Setiap 4 Menit Satu Nyawa Melayang, Pemerintah Genjot Deteksi Dini dan Pengobatan TB

Penulis -

Jumat, 10 April 2026 - 16:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Menteri Kesehatan RI, dr. Benjamin P. Octavianus. (Foto: Kemenkes)

Wakil Menteri Kesehatan RI, dr. Benjamin P. Octavianus. (Foto: Kemenkes)

Jakarta, Javanusa—Pemerintah Indonesia mempercepat upaya eliminasi tuberkulosis (TB) sebagai langkah darurat nasional di tengah tingginya angka penularan dan kematian.

Dalam kegiatan Temu Media Hari Tuberkulosis Sedunia 2026, Wakil Menteri Kesehatan RI, dr. Benjamin P. Octavianus, menyampaikan bahwa laju penularan dan kematian TB masih tinggi. Setiap menit dua orang terinfeksi TB, sementara satu orang meninggal dunia setiap empat menit di Indonesia.

Tuberkulosis disebut masih menjadi tantangan besar karena tidak hanya berkaitan dengan aspek kesehatan, tetapi juga dipengaruhi faktor sosial, ekonomi, gizi, dan lingkungan.

Indonesia mencatat lebih dari 1 juta kasus TB setiap tahun. Angka ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan beban TB tertinggi di dunia.

Sebagai respons, pemerintah mempercepat langkah penanganan melalui deteksi dini secara masif. Salah satunya melalui Program Cek Kesehatan Gratis dengan target menjangkau 130 juta masyarakat pada 2026.

Selain deteksi dini, pemerintah juga memperkuat pelacakan kontak erat, pemberian terapi pencegahan TB, serta meningkatkan peran masyarakat dan kader kesehatan dalam pengendalian penyakit ini.

Setiap kasus yang ditemukan dan diobati dinilai berkontribusi langsung terhadap upaya penyelamatan nyawa dan pemutusan rantai penularan.

Dari sisi global, Perwakilan WHO Indonesia, dr. Setiawan Jati Laksono, menyebut Indonesia menyumbang sekitar 10 persen dari total kasus TB dunia.

Data tahun 2024 menunjukkan sekitar 118.000 kematian akibat TB pada kelompok tanpa HIV, serta 8.100 kematian pada kelompok dengan HIV di Indonesia.

WHO mencatat sejumlah tantangan dalam pengendalian TB, antara lain masih banyak kasus yang belum terdiagnosis, meningkatnya TB resistan obat, serta faktor risiko seperti malnutrisi, diabetes, dan kebiasaan merokok.

Di sisi lain, pengembangan inovasi terus berjalan. Saat ini terdapat lebih dari 100 alat diagnostik, 29 jenis obat TB, dan 18 kandidat vaksin yang sedang dalam tahap pengembangan. (*/red)

Baca Juga :  5 Mitos Susu UHT yang Masih Banyak Dipercaya, Ini Fakta Ilmiahnya

Berita Terkait

Benarkah Kacang Tanah Pemicu Asam Urat? Cek Fakta dan Porsi Amannya
Bintik Kasar Seperti Kulit Ayam di Lengan? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Sering Kurang Tidur? Kenali Gejala, Dampak Kesehatan dan Cara Mengatasinya
7 Pilihan Lauk untuk Penderita Darah Tinggi, Sehat dan Mudah Diolah
Anak Makan Banyak tapi Tetap Kurus? Kenali 7 Penyebab dan Cara Mengatasinya
Benarkah Nanas Bisa Meredakan Batuk? Ini Penjelasan dan Faktanya
7 Cara Alami Meredakan Ambeien Tanpa Obat, Efektif Kurangi Nyeri dan Bengkak
7 Minuman yang Bisa Membantu Menurunkan Kolesterol, dari Teh Hijau hingga Susu Kedelai

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:55 WIB

Pencuri Komponen Pendeteksi Banjir di Padang Ditangkap, 2 Kabur

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:07 WIB

Polda Sumbar Ungkap Dugaan Judi Togel Online di Padang, Uang Rp4,15 Juta Disita

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:13 WIB

Modus Penimbunan BBM Subsidi di Sumbar, Pelaku Gunakan Kantong Plastik dan Kotak Ikan

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:03 WIB

Polda Sumbar Ungkap 24 Kasus Penyalahgunaan BBM Subsidi, 25 Tersangka Diamankan

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:30 WIB

BPBD Padang Evakuasi Pohon Karet Tumbang di Kalumbuk, Jalan Kembali Normal

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:21 WIB

Hilang Kendali, Dua Mobil Terperosok ke Sawah di Jalan Solok-Padang

Minggu, 25 Oktober 2026 - 11:53 WIB

Rumah Wartawan Harian Singgalang Dibobol Maling, Laptop, HP dan Tiga Hardisk Raib

Minggu, 25 Oktober 2026 - 08:30 WIB

Polda Sumbar Razia Tempat Hiburan Malam di Padang, Dua Pengunjung Positif Metamfetamin

Berita Terbaru

Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker, Darmawansyah. (Foto: Kemnaker)

Nasional

Kemnaker Buka Pendaftaran MagangHub Batch 3, Cek Jadwalnya

Rabu, 28 Okt 2026 - 20:41 WIB