada atau tidaknya transmigrasi di wilayahnya.

“Pemerintah daerah yang menentukan ada tidaknya transmigrasi di wilayahnya,” ucap Viva Yoga.

Transmigrasi Masih Relevan untuk Pembangunan Nasional

Dengan meningkatnya jumlah proposal, Viva Yoga menilai transmigrasi masih relevan. Program ini menjadi instrumen penting pembangunan daerah dan nasional.

Ia berharap Kementerian Transmigrasi tetap berdiri sendiri ke depan. Hal ini untuk menjaga fokus pembangunan kawasan transmigrasi di Indonesia.

“Dengan fakta demikian, saya berharap Kementerian Transmigrasi ke depannya tidak digabung-gabungkan lagi dengan bidang lainnya,” kata mantan Presidium MN KAHMI itu. (*/red)

Berita Terkait

BGN Catat Efisiensi Rp44 Triliun, Program MBG Masuki Transformasi 2.0
Pemerintah Jamin Serapan Jagung Petani, Bulog Siap Beli Hasil Panen
Kemnaker Verifikasi Mitra MagangHub Batch 3 hingga 30 Oktober 2026, Ini Jadwal Seleksinya
Kemnaker Buka Pendaftaran MagangHub Batch 3, Cek Jadwalnya
Polri dan Kemkomdigi Perkuat Kerja Sama Berantas Kejahatan Siber
Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak
Polri Kerahkan 200 Personel Brimob dan 10 Bareskrim Tangani Karhutla di Kalimantan
Hadapi Kekeringan dan Karhutla, Kemenag Ajak Umat Islam Salat Istisqa

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:26 WIB

Tanpa Tegar, Sumsel United Siap Tempur Lawan Semen Padang

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:24 WIB

Stadion Haji Agus Salim Padang Punya Kapasitas 12.067 Penonton, Ini Fasilitasnya

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:42 WIB

Genoa Bungkam Juventus 2-0, Bianconeri Tertahan di Peringkat 8

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Hasil Carabao Cup: Manchester City Singkirkan Brighton Lewat Adu Penalti 4-3

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:20 WIB

Tanpa Harry Kane, Bayern Munich Bantai Magdeburg 6-1 di DFB Pokal

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:10 WIB

Liverpool Singkirkan Chelsea Lewat Adu Penalti, Lolos ke Perempat Final Carabao Cup

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:04 WIB

Fortuna Sittard Singkirkan Sparta Rotterdam, Justin Hubner Cs Lolos ke Babak Kedua Piala KNVB

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:55 WIB

AC Milan Dibantai Bologna 2-4 di San Siro, Samuel Mbangula Cetak Hattrick

Berita Terbaru

Sumsel United siap menghadapi Semen Padang di Pegadaian Championship 2026/2027. (Foto: ileague.id)

Liga 2

Tanpa Tegar, Sumsel United Siap Tempur Lawan Semen Padang

Kamis, 29 Okt 2026 - 18:26 WIB