Safari Ramadhan Pemkab Pessel di Masjid Thoiyibah, Hendrajoni Respons Aspirasi Warga Sungai Sariak Lumpo

Penulis -

Kamis, 5 Maret 2026 - 23:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Pessel, Hendrajoni saat menyerahkan bantuan untuk pembangunan Masjid Thoiyibah, kepada ketua pengurus Masjid, Syahrial. (Foto: Dok. Niks)

Bupati Pessel, Hendrajoni saat menyerahkan bantuan untuk pembangunan Masjid Thoiyibah, kepada ketua pengurus Masjid, Syahrial. (Foto: Dok. Niks)

Pessel, Javanusa—Bupati Pesisir Selatan (Pessel) Hendrajoni memimpin Tim I Safari Ramadan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pessel mengunjungi Masjid Thoiyibah di Nagari Sungai Sariak Lumpo, Kecamatan IV Jurai, Kamis (5/3/2026).

Kegiatan itu turut didampingi Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Syahrizal Antoni, Kepala Inspektorat Daerah, Evafauza Yuliasman, Kepala Bapedalitbang Subchandri, Kepala Dinas Kominfo Wendi, serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya.

Kedatangan rombongan disambut Camat IV Jurai, Ferro Yuandha Putri, Wali Nagari Sungai Sariak Lumpo Edi Amanto, Ketua Pengurus Masjid Thoiyibah Syahrial, ninik mamak, bundo kanduang, tokoh masyarakat, serta jamaah masjid setempat.

Wali Nagari Sungai Sariak Lumpo, Edi Amanto dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih kepada Bupati Pesisir Selatan beserta rombongan yang telah menjadikan Masjid Thoiyibah sebagai salah satu tujuan Safari Ramadhan tahun ini.

“Kami atas nama pemerintah nagari dan masyarakat Sungai Sariak Lumpo mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati bersama rombongan yang telah berkenan hadir di masjid ini dalam rangka Safari Ramadhan. Kehadiran ini menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi masyarakat kami,” kata Edi Amanto.

Ia menjelaskan Nagari Sungai Sariak Lumpo memiliki tiga masjid yang menjadi pusat kegiatan ibadah dan sosial masyarakat dengan jumlah penduduk sekitar 203 kepala keluarga.

Menurutnya, keberadaan masjid di nagari tersebut tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat kegiatan pendidikan agama, pembinaan generasi muda, serta penguatan nilai-nilai sosial kemasyarakatan.

Edi Amanto juga menyampaikan aspirasi masyarakat terkait pembangunan jembatan gantung yang menghubungkan Nagari Sungai Sariak Lumpo dengan Nagari Bukit Kaciak.

Ia menjelaskan akses tersebut sangat dibutuhkan masyarakat untuk memperlancar mobilitas, terutama dalam mendukung aktivitas ekonomi yang berbasis pada sektor pertanian dan perkebunan.

“Kami berharap pembangunan jembatan gantung ini bisa terealisasi pada tahun 2026 guna menunjang kelancaran ekonomi masyarakat berdasarkan potensi pertanian dan perkebunan yang dimiliki,” ujarnya.

Baca Juga :  Warga Padang Diimbau Kibarkan Bendera Merah Putih Selama Agustus 2025

Selain itu, ia juga menyampaikan kondisi Masjid Thoiyibah yang berada sangat dekat dengan aliran sungai, dengan jarak sekitar tujuh meter dari tebing sungai.

Menurutnya, kondisi tersebut cukup mengkhawatirkan karena berpotensi mengancam keselamatan bangunan masjid jika terjadi erosi atau peningkatan debit air sungai.

“Karena posisi masjid berada di tepi sungai, kami berharap pemerintah daerah dapat membantu pembangunan pengamanan tebing sehingga bangunan masjid ini tetap aman dan dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang,” katanya.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Bupati Pessel Hendrajoni menyampaikan pemerintah daerah saat ini menghadapi tantangan efisiensi anggaran sehingga harus lebih kreatif dalam mencari sumber pendanaan pembangunan.

Ia menjelaskan salah satu langkah yang dilakukan adalah memperjuangkan tambahan anggaran ke pemerintah pusat agar pembangunan di daerah tetap berjalan.

“Karena adanya efisiensi anggaran, maka kami harus lebih banyak berjuang ke pemerintah pusat untuk mendapatkan dukungan anggaran pembangunan bagi daerah,” ujar Hendrajoni.

Dalam kesempatan itu, Hendrajoni juga menyampaikan rencana pengkajian pemekaran wilayah di Kecamatan IV Jurai, khususnya di Kenagarian Lumpo.

Menurutnya, wilayah Kenagarian Lumpo yang memiliki sebelas nagari dinilai sudah cukup luas dan berpotensi untuk dimekarkan guna meningkatkan efektivitas pelayanan pemerintahan kepada masyarakat.

Ia menilai pemekaran wilayah dapat memperpendek rentang kendali pemerintahan sehingga pelayanan publik menjadi lebih cepat, efektif, dan merata.

“Saya minta kepada Kepala Bapedalitbang agar segera melakukan kajian serta menyusun usulan terkait rencana pemekaran ini,” tegasnya.

Terkait usulan pembangunan jembatan gantung yang menghubungkan dua nagari tersebut, Hendrajoni memastikan pembangunan itu akan segera direalisasikan.

Menurutnya, kebutuhan anggaran pembangunan jembatan tersebut relatif kecil sehingga dapat dipenuhi melalui penggeseran anggaran.

“Terkait dengan usulan pembangunan jembatan gantung ini akan kita realisasikan dalam tahun ini. Karena hanya membutuhkan anggaran sekitar Rp200 juta, saya minta agar dilakukan melalui penggeseran anggaran dan segera dikerjakan,” tegasnya.

Baca Juga :  Apel Perdana ASN 2026, Bupati Eka Putra Tekankan Kerja Sama dan Hapus Ego Sektoral

Selain itu pemerintah daerah juga akan melakukan normalisasi Batang Lumpo guna mengantisipasi banjir dan kerusakan lingkungan di sekitar aliran sungai.

Hendrajoni menjelaskan untuk kegiatan tersebut telah tersedia anggaran sebesar Rp2,7 miliar yang akan digunakan untuk memperbaiki alur sungai serta meningkatkan kapasitas aliran air.

Ia juga meminta masyarakat untuk terus berkoordinasi dengan perangkat daerah terkait dalam mengusulkan berbagai program pembangunan.

Menurutnya, setiap usulan pembangunan seperti perbaikan saluran air, pengendalian banjir, maupun pembangunan irigasi pertanian harus disampaikan melalui proposal agar dapat dimasukkan dalam prioritas pembangunan daerah.

“Kalau ada usulan pembangunan, silakan disampaikan melalui proposal kepada perangkat daerah terkait agar bisa kita masukkan dalam program prioritas,” ujarnya.

Hendrajoni juga menjelaskan pada tahun 2026 pemerintah daerah mengalokasikan anggaran lebih dari Rp53 miliar melalui APBD untuk menunjang pembangunan di berbagai sektor di Kecamatan IV Jurai.

Anggaran tersebut akan difokuskan pada pembangunan infrastruktur, peningkatan pelayanan publik, serta pengembangan potensi ekonomi masyarakat.

Dalam kesempatan itu ia juga meminta Kepala Bapedalitbang untuk menyiapkan usulan pembangunan ruas jalan menuju Gunung Talau di Nagari Balai Sanayan Lumpo.

Menurutnya, pembukaan akses jalan tersebut penting untuk mendukung pengembangan olahraga paralayang yang dinilai memiliki potensi besar untuk mendukung sektor pariwisata di Pesisir Selatan.

Pada kegiatan Safari Ramadhan tersebut, Pemkab Pessel juga menyerahkan bantuan untuk Masjid Thoiyibah dan masyarakat setempat.

Bantuan tersebut berasal dari Pemkab Pessel sebesar Rp25 juta, bantuan pribadi Bupati Hendrajoni Rp5 juta, Baznas Rp3 juta, Bank Nagari Rp2,5 juta, serta dukungan dari perangkat daerah sebesar Rp6,8 juta sehingga total bantuan mencapai Rp42,3 juta.

Selanjutnya, dalam tausiyahnya, Ustad Dodon Hardiman menyampaikan ceramah bertema “Nagari Mengaji” yang menekankan pentingnya menjadikan Al Qur’an sebagai pedoman hidup masyarakat.

Baca Juga :  Prosesi Babako Warnai Baralek Sunat Rasul Jelang Habafi Nordan di Inderapura, Tunjukkan Keagungan Adat Minangkabau

Ia menjelaskan perintah membaca Al Qur’an telah dimulai sejak turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW di Gua Hira.

Menurutnya, ketika Rasulullah SAW menerima wahyu pertama berupa perintah “Iqra” atau membaca, beliau merasakan kegelisahan dan tubuhnya menggigil.

Setelah peristiwa itu Rasulullah SAW pulang menemui istrinya Khadijah dan meminta untuk diselimuti sebelum akhirnya dibawa menemui Waraqah bin Naufal untuk mendapatkan penjelasan mengenai wahyu yang diterimanya.

“Peristiwa itu menunjukkan bahwa membaca dan mempelajari Al Qur’an merupakan perintah pertama yang diberikan Allah kepada umat manusia,” jelasnya.

Ia menambahkan Al Qur’an merupakan sumber kehidupan yang harus dipelajari, dipahami, serta diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, program Nagari Mengaji yang dicanangkan oleh Bupati Pessel merupakan langkah strategis untuk membangun masyarakat yang beriman dan berakhlak mulia.

Ustad Dodon juga menjelaskan Al Qur’an disebut sebagai nur atau cahaya yang mampu menerangi kehidupan manusia.

Ia mengatakan jika ayat-ayat Al Qur’an dibaca di setiap rumah, maka nagari akan dipenuhi cahaya keberkahan.

Selain itu Al Qur’an juga berfungsi sebagai obat bagi manusia, baik untuk penyakit jasmani maupun penyakit rohani.

Menurutnya, banyak penyakit jasmani yang sebenarnya berawal dari penyakit rohani seperti stres, kecemasan, dan kegelisahan hati.

“Ketika hati manusia tenang karena dekat dengan Al Qur’an, maka kesehatan jasmani juga akan ikut terjaga,” ujarnya.

Ia menambahkan Al Qur’an juga membawa keberkahan dalam kehidupan masyarakat.

Karena itu ia mengajak masyarakat untuk menjadikan kegiatan membaca dan mempelajari Al Qur’an sebagai budaya dalam kehidupan sehari-hari.

“Jika Al Qur’an hidup di tengah masyarakat, maka insyaallah nagari ini akan dipenuhi keberkahan, kedamaian, dan kemajuan,” jelasnya. (yoniks)

Berita Terkait

Pemko Padang Gandeng LAN Sumbar, Siapkan Satgas Pencegahan Narkoba
Pendaftaran Perlinsos Koto Tangah Tembus 25.158 KK, Target 40 Persen hingga Akhir 2026
Gubernur Mahyeldi Buka MTQ ke-46 Sawahlunto, Dorong Generasi Muda Cinta Al-Qur’an
Pemko Padang Targetkan 523 Huntap Rampung pada 2027
Fadly Amran Dorong Penguatan Literasi Pancasila Lewat Bedah Buku Karya Willy Aditya
Padang Mobile Masuk 5 Besar Padang Innovation Award 2026, Ini Keunggulannya
Pembangunan Drainase Padang Tembus 10 Km, Lampaui Target 4 Km
Muswil VII APTISI Sumbar Digelar 31 Oktober, Universitas Fort De Kock Jadi Tuan Rumah

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:09 WIB

Sinopsis Film Menang untuk Kalah: Terjerat Judi Online demi Gaya Hidup Mewah

Jumat, 30 Oktober 2026 - 18:14 WIB

Natania Karin Rilis Album Kedua Berisi 11 Lagu, Gandeng Sal Priadi di Trek Api dan Salju

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:20 WIB

MUI Sesalkan Konser Andrea Bocelli Tetap Digelar, Minta Pemerintah Tinjau Ulang Izin

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:31 WIB

Erick Yusuf: Film Buya Hamka Jadi Tuntunan di Tengah Krisis Keteladanan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Visa Andrea Bocelli Belum Terbit, Imigrasi Tunggu Keputusan Kabaintelkam Polri

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:44 WIB

Sinopsis Film Laut Bercerita dan The Doll Ghawiah, Dua Film Lokal Terbaru Tayang Hari Ini!

Rabu, 28 Oktober 2026 - 22:12 WIB

Bunga Nafisa dan Deandra Nadira Rilis Single Dar Der Dor Ser, Usung Musik Endikup

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:13 WIB

Lewat Merayu Waktu, Eltasya Angkat Kisah Sulit Melepaskan Masa Lalu

Berita Terbaru

Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir menerima audiensi Ketua LAN Sumbar Firman Sikumbang di ruang kerjanya, Balai Kota Aie Pacah, Jumat (30/10/2026). (Foto: Pemko Padang)

Kota Padang

Pemko Padang Gandeng LAN Sumbar, Siapkan Satgas Pencegahan Narkoba

Jumat, 30 Okt 2026 - 18:57 WIB