Jakarta, Javanusa—Rekrutmen Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Tahun 1447 H/2026 M memasuki tahap penting, yakni Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi petugas yang telah lolos seleksi.
Tahap ini menjadi penentu kesiapan petugas sebelum bertugas melayani jemaah haji Indonesia di Tanah Suci.
Bimtek PPIH Arab Saudi dirancang sebagai pembekalan menyeluruh untuk meningkatkan profesionalisme, ketahanan mental, dan kualitas pelayanan. Pemerintah menargetkan petugas mampu bekerja optimal dalam situasi lapangan yang dinamis.
Bimtek memberikan pemahaman mendalam sesuai bidang tugas masing-masing petugas. Materi mencakup peran, fungsi, dan tanggung jawab selama operasional haji di Arab Saudi.
Setiap peserta dituntut memahami standar pelayanan jemaah secara menyeluruh. Dengan demikian, petugas dapat mengambil keputusan cepat dan tepat di lapangan.
“Bimtek ini tidak hanya meningkatkan kapasitas teknis, tetapi juga membentuk mental dan karakter pelayanan,” ujar Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah Puji Raharjo dalam pernyataan tertulis, Minggu (28/12/2025).
Selain aspek teknis, bimtek menekankan penguatan kerja sama antarpetugas lintas sektor dan daerah kerja. Langkah ini dinilai krusial untuk menjaga kelancaran layanan jemaah.
Koordinasi yang solid memudahkan penyelesaian persoalan di lapangan. Petugas juga dilatih membangun komunikasi efektif dalam situasi darurat.
Pembinaan Fisik, Fikih Haji, dan Bahasa Arab
Aspek kesiapan fisik menjadi bagian penting dalam bimtek PPIH Arab Saudi. Petugas akan menjalani pembinaan untuk menunjang mobilitas tinggi selama masa tugas.
Materi fikih haji diberikan untuk memperkuat pemahaman ibadah jemaah. Selain itu, pembelajaran bahasa Arab disiapkan guna mendukung komunikasi dengan pihak terkait di Arab Saudi.
Bimtek Lebih Panjang, Materi Lebih Komprehensif
Bimtek PPIH Arab Saudi 2026 dirancang dengan durasi lebih panjang dibanding tahun sebelumnya. Penambahan waktu dilakukan seiring meningkatnya kompleksitas tugas petugas haji.
Pelaksanaan bimtek dijadwalkan mulai 10 Januari 2026 dan berlangsung selama empat minggu. Pemerintah berharap pembekalan ini menghasilkan petugas yang profesional, tangguh, dan berorientasi pelayanan prima.
Melalui bimtek intensif ini, penyelenggaraan ibadah haji diharapkan berjalan aman, tertib, dan memberikan kenyamanan maksimal bagi jemaah Indonesia. (*/red)






