Skema Murur Haji 2026: PPIH Prioritaskan Jemaah Lansia dan Risti untuk Kurangi Kepadatan Muzdalifah

Penulis -

Senin, 18 Mei 2026 - 13:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PPIH Arab Saudi mematangkan skema murur bagi jemaah haji Indonesia menjelang puncak ibadah di Armuzna. (Foto: Kemenhaj)

PPIH Arab Saudi mematangkan skema murur bagi jemaah haji Indonesia menjelang puncak ibadah di Armuzna. (Foto: Kemenhaj)

Makkah, Javanusa—Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mematangkan skema murur bagi jemaah haji Indonesia menjelang puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Melalui skema tersebut, jemaah risiko tinggi (risti), lansia, dan pendamping akan langsung menuju Mina tanpa turun dan mabit di Muzdalifah.

Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenhaj sekaligus Wakil Penanggung Jawab II PPIH Arab Saudi, Puji Raharjo, mengatakan langkah itu bertujuan mengurangi kepadatan di Muzdalifah sekaligus menjaga kondisi kesehatan jemaah rentan.

“Karena keterbatasan space di Muzdalifah, nanti sebagian jemaah kita yang risiko tinggi, lansia, punya komorbid dan pendampingnya akan langsung kita bawa ke Mina,” kata Puji Raharjo di Makkah, Sabtu (16/5/2026).

Jemaah Murur Langsung ke Mina

Puji menjelaskan, jemaah yang masuk kategori murur akan langsung menaiki bus dari Arafah menuju Mina setelah menjalani wukuf.

Dengan pola itu, mereka tidak perlu turun di Muzdalifah maupun menunggu hingga tengah malam untuk melanjutkan perjalanan.

“Ini yang mereka tidak harus turun di Muzdalifah dan tidak harus menunggu tengah malam untuk melewati Muzdalifah,” ujarnya.

Sementara itu, jemaah yang berada dalam kondisi sehat tetap menjalani mabit di Muzdalifah sebelum berangkat ke Mina setelah lewat tengah malam.

Menurut Puji, PPIH Arab Saudi bersama Satuan Operasi Armuzna masih memfinalisasi mekanisme teknis, pembagian jemaah, serta standar operasional prosedur (SOP) pelaksanaan murur dan tanazul.

PPIH juga terus berkoordinasi dengan ketua kloter, pembimbing ibadah, tenaga kesehatan, hingga Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU).

“Kita berharap semua jemaah bisa mengikuti puncak ibadah haji secara normal, sehat, dan tanpa terkendala hal-hal yang menghambat ibadah,” katanya.

PPIH Antisipasi Kepadatan di Muzdalifah

Puji menegaskan, kepatuhan jemaah terhadap arahan petugas menjadi faktor penting dalam keberhasilan skema Armuzna tahun ini. Ia berharap persoalan yang muncul pada musim haji sebelumnya tidak kembali terjadi.

Baca Juga :  Dua Jemaah Haji Indonesia Masih Dirawat di Arab Saudi, Kondisinya Terus Dipantau

“Kita tidak ingin ada lagi jemaah yang kesiangan keluar dari Muzdalifah atau sampai harus berjalan kaki karena kepadatan,” ujarnya.

Selain menyiapkan skema murur, PPIH juga menempatkan petugas lebih awal di Arafah dan Mina. Sejumlah petugas disiagakan khusus di Mina sebelum puncak haji dimulai untuk membantu kedatangan jemaah dan memastikan mereka menempati tenda dengan tepat.

Petugas tersebut kemungkinan tidak mengikuti ibadah haji karena fokus melayani jemaah.

“Ada petugas yang memang kita dedikasikan khusus di Mina supaya jamaah tidak tersesat dan bisa terlayani dengan baik,” kata Puji.

Safari Wukuf untuk Lansia dan Disabilitas

Puji menambahkan, sebagian petugas yang ditempatkan di Mina merupakan personel berpengalaman yang telah beberapa kali menjalankan ibadah haji.

Selain itu, PPIH tetap menyiapkan layanan safari wukuf khusus bagi jemaah lansia dan disabilitas. Jumlah peserta safari wukuf tahun ini diperkirakan mencapai 300 hingga 400 orang.

Menurut Puji, jumlah tersebut telah melalui pemeriksaan kesehatan dan pengawasan kondisi jemaah sejak di Indonesia hingga di Arab Saudi dengan pengawasan lebih ketat dibanding tahun sebelumnya.

Menjelang puncak haji, Puji mengingatkan jemaah agar menjaga kondisi fisik dan tidak memaksakan diri melakukan aktivitas berat sebelum wukuf di Arafah.

“Haji itu puncaknya di Arafah. Jangan sampai tenaganya habis sebelum waktunya,” pungkasnya. (*/red)

Berita Terkait

Kemenhaj Umumkan Daftar Jemaah Haji 2027, Cek Status Keberangkatan di Sini
Kemenhaj Catat 244 Kasus Haji dan Umrah, Potensi Kerugian Jemaah Capai Rp247,65 Miliar
Wamenhaj Imbau Jemaah Umrah Pakai Direct Flight, Hindari Transit Singapura-Malaysia
Kemenhaj Perkuat Pengawasan Umrah, Antisipasi Situasi Darurat dan Force Majeure
Kemenhaj dan Kemenbud Jajaki Pembentukan Museum Haji Indonesia
Menhaj Irfan Yusuf Buka Suara soal Pengangkatan Anaknya sebagai Tenaga Ahli
Jadwal Haji 2027 Ditetapkan, Jemaah Masuk Asrama Mulai 10 April
Belanja Haji Tembus Rp4 Triliun, Menhaj Dorong UMKM Daerah Perluas Pasar

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:26 WIB

Tanpa Tegar, Sumsel United Siap Tempur Lawan Semen Padang

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:24 WIB

Stadion Haji Agus Salim Padang Punya Kapasitas 12.067 Penonton, Ini Fasilitasnya

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:42 WIB

Genoa Bungkam Juventus 2-0, Bianconeri Tertahan di Peringkat 8

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Hasil Carabao Cup: Manchester City Singkirkan Brighton Lewat Adu Penalti 4-3

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:20 WIB

Tanpa Harry Kane, Bayern Munich Bantai Magdeburg 6-1 di DFB Pokal

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:10 WIB

Liverpool Singkirkan Chelsea Lewat Adu Penalti, Lolos ke Perempat Final Carabao Cup

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:04 WIB

Fortuna Sittard Singkirkan Sparta Rotterdam, Justin Hubner Cs Lolos ke Babak Kedua Piala KNVB

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:55 WIB

AC Milan Dibantai Bologna 2-4 di San Siro, Samuel Mbangula Cetak Hattrick

Berita Terbaru

Sumsel United siap menghadapi Semen Padang di Pegadaian Championship 2026/2027. (Foto: ileague.id)

Liga 2

Tanpa Tegar, Sumsel United Siap Tempur Lawan Semen Padang

Kamis, 29 Okt 2026 - 18:26 WIB