Pusar Bau: Kenali 4 Penyebab dan Cara Mengatasinya

Penulis -

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 11:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi membersihkan pusar. (Foto: AI Generate)

Ilustrasi membersihkan pusar. (Foto: AI Generate)

Javanusa.com—Pusar bau tidak selalu muncul karena tubuh kurang bersih. Penumpukan kotoran, infeksi jamur, infeksi setelah tindakan tertentu, hingga kista dapat memicu aroma tidak sedap dari area pusar.

Meski ukurannya kecil, pusar memiliki bentuk cekung yang membuat kotoran, keringat, minyak, dan sel kulit mati mudah tertahan. Kondisi tersebut dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri maupun jamur.

4 Penyebab Pusar Bau yang Perlu Diketahui

Pusar yang mengeluarkan bau menyengat perlu diperhatikan, terutama jika muncul bersama kemerahan, nyeri, gatal, bengkak, atau cairan. Dikutip dari Hellosehat, berikut sejumlah kondisi yang dapat menjadi penyebabnya.

1. Kebersihan pusar kurang terjaga

Bentuk pusar yang cekung membuat bagian ini mudah menyimpan kotoran. Semakin dalam cekungannya, semakin besar pula kemungkinan kotoran menumpuk.

Penelitian University of Pittsburgh Medical Center (UPMC) menyebut pusar dapat menjadi tempat hidup sekitar 67 jenis bakteri. Jamur dan mikroorganisme lain juga dapat berkembang di area yang lembap tersebut.

Keringat, minyak, sel kulit mati, dan kotoran dapat bercampur dengan mikroorganisme. Penumpukan ini kemudian dapat menimbulkan aroma tidak sedap.

Karena itu, membersihkan pusar secara rutin menjadi bagian penting dari menjaga kebersihan tubuh. Jangan menunggu sampai muncul bau untuk mulai memperhatikan area tersebut.

2. Infeksi jamur Candida

Lingkungan yang hangat, gelap, dan lembap membuat pusar menjadi salah satu area yang dapat mendukung pertumbuhan jamur Candida.

Pertumbuhan Candida yang berlebihan dapat menyebabkan infeksi pada lipatan kulit atau intertrigo kandidal. Kondisi ini tidak hanya menimbulkan bau, tetapi juga dapat membuat kulit tampak merah dan bersisik.

Orang dengan diabetes memiliki risiko lebih tinggi mengalami infeksi tersebut. Gangguan sistem kekebalan tubuh dapat membuat tubuh lebih sulit melawan infeksi jamur.

Baca Juga :  Warna Lampu Tidur yang Baik untuk Kesehatan, Ini Pilihan Terbaik agar Tidur Lebih Nyenyak
3. Infeksi setelah tindik atau operasi

Tindakan tertentu pada area pusar juga dapat meningkatkan risiko infeksi. Salah satunya adalah tindik pusar yang membutuhkan perawatan tepat agar luka tidak terkontaminasi.

Infeksi biasanya menimbulkan gejala lain selain bau. Gejalanya dapat berupa nyeri, gatal, kemerahan, pembengkakan, serta keluarnya cairan putih atau hijau dan nanah.

Operasi hernia umbilikalis juga dapat meningkatkan risiko infeksi pada area pusar. Jika muncul tanda peradangan setelah tindakan, pemeriksaan medis diperlukan untuk menentukan penyebabnya.

4. Kista di sekitar pusar

Kista juga dapat menjadi sumber bau tidak sedap dari pusar. Pada kondisi tertentu, kista tidak menimbulkan rasa sakit dan hanya terlihat sebagai benjolan kecil.

Beberapa jenis kista yang dapat muncul antara lain kista epidermoid, kista pilar, dan kista sebasea. Kista epidermoid dan pilar dapat mengandung endapan protein keratin yang cukup tebal.

Ketika kista membesar lalu pecah, cairan kental berwarna kuning dapat keluar dan menimbulkan bau menyengat. Kondisi tersebut dapat menunjukkan adanya infeksi.

Kista sebasea juga dapat mengalami masalah akibat penyumbatan kelenjar minyak. Saat infeksi berkembang, area tersebut dapat menjadi merah, gatal, nyeri, dan terasa perih ketika disentuh.

Peradangan pada kista juga dapat memicu pembentukan nanah. Cairan tersebut sering menimbulkan aroma yang lebih kuat.

Cara Mengatasi Pusar Bau

Penanganan pusar bau bergantung pada penyebabnya. Jika masalah muncul akibat kotoran yang menumpuk, perawatan kebersihan secara rutin biasanya menjadi langkah awal.

1. Bersihkan pusar saat mandi

Membersihkan pusar setiap hari dapat membantu mengurangi kotoran dan mikroorganisme yang menumpuk. Gunakan jari atau kain lembut untuk membersihkan bagian dalam pusar secara perlahan.

Hindari menggosok terlalu keras karena tindakan tersebut dapat menyebabkan iritasi. Setelah selesai, keringkan pusar dengan handuk atau tisu agar tidak meninggalkan kelembapan.

Baca Juga :  Jangan Diabaikan, Telinga Kemasukan Air Bisa Sebabkan Infeksi hingga Gangguan Pendengaran

Area yang tetap lembap dapat mendukung pertumbuhan bakteri dan jamur. Karena itu, pastikan bagian dalam pusar benar-benar kering setelah mandi.

2. Bersihkan dengan air hangat

Air hangat dapat digunakan untuk membantu membersihkan kotoran yang menempel di dalam pusar. Anda dapat menggunakan kain lembut atau ujung jari untuk membersihkan area tersebut secara perlahan.

Sebagian orang juga menggunakan campuran air hangat dan garam untuk membersihkan pusar. Namun, hindari penggunaan bahan atau produk yang dapat menyebabkan iritasi.

Penggunaan krim atau lotion secara berlebihan juga sebaiknya dihindari. Kelembapan yang terlalu tinggi dapat menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan bakteri dan jamur.

3. Periksakan ke dokter jika muncul tanda infeksi

Pusar bau yang disertai nyeri, kemerahan, bengkak, gatal, atau keluarnya cairan perlu mendapat perhatian medis. Dokter dapat menentukan penyebab dan memberikan penanganan sesuai kondisi.

Jika terdapat kista, jangan mencoba memecahkan atau menusuknya menggunakan benda tajam. Tindakan tersebut dapat memperparah infeksi dan meningkatkan risiko komplikasi.

Dengan menjaga kebersihan pusar dan mengenali tanda infeksi sejak awal, masalah bau pada pusar dapat ditangani dengan lebih tepat. (*)

Berita Terkait

Benarkah Kacang Tanah Pemicu Asam Urat? Cek Fakta dan Porsi Amannya
Bintik Kasar Seperti Kulit Ayam di Lengan? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Sering Kurang Tidur? Kenali Gejala, Dampak Kesehatan dan Cara Mengatasinya
7 Pilihan Lauk untuk Penderita Darah Tinggi, Sehat dan Mudah Diolah
Anak Makan Banyak tapi Tetap Kurus? Kenali 7 Penyebab dan Cara Mengatasinya
Benarkah Nanas Bisa Meredakan Batuk? Ini Penjelasan dan Faktanya
7 Cara Alami Meredakan Ambeien Tanpa Obat, Efektif Kurangi Nyeri dan Bengkak
7 Minuman yang Bisa Membantu Menurunkan Kolesterol, dari Teh Hijau hingga Susu Kedelai

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:26 WIB

Tanpa Tegar, Sumsel United Siap Tempur Lawan Semen Padang

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:24 WIB

Stadion Haji Agus Salim Padang Punya Kapasitas 12.067 Penonton, Ini Fasilitasnya

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:42 WIB

Genoa Bungkam Juventus 2-0, Bianconeri Tertahan di Peringkat 8

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Hasil Carabao Cup: Manchester City Singkirkan Brighton Lewat Adu Penalti 4-3

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:20 WIB

Tanpa Harry Kane, Bayern Munich Bantai Magdeburg 6-1 di DFB Pokal

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:10 WIB

Liverpool Singkirkan Chelsea Lewat Adu Penalti, Lolos ke Perempat Final Carabao Cup

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:04 WIB

Fortuna Sittard Singkirkan Sparta Rotterdam, Justin Hubner Cs Lolos ke Babak Kedua Piala KNVB

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:55 WIB

AC Milan Dibantai Bologna 2-4 di San Siro, Samuel Mbangula Cetak Hattrick

Berita Terbaru

Sumsel United siap menghadapi Semen Padang di Pegadaian Championship 2026/2027. (Foto: ileague.id)

Liga 2

Tanpa Tegar, Sumsel United Siap Tempur Lawan Semen Padang

Kamis, 29 Okt 2026 - 18:26 WIB