Padang, Javanusa—Semen Padang FC kembali menjadi sorotan setelah namanya masuk dalam FIFA Registration Ban List.
Manajemen Kabau Sirah menjelaskan persoalan tersebut berkaitan dengan sisa kewajiban finansial dari periode kepengurusan sebelumnya yang mencapai Rp 4 miliar.
CEO Semen Padang FC, Muhammad Ammar Tsaqif Rosiade menjelaskan manajemen baru telah menyelesaikan kewajiban lama senilai Rp 9 miliar, tetapi kemudian menerima informasi mengenai tunggakan lain yang belum tuntas.
Persoalan ini menjadi perhatian karena FIFA Registration Ban List berkaitan dengan pembatasan pendaftaran pemain.
Namun, status sanksi yang berlaku terhadap Semen Padang FC beserta dampaknya terhadap aktivitas transfer masih perlu merujuk pada informasi resmi FIFA.
Manajemen Baru Semen Padang FC Lunasi Kewajiban Rp 9 Miliar
Muhammad Ammar menjelaskan manajemen baru langsung berfokus membangun skuad yang kompetitif untuk menghadapi kompetisi musim 2026/2027 setelah proses serah terima kepengurusan.
Pada awal masa transisi, manajemen menerima informasi mengenai kewajiban finansial dari periode sebelumnya senilai Rp 9 miliar.
Untuk menjaga operasional dan reputasi klub, manajemen kemudian mengupayakan dana talangan.
Langkah tersebut disertai kesepakatan pemilik klub, PT Semen Padang, akan mengganti dana talangan tersebut. Menurut keterangan manajemen, kewajiban senilai Rp 9 miliar itu telah mereka selesaikan sepenuhnya.
Meski demikian, persoalan finansial klub belum berakhir. Manajemen mengaku baru menerima informasi tambahan pada bulan sebelumnya mengenai sisa kewajiban sebesar Rp 4 miliar.
Sisa Utang Rp 4 Miliar Berkaitan dengan FIFA Registration Ban List
Manajemen menyebut tunggakan Rp 4 miliar tersebut berkaitan dengan munculnya nama Semen Padang FC dalam FIFA Registration Ban List.
Daftar tersebut berkaitan dengan sanksi pembatasan pendaftaran pemain yang FIFA jatuhkan kepada klub sesuai ketentuan yang berlaku. Karena itu, kepastian mengenai status Semen Padang FC perlu mengacu pada data resmi FIFA.
Manajemen juga mengantisipasi kemungkinan munculnya kewajiban lain atau pembaruan sanksi dalam proses administrasi selanjutnya.
Namun, informasi mengenai dasar sanksi, rincian tunggakan, dan status terkini klub masih memerlukan konfirmasi melalui dokumen resmi.
Klarifikasi CEO menjadi dasar untuk memahami kronologi dan langkah penyelesaian yang manajemen sampaikan. Informasi tersebut perlu dibedakan dari konfirmasi resmi FIFA mengenai status sanksi klub.
PT Semen Padang Diajak Menyelesaikan Sisa Kewajiban
Untuk menuntaskan persoalan tersebut, manajemen Semen Padang FC mengaku telah menjalin koordinasi intensif dengan PT Semen Padang selaku pemilik klub.
Koordinasi itu berfokus pada penyelesaian sisa kewajiban Rp 4 miliar, sekaligus mengantisipasi kemungkinan adanya tagihan tambahan.
Manajemen menyatakan akan menangani persoalan finansial dari periode sebelumnya bersama pihak pemilik hingga tuntas.
Langkah ini diharapkan dapat menuntaskan kewajiban lama dan mencegah persoalan finansial mengganggu persiapan tim menghadapi kompetisi musim 2026/2027.
Penyelesaian tunggakan juga menjadi perhatian penting bagi klub, terutama karena status pendaftaran pemain dapat memengaruhi perencanaan skuad apabila sanksi FIFA masih berlaku.
Suporter Diminta Tetap Tenang, Target Juara Tidak Berubah
Di tengah perhatian publik terhadap FIFA Registration Ban List, manajemen meminta suporter Semen Padang FC tetap tenang.
Manajemen menegaskan tim masih berfokus mengejar target utama musim ini, yakni meraih gelar juara.
Sementara itu, manajemen terus berkoordinasi dengan PT Semen Padang untuk menyelesaikan sisa kewajiban finansial yang berasal dari periode sebelumnya.
Klarifikasi tersebut menjelaskan langkah yang manajemen ambil dalam menghadapi persoalan tersebut.
Meski begitu, kepastian mengenai pencabutan atau keberlanjutan sanksi, serta dampaknya terhadap pendaftaran pemain baru, tetap bergantung pada informasi resmi FIFA.
Dengan demikian, penyelesaian tunggakan menjadi salah satu hal penting yang perlu dituntaskan Semen Padang FC agar persiapan tim berjalan sesuai rencana. (*)






