Padang Pariaman, Javanusa—Rumah Yuniar, wartawan Harian Singgalang yang akrab disapa Yuni, di Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, menjadi sasaran pencurian pada Rabu (21/10/2026).
Pelaku membawa sejumlah barang elektronik, termasuk tiga hardisk eksternal yang menyimpan data penting, dengan total kerugian materi diperkirakan mencapai Rp10 juta.
Yuni melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Batang Anai pada pagi hari setelah menyadari sejumlah barang miliknya hilang.
Hingga Sabtu (24/10/2026), ia masih menunggu perkembangan penyelidikan dan berharap polisi dapat menemukan barang-barang tersebut.
Peristiwa itu diduga berlangsung menjelang subuh di rumahnya, Korong Sungai Pinang, Nagari Kasang, Kecamatan Batang Anai.
Sekitar pukul 02.30 WIB, Yuni mengaku masih terjaga untuk menyelesaikan tulisan yang akan diikutsertakan dalam sebuah lomba.
Laptop, Tiga Ponsel, dan Hardisk Ikut Hilang
Sejumlah perangkat elektronik menjadi sasaran pencurian tersebut. Barang yang hilang meliputi satu laptop mini berukuran 10 inci berwarna merah, tiga unit telepon genggam, tiga hardisk eksternal, serta satu tas laptop merek Eiger berwarna hitam.
Tiga telepon genggam yang tercatat dalam laporan awal terdiri atas Samsung Galaxy A12, Oppo berwarna emas, dan Xiaomi Redmi berwarna abu-abu.
Yuni kemudian menyadari dua ponsel lainnya juga hilang setelah pulang dari kantor polisi sehingga kedua perangkat itu belum tercantum dalam laporan awal.
Yuni memperkirakan nilai seluruh barang yang hilang mencapai Rp10 juta. Namun, ia lebih mengkhawatirkan kehilangan data yang tersimpan dalam perangkat elektronik tersebut.
“Kerugian barang mungkin sekitar Rp10 juta. Namun, yang paling saya khawatirkan justru data-data di dalam perangkat tersebut, karena nilainya tidak bisa diukur dengan uang,” ungkap Yuni.
Tiga Hardisk Berkapasitas Total 3 Terabyte
Kehilangan tiga hardisk eksternal menjadi perhatian utama Yuni. Masing-masing perangkat memiliki kapasitas sekitar 1 terabyte dan hampir penuh dengan berbagai data.
Perangkat penyimpanan itu memuat dokumen, tulisan, arsip, serta beragam berkas yang selama ini ia kumpulkan.
Yuni khawatir kehilangan tersebut mengakibatkan hilangnya data yang sulit atau bahkan tidak dapat dipulihkan.
“Bayangkan saja, jika satu hardisk berkapasitas 1 terabyte, berapa banyak data yang hilang jika tiga unit dibawa. Ketiganya hampir penuh,” ujarnya.
Kekhawatiran itu bertambah karena laptop dan telepon genggam yang hilang juga menyimpan kartu memori eksternal. Salah satunya memiliki kapasitas 36 GB.
Bagi Yuni, data tersebut memiliki nilai yang jauh melampaui harga perangkat penyimpanannya. Sebagian berkas juga berpotensi sulit digantikan jika tidak tersedia salinan cadangan.
Polisi Selidiki Pencurian di Batang Anai
Yuni telah melaporkan kejadian itu kepada Polsek Batang Anai, Polres Padang Pariaman. Penanganan perkara tersebut tercantum dalam surat pemberitahuan perkembangan hasil penyelidikan bernomor SP.Lidik/112/X/2026/Reskrim tertanggal 21 Oktober 2026.
Surat tersebut menyatakan bahwa kepolisian telah menerima laporan korban dan melakukan penelitian serta penyelidikan selama 14 hari. Polisi juga berencana memanggil sejumlah saksi untuk dimintai keterangan terkait perkara itu.
Kapolsek Batang Anai, Iptu Wadriadi mengatakan pihaknya masih melakukan pendalaman terhadap kasus pencurian tersebut.
Sementara itu, Yuni menyebutkan bahwa hingga Sabtu (24/10/2026), ia belum menerima perkembangan berarti mengenai pengungkapan perkara tersebut.
Pelacakan IMEI Mengarah ke Kawasan Purus
Saat petugas kepolisian mendatangi rumahnya untuk melakukan pengecekan, menurut Yuni, petugas juga melacak salah satu telepon genggam melalui nomor International Mobile Equipment Identity (IMEI).
Berdasarkan informasi yang ia terima, koordinat perangkat tersebut terdeteksi di kawasan Purus, Kota Padang. Namun, informasi itu masih memerlukan tindak lanjut dan konfirmasi dari kepolisian.
Belum ada kepastian apakah ponsel tersebut masih berada di lokasi yang terdeteksi atau telah berpindah tangan. Karena itu, hasil pelacakan tersebut belum dapat dipastikan sebagai petunjuk yang mengarah langsung kepada pelaku.
Yuni berharap polisi terus mengembangkan penyelidikan untuk mengungkap pelaku sekaligus menemukan kembali barang-barang yang hilang, terutama tiga hardisk berisi data penting.
“Bagi saya, persoalannya bukan semata-mata nilai barang yang hilang. Data-data di dalamnya jauh lebih berharga karena tidak semuanya bisa diganti,” katanya.
Ia berharap penyelidikan segera membuahkan hasil agar barang-barang miliknya dapat ditemukan kembali dan data yang tersimpan di dalamnya tidak hilang selamanya.
Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan lebih lanjut mengenai hasil penyelidikan maupun perkembangan pelacakan telepon genggam tersebut. (*)






