Pessel, Javanusa—Warga Nagari Lubuk Betung, Kecamatan Airpura, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), diresahkan oleh kemunculan seekor harimau yang memangsa ternak warga di kawasan perkebunan kelapa sawit.
Peristiwa tersebut terungkap setelah seekor sapi milik warga bernama Buya (65) ditemukan mati dengan luka parah pada tubuhnya, Rabu pagi (14/1/2026).
Buya menjelaskan bangkai sapi tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang warga yang hendak berangkat ke kebun sekitar pukul 07.00 WIB di area perkebunan sawit Nagari Lubuk Betung.
“Saat ditemukan, sapi itu sudah penuh luka, bagian ekornya putus, dan terdapat lumuran darah segar di bagian pantat serta leher,” ujar Buya.
Di sekitar lokasi bangkai sapi tersebut ditemukan banyak bekas tapak kaki harimau yang terlihat jelas di tanah, sehingga memperkuat dugaan bahwa ternak tersebut diterkam satwa liar.
Menurut Buya, kejadian itu membuat warga sekitar merasa takut, terutama mereka yang sehari-hari beraktivitas di kebun yang diduga menjadi jalur lintasan harimau.
“Kami jadi takut ke kebun. Apalagi lokasi kejadian memang sering dilewati warga,” ungkapnya.
Menindaklanjuti laporan warga, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resor Kabupaten Pessel langsung turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan dan verifikasi di lokasi kejadian.
Kepala Resor BKSDA Pessel, Novtiwarman, membenarkan adanya laporan serangan harimau terhadap ternak warga di Nagari Lubuk Betung.
Ia menjelaskan hasil pemeriksaan di lapangan menunjukkan ciri-ciri khas serangan harimau, seperti bekas gigitan dan jejak kaki di sekitar bangkai sapi.
“Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan untuk sementara tidak beraktivitas di kawasan kebun sawit serta tidak melepas ternak di area tersebut,” kata Novtiwarman, Kamis (15/1/2026).
Ia menambahkan, bangkai sapi tersebut telah dimusnahkan dengan cara dibakar untuk mengantisipasi agar satwa tersebut tidak kembali ke lokasi.
“Bangkai sapi kami musnahkan dengan cara dibakar sebagai langkah pencegahan. Warga kami minta tidak panik, tetapi tetap meningkatkan kewaspadaan,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolsek Pancung Soal, AKP Hendra, mengimbau masyarakat agar segera melapor kepada pihak kepolisian apabila kembali melihat keberadaan harimau di sekitar kebun maupun pemukiman.
AKP Hendra menegaskan setiap laporan masyarakat akan segera diteruskan kepada pihak BKSDA karena penanganan satwa liar yang dilindungi memiliki prosedur dan keahlian khusus.
“Sesuai laporan masyarakat, jika kepergok ada harimau, kami akan langsung meneruskan ke BKSDA. Mereka lebih menguasai secara teknis bagaimana menangani hewan liar yang dilindungi Undang-undang,” jelasnya.
Ia juga meminta masyarakat tidak bertindak sendiri dan segera melapor kepada pihak berwenang apabila menemukan aktivitas mencurigakan yang berkaitan dengan keberadaan satwa liar demi menjaga keselamatan bersama. (naurah)






