SAKU TABA Payakumbuh Dorong Wisata Budaya dan UMKM, Pacu Itik Jadi Daya Tarik Unggulan

Penulis -

Minggu, 31 Mei 2026 - 22:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman membuka event SAKU TABA, Minggu (31/5/2026). (Foto: MC Payakumbuh)

Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman membuka event SAKU TABA, Minggu (31/5/2026). (Foto: MC Payakumbuh)

Payakumbuh, Javanusa—Pemerintah Kota Payakumbuh terus menggerakkan perekonomian masyarakat melalui pengembangan wisata berbasis budaya.

Upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Sawah Padang Aua Kuniang Tujuan Wisata Budaya dan Adat (SAKU TABA). Agenda bulanan yang memadukan pelestarian budaya lokal dengan pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Event yang berlangsung di Kelurahan Sawah Padang Aua Kuniang (Sapaku), Minggu (31/5/2026), resmi dibuka melalui tradisi pacu itik.

Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman menandai pembukaan kegiatan dengan melepas seekor itik.

Wisata Budaya Jadi Penggerak Ekonomi Masyarakat

Wakil Wali Kota Elzadaswarman mengatakan sektor budaya dan pariwisata menjadi salah satu strategi untuk memperkuat ekonomi masyarakat di tengah berbagai tantangan ekonomi yang masih dihadapi daerah.

Menurutnya, pengembangan ekonomi masyarakat tidak harus bertumpu pada sektor formal. Daerah juga dapat mengoptimalkan potensi budaya, pariwisata, dan produk lokal untuk menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru.

Lebih lanjut, Elzadaswarman menjelaskan kegiatan seperti SAKU TABA tidak hanya menjadi ruang pelestarian tradisi.

Kegiatan tersebut juga membuka peluang usaha, meningkatkan kunjungan wisatawan, serta menggerakkan perputaran ekonomi masyarakat setempat.

“Ekonomi dunia saat ini sedang tidak baik-baik saja. Karena itu kita harus mampu memanfaatkan potensi yang kita miliki. Salah satunya dengan memberdayakan masyarakat melalui UMKM, pariwisata, dan budaya lokal yang ada di daerah,” kata Elzadaswarman.

Ia menilai masyarakat, terutama generasi muda, perlu melihat kegiatan budaya sebagai peluang untuk mengembangkan usaha sekaligus meningkatkan kesejahteraan.

Pacu Itik dan Gulai Itik Jadi Identitas Sapaku

Elzadaswarman menyebut Kelurahan Sapaku, khususnya kawasan Aua Kuniang, memiliki identitas budaya yang kuat melalui tradisi pacu itik.

Selain itu, kuliner khas gulai itik lado hijau juga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke Kota Payakumbuh.

Baca Juga :  Tim Redist Merah Juara I Lomba Selaju Sampan HJK Padang

Menurutnya, kawasan tersebut memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai destinasi wisata budaya.

Potensi itu didukung sejumlah objek wisata yang telah dikenal masyarakat, seperti Gadih Angik, Panorama Ampangan, dan Puncak Batu Barigi.

“Selain itu, Kelurahan Sapaku memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai kawasan wisata budaya karena didukung sejumlah destinasi yang telah dikenal masyarakat, seperti Gadih Angik, Panorama Ampangan, dan Puncak Batu Barigi,” lanjut Elzadaswarman.

Ia menambahkan, penyelenggaraan event budaya secara rutin dapat meningkatkan daya tarik kawasan sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

“Harapan kita SAKU TABA mampu meningkatkan kunjungan wisatawan dan menumbuhkan ekonomi masyarakat. Ketika orang datang berkunjung, pelaku UMKM memperoleh manfaat dan roda perekonomian masyarakat ikut bergerak,” ujarnya.

Karena itu, Pemerintah Kota Payakumbuh terus mendorong lahirnya berbagai kegiatan berbasis budaya yang memberikan dampak ekonomi langsung kepada masyarakat.

“Ini adalah budaya yang harus kita jaga dan lestarikan. Jika dikelola dengan baik dan dikembangkan secara kreatif, budaya dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat,” katanya.

SAKU TABA Lahir dari Inisiatif Masyarakat

Sementara itu, Lurah Sawah Padang Aua Kuniang Deop Darius mengatakan SAKU TABA lahir dari keinginan masyarakat untuk melestarikan budaya lokal sekaligus memperkenalkan berbagai potensi wilayah kepada khalayak yang lebih luas.

Menurutnya, Kelurahan Sapaku berada di jalur wisata Batu Barigi, Gadih Angik dan Ampangan sehingga memiliki peluang besar untuk berkembang sebagai kawasan wisata budaya.

“Kelurahan Sapaku berada di jalur wisata Batu Barigi, Gadih Angik, dan Ampangan. Kami memiliki budaya lokal yang perlu terus dilestarikan dan dipublikasikan kepada masyarakat umum,” katanya.

Deop menilai pacu itik merupakan salah satu warisan budaya paling otentik yang layak dikembangkan sebagai daya tarik wisata unggulan Kota Payakumbuh.

Baca Juga :  Komisi VIII DPR RI Serahkan Bansos di Padang

Melalui SAKU TABA, masyarakat menampilkan berbagai atraksi budaya, seperti pacu itik, tari tradisional, silek, randai, hadrah, seni bela diri, hingga berbagai pertunjukan kesenian lainnya.

Kegiatan tersebut juga melibatkan pelaku UMKM, kelompok UPPKA, sentra kerajinan bambu, serta kuliner khas gulai itik yang dikelola masyarakat setempat.

“Event ini kami selenggarakan sebagai wadah pelestarian adat dan budaya, sarana menyalurkan bakat masyarakat, sekaligus media promosi bagi sanggar seni, pelaku UMKM, sentra bambu, dan berbagai potensi lokal lainnya,” ujarnya.

Target Masuk Kalender Wisata Payakumbuh

Deop menjelaskan SAKU TABA dirancang sebagai agenda rutin yang digelar setiap Minggu terakhir setiap bulan. Dengan pola tersebut, kegiatan ini diharapkan menjadi bagian dari kalender wisata bagi masyarakat maupun wisatawan yang datang ke Payakumbuh.

Selain itu, kegiatan tersebut juga diharapkan membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak, mulai dari sektor swasta, perguruan tinggi, hingga mitra pembangunan lainnya untuk mendukung pengembangan kawasan wisata budaya.

“Harapan kami Sawah Padang Aua Kuniang dapat berkembang menjadi destinasi wisata baru di Kota Payakumbuh dan kegiatan ini menjadi pemicu lahirnya berbagai kolaborasi untuk kemajuan masyarakat,” katanya.

Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Aua Kuniang, B. Dt. Paduko Marajo, mengapresiasi penyelenggaraan SAKU TABA karena mampu menjaga keberlangsungan adat dan budaya sekaligus memperkenalkan berbagai potensi masyarakat kepada publik.

“Mudah-mudahan kegiatan ini terus berlanjut dan memberikan manfaat yang semakin besar bagi masyarakat, baik dari sisi pelestarian budaya maupun peningkatan kesejahteraan ekonomi,” katanya. (*/red)

Berita Terkait

Farewell Parade Kapolda Sumbar, Irjen Pol Djati Wiyoto Serahkan Estafet Kepemimpinan kepada Irjen Pol Jawari
Resmi Pimpin Polda Sumbar, Irjen Pol Jawari Disambut Welcome Parade
Maju ke Tingkat Nasional, Kelurahan Sawah Padang Aua Kuniang Pamerkan Segudang Inovasi Pelayanan dan Ekonomi
BMKG Maritim Teluk Bayur Peringatkan Potensi Banjir Rob di Pesisir Sumbar 9–12 Oktober
Perkuat Ketahanan Pangan, Pemko Padang Dorong Budidaya Ikan RAS dan Mina Padi
Pemko Padang Perkuat Smart Surau, 400 Guru TQA/MDTW Ikuti Pembekalan
Padang Mulai Uji Teknologi AI untuk Petakan Kerusakan Infrastruktur Pascabencana
Kabut Asap Selimuti Padang, BPBD Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:13 WIB

Muhammad Fakhri Ramadan Raih Emas Lompat Tinggi Porprov Sumbar 2026

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:55 WIB

Debut Manis, Alfarel Radhiya Bawa Emas MMA Kota Padang di Porprov Sumbar 2026

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:05 WIB

Alesha, Pesenam 6 Tahun Asal Payakumbuh Bersama Tsafani dan Adiba Raih Perunggu Porprov Sumbar 2026

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:59 WIB

Gulat Kota Padang Juara Umum Porprov XVI Sumbar, Raih 16 Medali Emas

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:06 WIB

Mikel Arteta Sepakat Perpanjang Kontrak di Arsenal

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:50 WIB

David Silva Comeback dari Pensiun, Gabung Klub Hong Kong Supreme Sha Tin

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Usai Bertugas di FIFA ASEAN Cup 2026, Pedro Rodriguez Umumkan Pensiun

Kamis, 8 Oktober 2026 - 06:37 WIB

Stefano Cugurra Resmi Tangani Semen Padang FC, Targetkan Promosi ke Super League

Berita Terbaru