Sektor Manufaktur Tumbuh 5,58 Persen, Kembali Lampaui Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Penulis -

Kamis, 6 November 2025 - 12:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. (Foto: Kemenperin)

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. (Foto: Kemenperin)

Jakarta, Javanusa—Sektor manufaktur atau Industri Pengolahan Nonmigas (IPNM) kembali menunjukkan performa positif dan tetap menjadi motor utama penggerak ekonomi nasional.

Pada triwulan III tahun 2025, sektor ini tumbuh sebesar 5,58 persen (y-on-y), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,04 persen (y-on-y).

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan, capaian tersebut memperkuat posisi manufaktur sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia.

“Pertumbuhan manufaktur pada triwulan III 2025 kembali melampaui pertumbuhan ekonomi nasional. Ini mencerminkan daya saing industri nasional yang semakin kuat, baik di pasar domestik maupun ekspor,” ujar Agus di Jakarta, Rabu (5/11).

Kontribusi Terbesar terhadap PDB Nasional

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kontribusi sektor manufaktur terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional mencapai 17,39 persen pada triwulan III 2025.

Angka ini naik 0,47 persen dibandingkan kuartal sebelumnya yang sebesar 16,92 persen, menjadikannya penyumbang terbesar terhadap PDB dibanding sektor lain.

Agus menjelaskan, sektor manufaktur juga memberikan kontribusi signifikan terhadap sumber pertumbuhan ekonomi nasional, yakni sebesar 1,13 persen (y-on-y).

“Artinya, sektor ini tetap menjadi motor utama yang memberikan nilai tambah besar, menyerap banyak tenaga kerja, dan memperkuat struktur ekonomi nasional,” ungkapnya.

Subsektor Unggulan Alami Pertumbuhan Signifikan

Pertumbuhan manufaktur pada triwulan III 2025 ditopang oleh meningkatnya permintaan dalam dan luar negeri. Beberapa subsektor bahkan mencatat pertumbuhan yang menonjol.

    • Industri makanan dan minuman tumbuh 6,49 persen, didorong peningkatan produksi Crude Palm Oil (CPO) dan produk turunannya.
    • Industri logam dasar melonjak 18,62 persen, sejalan dengan meningkatnya permintaan ekspor besi dan baja.
    • Industri kimia, farmasi, dan obat tradisional tumbuh 11,65 persen, berkat peningkatan produksi bahan kimia untuk pasar domestik dan ekspor.
    • Industri mesin dan perlengkapan serta industri jasa reparasi dan pemasangan mesin/peralatan juga naik signifikan masing-masing 11,74 persen dan 16,30 persen.
Baca Juga :  Perkuat Industri 4.0, Kemenperin Dorong Sertifikasi Drone Pertanian SNI 9199:2023

Agus menilai, tren positif di berbagai subsektor tersebut menjadi bukti efektivitas kebijakan pemerintah dalam mendorong industrialisasi berbasis sumber daya alam, memperkuat teknologi produksi, serta melindungi pasar domestik dari serbuan produk impor.

“Kami akan terus memperkuat kebijakan yang berfokus pada peningkatan produktivitas dan daya saing industri nasional,” tegasnya.

Kemenperin Jaga Momentum Positif

Kementerian Perindustrian berkomitmen menjaga momentum pertumbuhan ini melalui sejumlah program strategis, di antaranya Strategi Baru Industrialisasi Nasional (SBIN), peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), pengembangan industri halal, transformasi menuju industri hijau, serta dukungan pada investasi dan inovasi berorientasi ekspor.

Agus menambahkan, capaian tersebut merupakan hasil sinergi antara kebijakan pemerintah pusat, kerja sama lintas kementerian dan lembaga, serta dukungan pemerintah daerah dan pelaku industri.

“Dengan arahan dan keberpihakan Presiden Prabowo terhadap industri dalam negeri, kami optimistis sektor pengolahan akan terus tumbuh lebih kuat dan menjadi fondasi menuju Indonesia Emas 2045,” pungkas Menperin. (*/red)

Berita Terkait

Maigus Nasir Resmikan Kampung Budi Daya Ikan Air Tawar di Kelurahan Pisang, 53 Keluarga Terima Bantuan
Progres Flyover Sitinjau Lauik I Capai 35,275 Persen, Jembatan 1 Rampung
Pemerintah Siapkan Storage di Dalam Negeri, Impor Crude Tak Lagi Mampir ke Negara Lain
Pemko Padang Lengkapi Fasilitas Basement Blok II dan III Pasar Raya, Pedagang Diminta Mulai Berjualan
Tekan Gejolak Harga Pangan, Pemerintah Gelar GPM Serentak di 38 Provinsi
Gerakan Pangan Murah Payakumbuh, Cabai Merah Dijual Rp50 Ribu per Kg
Pemko Padang dan UPTD PPD Padang Perkuat Sinergi, Optimalkan PAD Lewat Inovasi Layanan Pajak Kendaraan
Gandeng BRI, Pemko Padang Pacu PAD Lewat Digitalisasi Retribusi dan Pajak Daerah

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:12 WIB

Fadly Amran Tutup Diksarmil Menwa Pagaruyung Sumbar Angkatan ke-49, Tekankan Wawasan Kebangsaan dan Kesiapsiagaan Bencana

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:39 WIB

Dinas PUPR Padang Tambal Jalan Kampung Jao Dalam, Jaga Kenyamanan dan Keselamatan Pengguna Jalan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:35 WIB

Fadly Amran Ajak LPM Perkuat Mitigasi Bencana dan Dukung Pengendalian Banjir di Padang

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:44 WIB

Reaktivasi Kereta Api Kayu Tanam–Padang Panjang Dimulai 2027, Ini Tantangannya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:42 WIB

Satpol PP Padang Tertibkan Bangunan di Fasilitas Umum dan PKL Pasar Belimbing

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:08 WIB

Mahyeldi Dorong Pesantren Jadi Motor Ekonomi Syariah dan Pariwisata Halal Sumbar

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Maigus Nasir Tinjau Seleksi Kafilah MTQN Padang, Target Juara Umum Sumbar 2027

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:39 WIB

Jamin Seleksi Dikbang Polri 2027 Bersih, Polda Sumbar Tegaskan Pakta Integritas Bukan Sekadar Formalitas

Berita Terbaru