Padang, Javanusa—Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir bersama Anggota DPR RI Zigo Rolanda meninjau lokasi pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Taban III di Kelurahan Balai Gadang, Rabu (5/8/2026).
Kunjungan tersebut untuk memastikan seluruh tahapan awal proyek berjalan sesuai rencana. Proses yang diperiksa meliputi pembersihan lahan hingga persiapan pekerjaan konstruksi sebelum pembangunan dimulai.
Turut mendampingi peninjauan itu Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Padang Hendra Pebrizal serta Kepala Balai Penataan Bangunan Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Provinsi Sumbar Maria Doeni Isa.
Maigus Nasir menegaskan proyek strategis bernilai Rp289 miliar tersebut harus berjalan sesuai target agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat.
“Melalui proyek strategis ini, kita berinvestasi jangka panjang demi terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat akan air minum. Harapan kita pengerjaan dapat selesai tepat waktu dan pihak penyedia jasa bekerja dengan sebaik-baiknya,” ujar Maigus Nasir di sela peninjauan.
Selain mengejar target penyelesaian, Maigus meminta seluruh pelaksana proyek memperhatikan kondisi masyarakat di sekitar lokasi pembangunan.
“Kita ingin dalam pengerjaan ini nantinya lebih mengedepankan dampak sosial. Jangan sampai aktivitas dan kenyamanan masyarakat sekitar terganggu,” imbuhnya.
Menurut Maigus, kehadiran SPAM Taban III tidak hanya meningkatkan tekanan distribusi air ke rumah pelanggan. Instalasi tersebut juga akan berfungsi sebagai penyangga (buffer) utama bagi IPA Gunung Pangilun sehingga sistem distribusi air bersih di Kota Padang menjadi lebih andal.
Empat Paket Pekerjaan SPAM Taban III
Proyek SPAM Taban III terbagi dalam empat paket pekerjaan utama. Paket pertama mencakup pembangunan IPA berkapasitas 4 x 50 liter per detik dengan nilai sekitar Rp97 miliar.
Selanjutnya, pembangunan jaringan perpipaan transmisi, reservoir, serta pengembangan jaringan distribusi menelan anggaran Rp93,4 miliar. Pembangunan jaringan perpipaan lainnya dialokasikan sebesar Rp93,5 miliar, sedangkan program penyerapan Sambungan Rumah (SR) mendapat anggaran Rp5 miliar.
Ditargetkan Rampung Oktober 2027
Anggota DPR RI Zigo Rolanda mengatakan peninjauan lapangan penting dilakukan untuk memastikan kondisi geografis maupun dampak sosial di sepanjang jalur pipa yang akan membentang hingga kawasan Alai.
“Setelah penandatanganan kontrak pada Juni lalu, hari ini kita melihat langsung pembersihan lahan. Target pengerjaan dimulai bulan ini dan selesai dalam 450 hari kalender, yaitu pada Oktober 2027. Semoga pasokan air bersih ke pusat kota berjalan optimal setelah proyek ini rampung,” tegas Zigo.
Sementara itu, Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Padang Hendra Pebrizal optimistis proyek tersebut akan memperluas cakupan layanan air bersih di Kota Padang.
“Kami mencatat potensi penambahan sekitar 20 ribu pelanggan baru pascaselesainya proyek ini. Bahkan, saat ini daftar tunggu (waiting list) calon pelanggan sudah mencapai 18 ribu rumah tangga,” pungkas Hendra. (*)






