Risnaldi Tegaskan RAPBD 2026 Disusun Transparan dan Pro Rakyat, Selaras dengan RPJMD 2025–2029

Penulis -

Kamis, 13 November 2025 - 10:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wabup Pessel, Risnaldi menyerahkan dokumen RAPBD tahun 2026 kepada Wakil Ketua DPRD Pessel, Ermizen. (Foto: Dok. Prokopim)

Wabup Pessel, Risnaldi menyerahkan dokumen RAPBD tahun 2026 kepada Wakil Ketua DPRD Pessel, Ermizen. (Foto: Dok. Prokopim)

Pessel, Javanusa—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesisir Selatan (Pessel) menegaskan komitmennya untuk menyusun Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun 2026 yang berpihak kepada masyarakat, serta berlandaskan pada prinsip transparansi, akuntabilitas, dan efektivitas penggunaan anggaran.

Hal ini disampaikan Wakil Bupati Pessel, Risnaldi Ibrahim saat memberikan jawaban pemerintah atas pandangan umum fraksi-fraksi DPRD Pessel terhadap Nota Keuangan RAPBD 2026 dalam rapat paripurna yang digelar di Ruang Sidang DPRD setempat, Rabu (12/11/2025).

Rapat paripurna tersebut dipimpin oleh Ketua DPRD Darmansyah didampingi para Wakil Ketua Hakimin, Dani Sopian, dan Ermizen, serta dihadiri unsur Forkopimda, anggota DPRD, staf ahli, asisten, dan kepala OPD.

Dalam penyampaiannya, Wabup Risnaldi mengapresiasi seluruh fraksi DPRD yang telah memberikan saran dan masukan terhadap rancangan APBD.

Menurutnya, pandangan politik anggaran DPRD menjadi bagian penting dari proses perumusan kebijakan keuangan daerah yang efektif dan berorientasi pada pelayanan publik.

“Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh anggota dewan yang telah memberikan masukan konstruktif terhadap Nota Keuangan RAPBD 2026. Pandangan tersebut menjadi dasar kami untuk merancang APBD yang benar-benar berpihak pada masyarakat, sesuai semangat otonomi daerah dan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik,” ujar Risnaldi.

Menjawab pandangan fraksi mengenai kesinambungan program prioritas di tengah dinamika fiskal nasional, Risnaldi menjelaskan bahwa pemerintah daerah tetap berpedoman pada Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 77 Tahun 2020 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Daerah, serta selaras dengan RPJMD Kabupaten Pesisir Selatan 2025-2029.

Ia menegaskan, arah kebijakan belanja daerah akan difokuskan pada program yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat, seperti peningkatan layanan publik, penguatan sektor ekonomi rakyat, dan peningkatan kualitas infrastruktur dasar.

Baca Juga :  Rangkaian HJK Padang ke-356 Hari Pertama: Dimulai Fun Run, Fashion Show, hingga Opening Ceremony

“Kegiatan yang kurang strategis akan diarahkan untuk efisiensi atau refocusing agar anggaran digunakan secara optimal,” jelasnya.

Risnaldi menambahkan, Pemkab Pessel juga tengah memperkuat kemandirian fiskal daerah melalui optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), inovasi pajak dan retribusi, serta peningkatan tata kelola aset daerah.

Upaya itu dilakukan sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan Pemerintah Pusat dan Daerah, yang menekankan pentingnya efektivitas dan kemandirian fiskal dalam pembangunan daerah.

“Kolaborasi dengan sektor swasta, BUMD, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam memperluas sumber pembiayaan pembangunan. Kami ingin pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada APBD, tetapi juga mendorong partisipasi ekonomi lokal,” katanya.

Dalam bidang pendidikan, Pemkab Pessel berkomitmen memperkuat sarana dan prasarana sekolah sesuai kemampuan keuangan daerah.

Sementara pada sektor kesehatan, pemerintah memastikan pelayanan bagi masyarakat kurang mampu terus diperluas, termasuk melalui penambahan kuota BPJS Kesehatan dan peningkatan mutu layanan di fasilitas kesehatan daerah.

Untuk bidang infrastruktur, Risnaldi menjelaskan pembangunan dan peningkatan fasilitas publik seperti jalan, drainase, serta akses ekonomi masyarakat akan dilakukan berdasarkan skala prioritas dan kemampuan fiskal daerah.

Hal ini juga sesuai dengan prinsip efisiensi yang diatur dalam Permendagri Nomor 90 Tahun 2019 tentang Klasifikasi, Kodefikasi, dan Nomenklatur Perencanaan Pembangunan dan Keuangan Daerah.

Pada sektor ekonomi, Pemkab Pessel akan memperkuat sinergi dengan lembaga keuangan dan dunia usaha untuk mendukung pembiayaan usaha mikro dan pelatihan wirausaha, terutama di nagari.

“Kami ingin tercipta rantai pasok ekonomi nagari yang kuat, berdaya saing, dan mandiri,” tambah Risnaldi.

Menjawab saran DPRD mengenai evaluasi program sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Pengurangan Kemiskinan Terpadu, Risnaldi menyebutkan pemerintah daerah telah melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala.

Baca Juga :  Gerakan Shalat Subuh Berjamaah Polda Sumbar: Sinergi Polri dan Masyarakat dalam Anev Triwulan II 2025

Ia juga membuka ruang bagi DPRD untuk berkolaborasi dalam proses pengawasan agar penyaluran bantuan sosial tepat sasaran.

Selain itu, pemerintah daerah sedang menyiapkan langkah penyesuaian Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) agar sesuai harga pasar, dengan tetap mempertimbangkan kemampuan masyarakat.

Pendataan pajak kini juga dilakukan berbasis teknologi Geographic Information System (GIS) untuk meningkatkan akurasi dan efektivitas pemungutan pajak daerah.

Risnaldi menutup penyampaiannya dengan menegaskan bahwa seluruh program pro rakyat telah terintegrasi dalam lima program unggulan daerah yang tertuang dalam RPJMD 2025-2029, yakni Nagari Kanyang, Nagari Pandai, Nagari Mengaji, Nagari Sehat, dan Nagari Sejahtera.

Program-program tersebut menjadi arah pembangunan berkelanjutan menuju kesejahteraan masyarakat Pesisir Selatan.

“Dengan langkah-langkah strategis ini, kami optimistis RAPBD 2026 akan menjadi instrumen penting untuk memperkuat pelayanan publik, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkeadilan,” tutup Risnaldi. (yoniks)

Berita Terkait

Mahyeldi Ajak Pemuda Sumbar Jaga Persatuan dan Waspadai Bahaya Narkoba
Fadly Amran Tutup Diksarmil Menwa Pagaruyung Sumbar Angkatan ke-49, Tekankan Wawasan Kebangsaan dan Kesiapsiagaan Bencana
Dinas PUPR Padang Tambal Jalan Kampung Jao Dalam, Jaga Kenyamanan dan Keselamatan Pengguna Jalan
BPK Periksa Kepatuhan Belanja Pemko Padang, Maigus Nasir Minta OPD Transparan
Fadly Amran Ajak LPM Perkuat Mitigasi Bencana dan Dukung Pengendalian Banjir di Padang
Reaktivasi Kereta Api Kayu Tanam–Padang Panjang Dimulai 2027, Ini Tantangannya
Satpol PP Padang Tertibkan Bangunan di Fasilitas Umum dan PKL Pasar Belimbing
Mahyeldi Dorong Pesantren Jadi Motor Ekonomi Syariah dan Pariwisata Halal Sumbar

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:12 WIB

Fadly Amran Tutup Diksarmil Menwa Pagaruyung Sumbar Angkatan ke-49, Tekankan Wawasan Kebangsaan dan Kesiapsiagaan Bencana

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:39 WIB

Dinas PUPR Padang Tambal Jalan Kampung Jao Dalam, Jaga Kenyamanan dan Keselamatan Pengguna Jalan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:17 WIB

BPK Periksa Kepatuhan Belanja Pemko Padang, Maigus Nasir Minta OPD Transparan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:35 WIB

Fadly Amran Ajak LPM Perkuat Mitigasi Bencana dan Dukung Pengendalian Banjir di Padang

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:44 WIB

Reaktivasi Kereta Api Kayu Tanam–Padang Panjang Dimulai 2027, Ini Tantangannya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:42 WIB

Satpol PP Padang Tertibkan Bangunan di Fasilitas Umum dan PKL Pasar Belimbing

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:08 WIB

Mahyeldi Dorong Pesantren Jadi Motor Ekonomi Syariah dan Pariwisata Halal Sumbar

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Maigus Nasir Tinjau Seleksi Kafilah MTQN Padang, Target Juara Umum Sumbar 2027

Berita Terbaru

Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker, Darmawansyah. (Foto: Kemnaker)

Nasional

Kemnaker Buka Pendaftaran MagangHub Batch 3, Cek Jadwalnya

Rabu, 28 Okt 2026 - 20:41 WIB