Satu Tahun Pemerintahan Presiden Prabowo: Produksi Pangan Indonesia Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah

Penulis -

Rabu, 22 Oktober 2025 - 12:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto mengumumkan produksi pangan nasional mencatat rekor tertinggi dalam sejarah Indonesia. (Foto: BPMI Setpres)

Presiden Prabowo Subianto mengumumkan produksi pangan nasional mencatat rekor tertinggi dalam sejarah Indonesia. (Foto: BPMI Setpres)

Jakarta, Javanusa—Produksi pangan nasional mencatat rekor tertinggi dalam sejarah Indonesia. Presiden Prabowo Subianto mengumumkan capaian itu dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Senin (20/10/2025).

Menurut Presiden, sepanjang Januari–Oktober 2025, produksi pangan nasional mencapai 31.038.190 ton, angka tertinggi sejak Republik Indonesia berdiri.

“Ini prestasi besar yang sangat membanggakan. Produksi pangan kita mencapai titik tertinggi dalam sejarah. Saya memperkirakan butuh empat tahun untuk kembali swasembada, tetapi ternyata hanya satu tahun,” ujar Presiden Prabowo disambut tepuk tangan peserta sidang.

Kesejahteraan Petani Ikut Meningkat

Selain mencetak rekor produksi, cadangan beras pemerintah di Bulog per Juni 2025 mencapai 4,2 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah. Nilai Tukar Petani (NTP) juga melonjak hingga 124,36, menunjukkan peningkatan signifikan dalam kesejahteraan petani.

Presiden menegaskan pemerintah menaikkan harga pembelian gabah menjadi Rp6.500 per kilogram. Ia juga menindak tegas perusahaan yang mempermainkan harga dan menjual beras subsidi sebagai beras premium.

“Praktik seperti ini tidak akan kita toleransi. Pemerintah akan bertindak keras terhadap pihak yang menipu rakyat,” tegasnya.

Reformasi Tata Kelola Pupuk dan Produksi Hulu

Lompatan besar produksi ini didorong oleh reformasi tata kelola pupuk nasional. Pemerintah memangkas 145 regulasi lama yang menghambat distribusi dan menggantinya dengan sistem langsung dari pabrik ke petani.

“Tanda tangan yang terlalu banyak sering jadi sumber masalah. Sekarang semua proses kita ringkas agar efisien,” ujar Presiden.

Pencetakan Sawah Baru dan Antisipasi Alih Fungsi Lahan

Pemerintah juga memprioritaskan program pencetakan sawah baru. Hingga Oktober 2025, tercatat 225 ribu hektare sawah baru telah tercipta, dan ditargetkan mencapai 480 ribu hektare pada akhir 2026.

Presiden mengingatkan, setiap tahun sekitar 100 ribu hektare sawah produktif hilang karena alih fungsi lahan menjadi kawasan industri dan perumahan.

Baca Juga :  Alumni Latsitarda Nusantara di Kota Pariaman Motivasi Pemain Persikopa

“Kita butuh pabrik dan perumahan, tapi pangan lebih utama. Karena itu, sawah baru harus segera dicetak agar ketersediaan pangan tetap aman,” ucapnya.

Pompanisasi dan Infrastruktur Pascapanen

Program pompanisasi nasional turut mempercepat peningkatan produksi. Dengan suplai air yang stabil, ditambah ketersediaan pupuk dan benih yang lancar, produktivitas petani terus meningkat.

“Kini pupuk, benih, dan air tersedia. Pemerintah memastikan ekosistem produksi beras berjalan efisien,” kata Presiden Prabowo.

Selain itu, pemerintah menyiapkan 100 gudang baru Bulog untuk memperkuat infrastruktur pascapanen dan distribusi beras nasional.

“Kita kekurangan gudang. Dana sudah disiapkan agar Bulog segera membangun 100 gudang baru demi memperkuat cadangan beras,” tegasnya.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut capaian luar biasa sektor pertanian ini tak lepas dari kebijakan Presiden Prabowo yang berpihak kepada petani.

“Ini hasil nyata dari kebijakan yang pro petani. Produksi meningkat, harga stabil, dan pangan nasional makin kuat,” tutup Mentan Amran. (*/red)

Berita Terkait

BGN Wajibkan 21.527 SPPG Perbarui SPK, Perketat Pengawasan Program MBG
Promotor Pastikan Visa Andrea Bocelli Terbit, Berbeda dengan Pernyataan Dirjen Imigrasi
BGN Catat Efisiensi Rp44 Triliun, Program MBG Masuki Transformasi 2.0
Pemerintah Jamin Serapan Jagung Petani, Bulog Siap Beli Hasil Panen
Kemnaker Verifikasi Mitra MagangHub Batch 3 hingga 30 Oktober 2026, Ini Jadwal Seleksinya
Kemnaker Buka Pendaftaran MagangHub Batch 3, Cek Jadwalnya
Polri dan Kemkomdigi Perkuat Kerja Sama Berantas Kejahatan Siber
Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:06 WIB

BMKG Peringatkan Hujan Lebat di Sumbar Hari Ini, Berikut Daftar Wilayah Terdampak

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:12 WIB

BMKG Peringatkan Gelombang hingga 2,5 Meter di Perairan Sumbar hingga 1 November 2026

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:08 WIB

BPBD Padang Imbau Warga Waspadai Cuaca Ekstrem dan Asap Sepekan Ke Depan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:08 WIB

Prakiraan Cuaca Sumbar 28 Oktober 2026: BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat di Sejumlah Daerah

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:42 WIB

Prakiraan Cuaca Sumbar 27 Oktober 2026, Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:25 WIB

Prakiraan Cuaca Sumbar 26 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat di 3 Daerah

Minggu, 25 Oktober 2026 - 12:45 WIB

BMKG Peringatkan Hujan Lebat di Sumbar Hari Ini, 6 Wilayah Berstatus Siaga

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:54 WIB

BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat di Sumbar 24 Oktober 2026, Ini Wilayah Siaga

Berita Terbaru

Pemko Padang menargetkan 523 unit hunian tetap rampung pada 2027. Pembangunan tersebar di Balai Gadang, Sungkai, dan Kampung Lalang. (Foto: Pemko Padang)

Kota Padang

Pemko Padang Targetkan 523 Huntap Rampung pada 2027

Jumat, 30 Okt 2026 - 16:12 WIB