Saat Dunia Waswas Krisis Pangan, Indonesia Catat Rekor Cadangan Beras 4,7 Juta Ton

Penulis -

Rabu, 15 April 2026 - 11:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Indonesia mencatat perkembangan pada sektor ketahanan pangan nasional. CBP yang dikelola Perum Bulog mencapai 4,7 juta ton. (Foto: Kementan)

Indonesia mencatat perkembangan pada sektor ketahanan pangan nasional. CBP yang dikelola Perum Bulog mencapai 4,7 juta ton. (Foto: Kementan)

Jakarta, Javanusa—Ketegangan geopolitik global yang dipicu konflik di Timur Tengah memperbesar kekhawatiran terhadap stabilitas pangan dunia.

Eskalasi konflik, gangguan jalur logistik, serta ketidakpastian perdagangan internasional berpotensi menekan pasokan dan mendorong kenaikan harga pangan global.

Rusia bahkan menyerukan pembentukan cadangan pangan bersama negara-negara BRICS sebagai langkah antisipasi atas meningkatnya risiko krisis.

Di tengah dinamika tersebut, Indonesia mencatat perkembangan pada sektor ketahanan pangan nasional. Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog mencapai 4,7 juta ton. Angka ini menjadi yang tertinggi sejak Bulog berdiri dan masih bergerak menuju 5 juta ton.

Selain cadangan pemerintah, ketersediaan beras di pasar domestik dan sektor HoReCa (hotel, restoran, dan katering) tercatat sekitar 12 juta ton. Di sisi produksi, potensi standing crop diproyeksikan terus menambah pasokan hingga akhir tahun.

Kementerian Pertanian menyebut tiga komponen tersebut—cadangan pemerintah, stok pasar, dan proyeksi produksi—menjadi fondasi ketersediaan pangan nasional. Dengan kondisi ini, kebutuhan beras diperkirakan dapat terpenuhi hingga 11 bulan ke depan.

Arah kebijakan ketahanan pangan telah ditegaskan dalam Sidang Kabinet Paripurna Januari 2025. Presiden Prabowo Subianto saat itu menekankan pentingnya swasembada pangan untuk mengurangi ketergantungan pada impor.

“Dalam krisis global, tidak ada negara yang akan melepas pangannya ke luar negeri,” ujar Presiden.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan pemerintah telah mengambil langkah antisipatif sejak awal sesuai arahan Presiden. Menurutnya, penguatan cadangan pangan menjadi strategi menghadapi ketidakpastian global.

“Cadangan kita saat ini 4,7 juta ton dan terus menuju 5 juta ton. Dengan posisi ini, kebutuhan pangan cukup hingga 11 bulan ke depan,” kata Amran, Rabu (15/4/2026).

Kementerian Pertanian menilai dinamika global menunjukkan pentingnya cadangan pangan yang kuat dan mandiri. Ketergantungan pada rantai pasok internasional dinilai berisiko, terutama saat terjadi konflik atau pembatasan ekspor oleh negara produsen.

Baca Juga :  Cedera Kaki Paksa Wataru Endo Absen dari Piala Dunia 2026

Terkait usulan Rusia mengenai cadangan pangan bersama BRICS, pemerintah melihatnya sebagai langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan global. Kerja sama antarnegara dinilai dapat membantu meredam dampak krisis.

Indonesia diposisikan tidak hanya menjaga ketahanan pangan domestik, tetapi juga berkontribusi pada stabilitas pangan kawasan dan global.

Komitmen tersebut kembali ditegaskan Presiden dalam Panen Raya Karawang, 7 Januari 2026. Ia menyatakan ketersediaan pangan menjadi syarat utama kemandirian bangsa.

Dengan cadangan pemerintah yang tinggi, ketersediaan stok di pasar, serta proyeksi produksi yang berlanjut, ketahanan pangan Indonesia dinilai berada pada kondisi yang relatif kuat di tengah ketidakpastian global. (*/red)

Berita Terkait

Empat Pasar di Pariaman Dapat Tambahan Anggaran Rehabilitasi Rp4,1 Miliar
Gebyar Pajak 2026, Mahyeldi Dorong Warga Sumbar Makin Taat Bayar Pajak
Rp115 Miliar Disiapkan untuk Pulihkan 38.000 UMKM Terdampak Bencana di Sumbar
SPKLU Center Pertama di Sumbar Diresmikan, Langkah Baru Menuju Green Province  
FIFA ASEAN CUP 2026 Jadi Berkah UMKM, Sehari Bisa Raup Omzet hingga Rp 1 Juta Sehari
Pertamina Cek Kualitas Pertalite di Padang, Sampel Diuji hingga Laboratorium Lemigas
Resmikan Al Harris Umrah, Fadly Amran Dorong Penguatan Ekonomi Haji dan Umrah
Pertalite Diduga Tercampur Material Asing, Pertamina Periksa 6 SPBU di Padang dan Agam

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:59 WIB

Gulat Kota Padang Juara Umum Porprov XVI Sumbar, Raih 16 Medali Emas

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:06 WIB

Mikel Arteta Sepakat Perpanjang Kontrak di Arsenal

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:50 WIB

David Silva Comeback dari Pensiun, Gabung Klub Hong Kong Supreme Sha Tin

Kamis, 8 Oktober 2026 - 06:37 WIB

Stefano Cugurra Resmi Tangani Semen Padang FC, Targetkan Promosi ke Super League

Kamis, 8 Oktober 2026 - 00:04 WIB

Gateball Kota Padang Raih Emas Perdana Porprov Sumbar 2026 lewat Double Putra

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:54 WIB

Edo Vernando Sumbang Emas Pertama Biliar Kota Padang di Porprov Sumbar 2026

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:38 WIB

Jadwal Lengkap Pertamina Grand Prix Indonesia: MotoGP, Sprint, hingga Balapan Utama

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:20 WIB

MotoGP Mandalika 2026: Perebutan Gelar Memanas, Martin dan Marquez Cuma Terpaut 2 Poin

Berita Terbaru

Mikel Arteta sepakat memperpanjang kontrak di Arsenal. (Foto: IG @mikelarteta)

Olahraga

Mikel Arteta Sepakat Perpanjang Kontrak di Arsenal

Kamis, 8 Okt 2026 - 08:06 WIB