Javanusa.com—Flu dapat mengganggu aktivitas sehari-hari karena memicu demam, sakit kepala, nyeri otot, batuk, hingga hidung tersumbat.
Minum air hangat bisa membantu meredakan sebagian keluhan, tetapi tubuh juga membutuhkan istirahat dan perawatan yang tepat agar pemulihan berjalan optimal.
Influenza merupakan infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh virus influenza. Penyakit ini mudah menular dan dapat menimbulkan komplikasi serius, terutama pada kelompok berisiko tinggi.
Gejala flu biasanya terasa paling berat selama dua hingga tiga hari pertama. Namun, sebagian orang membutuhkan waktu sekitar satu minggu atau lebih untuk pulih.
Lantas, bagaimana cara mengatasi flu di rumah selain minum air hangat? Dikutip dari Halodoc, berikut sejumlah langkah yang dapat membantu meredakan gejala dan mendukung proses pemulihan.
1. Istirahat yang cukup
Saat terserang flu, tubuh membutuhkan waktu untuk melawan infeksi. Istirahat yang cukup membantu menjaga energi selama proses pemulihan.
Kurangi aktivitas berat dan usahakan tidur dengan durasi yang memadai. Sebaiknya, tetap di rumah selama sakit untuk mengurangi risiko penularan kepada orang lain.
2. Perbanyak minum air putih
Demam dapat meningkatkan kehilangan cairan tubuh. Kondisi ini membuat kebutuhan cairan perlu mendapat perhatian selama flu.
Minumlah air putih secara teratur sepanjang hari. Air hangat, sup, atau minuman hangat lainnya juga dapat membantu menjaga hidrasi dan meredakan ketidaknyamanan pada tenggorokan.
3. Konsumsi makanan bergizi
Nafsu makan sering menurun ketika seseorang mengalami flu. Meski demikian, tubuh tetap membutuhkan asupan nutrisi untuk menunjang fungsi kekebalan tubuh.
Pilih makanan bergizi seimbang, termasuk buah, sayuran, sumber protein, dan makanan berkarbohidrat. Konsumsi makanan secara teratur sesuai kemampuan agar kebutuhan energi tetap terpenuhi.
4. Gunakan humidifier
Udara kering dapat memperburuk rasa tidak nyaman pada hidung dan tenggorokan. Humidifier membantu meningkatkan kelembapan udara di dalam ruangan.
Penggunaan alat ini dapat memberikan kelegaan sementara pada sebagian orang. Pastikan humidifier dibersihkan sesuai petunjuk produsen untuk mencegah pertumbuhan jamur dan penyebaran mikroorganisme.
5. Kelola stres dan cukup tidur
Kondisi psikologis dapat memengaruhi kualitas tidur dan kebiasaan selama sakit. Stres yang tidak terkelola juga dapat membuat seseorang semakin sulit beristirahat.
Luangkan waktu untuk melakukan aktivitas ringan yang menenangkan. Meski tidak menyembuhkan influenza secara langsung, pengelolaan stres dan tidur yang cukup mendukung pemulihan tubuh.
6. Gunakan obat untuk meredakan gejala
Obat bebas atau over-the-counter (OTC) dapat membantu mengurangi keluhan tertentu, seperti demam, sakit kepala, nyeri otot, dan hidung tersumbat.
Pilih obat berdasarkan gejala yang dialami dan ikuti petunjuk penggunaan pada kemasan. Perhatikan kandungan bahan aktif agar tidak mengonsumsi dua produk dengan zat yang sama secara bersamaan.
Antibiotik tidak dapat mengatasi influenza karena penyakit ini disebabkan oleh virus. Pada pasien tertentu, dokter dapat mempertimbangkan obat antivirus, terutama jika pasien berisiko mengalami komplikasi atau mengalami gejala berat.
Jika memiliki penyakit penyerta, sedang hamil, atau hendak memberikan obat kepada anak, konsultasikan pilihan obat dengan dokter atau apoteker.
7. Berkumur dengan air garam
Sakit tenggorokan dapat menambah ketidaknyamanan saat flu. Berkumur menggunakan larutan air garam hangat dapat membantu meredakan iritasi pada tenggorokan.
Larutkan sekitar setengah sendok teh garam ke dalam segelas air hangat, kemudian gunakan untuk berkumur dan buang larutannya. Jangan menelan air garam tersebut.
Cara ini hanya membantu meredakan gejala dan tidak menghilangkan virus influenza dari tubuh.
8. Minum jahe atau madu
Jahe dan madu dapat menjadi pilihan minuman rumahan untuk membantu memberikan rasa nyaman saat flu.
Jahe mengandung senyawa gingerol dan shogaol yang memiliki aktivitas antiinflamasi dalam penelitian tertentu. Sementara itu, madu dapat membantu meredakan batuk, terutama pada malam hari.
Meski demikian, bukti bahwa kedua bahan tersebut dapat mempercepat penyembuhan influenza masih terbatas. Jangan memberikan madu kepada bayi berusia di bawah satu tahun karena risiko botulisme.
9. Mandi air hangat
Mandi menggunakan air hangat dapat membantu merelaksasi otot yang terasa pegal. Uap hangat juga mungkin memberikan kelegaan sementara ketika hidung tersumbat.
Gunakan air dengan suhu nyaman dan hindari paparan uap yang terlalu panas. Langkah ini membantu mengurangi ketidaknyamanan, tetapi tidak membunuh virus penyebab flu.
Resep Minuman Jahe Lemon Madu untuk Membantu Meredakan Flu
Minuman jahe lemon madu dapat dibuat menggunakan bahan sederhana yang tersedia di rumah. Minuman hangat ini membantu menjaga asupan cairan sekaligus memberikan rasa nyaman pada tenggorokan.
Bahan-bahan:
-
- 2 ruas jahe, memarkan.
- 1 buah lemon, ambil airnya.
- 1–2 sendok makan madu.
- Air panas secukupnya.
Cara membuat:
-
- Masukkan jahe yang sudah dimemarkan ke dalam gelas.
- Tuangkan air panas dan diamkan beberapa menit agar rasa jahe keluar.
- Tambahkan air perasan lemon setelah suhu minuman sedikit turun.
- Masukkan madu, lalu aduk hingga tercampur rata.
- Minum selagi hangat sesuai kenyamanan.
Ramuan ini hanya membantu meredakan keluhan dan menjaga hidrasi. Minuman herbal tidak menggantikan obat antivirus atau pemeriksaan medis jika memang diperlukan.
Kapan Penderita Flu Harus ke Dokter?
Sebagian besar penderita flu dapat menjalani perawatan di rumah. Namun, jangan menunda pemeriksaan jika gejala memburuk atau tidak menunjukkan perbaikan.
Segera cari pertolongan medis jika mengalami sesak napas, nyeri atau tekanan pada dada, kebingungan, kejang, atau tanda dehidrasi berat. Demam yang menetap atau kembali muncul setelah sempat membaik juga memerlukan evaluasi dokter.
Kelompok yang berisiko mengalami komplikasi meliputi anak kecil, lansia, ibu hamil, serta orang dengan penyakit kronis atau gangguan sistem kekebalan tubuh. Mereka sebaiknya berkonsultasi lebih awal ketika mengalami gejala influenza. (*)






