Pessel, Javanusa—SMAN 3 Painan, Kabupaten Pesisir Selatan, meraih plakat Kandidat Sekolah Rujukan Google (Google Reference School) dari Google di Jakarta, Selasa (20/10).
Pencapaian tersebut menjadi langkah awal bagi sekolah itu untuk meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis teknologi digital sekaligus membidik status Sekolah Rujukan Google pada 2027.
Pengakuan tersebut menjadi momentum bagi SMAN 3 Painan untuk memperkuat transformasi digital di lingkungan pendidikan.
Selain mendorong pemanfaatan teknologi dalam proses belajar mengajar, langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kompetensi guru dan peserta didik agar lebih siap menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan tantangan dunia pendidikan pada masa mendatang.
Kepala SMAN 3 Painan, Rini Amelia, menerima plakat tersebut secara langsung dari Country Lead Google Education Indonesia & Malaysia, Olivia Basrin, di Kantor Google, Jakarta. Penyerahan itu turut didampingi guru SMAN 3 Painan, Mega Susilawati.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdin) Wilayah VII Pesisir Selatan, Muslim Arif, mengapresiasi pencapaian SMAN 3 Painan tersebut ketika dihubungi, Selasa (20/10).
Menurut Muslim, keberhasilan sekolah mencapai tahap kandidat Sekolah Rujukan Google merupakan perkembangan positif dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan, terutama melalui pemanfaatan teknologi digital yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran.
Ia menilai, pencapaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi satuan pendidikan lainnya di Kabupaten Pesisir Selatan untuk terus berinovasi, meningkatkan kompetensi tenaga pendidik, serta menciptakan proses pembelajaran yang lebih efektif dan relevan dengan perkembangan zaman.
“Kami mengapresiasi pencapaian SMAN 3 Painan yang telah berhasil menjadi kandidat Sekolah Rujukan Google. Ini merupakan langkah positif dalam mendorong transformasi digital di lingkungan pendidikan. Semoga pencapaian ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran dan melahirkan peserta didik yang berprestasi, kreatif, serta mampu bersaing di masa depan,” ujar Muslim.
Ia menegaskan, pemanfaatan teknologi digital dalam dunia pendidikan tidak boleh hanya berorientasi pada penggunaan perangkat atau aplikasi.
Lebih dari itu, teknologi harus mampu membantu guru mengembangkan metode pembelajaran yang interaktif, mendorong kemampuan berpikir kritis, memperkuat kolaborasi, serta meningkatkan kreativitas peserta didik.
Menurutnya, kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi menjadi salah satu aspek penting yang perlu dipersiapkan oleh sekolah.
Dengan demikian, peserta didik tidak hanya memiliki pengetahuan akademik, tetapi juga keterampilan yang dibutuhkan untuk menghadapi perubahan dunia kerja dan perkembangan masyarakat.
Muslim juga berharap keberhasilan SMAN 3 Painan dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di Pesisir Selatan untuk terus meningkatkan mutu pendidikan sesuai dengan potensi dan kebutuhan masing-masing.
“Kami berharap prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan SMAN 3 Painan, tetapi juga menjadi penyemangat bagi sekolah lainnya di Pesisir Selatan untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas pendidikan. Setiap sekolah perlu mengembangkan inovasi pembelajaran, memperkuat kompetensi guru, serta memanfaatkan teknologi secara tepat agar peserta didik memiliki daya saing dan mampu menghadapi tantangan ke depan,” harapnya.
Ia menambahkan, peningkatan kualitas pendidikan membutuhkan komitmen bersama antara sekolah, tenaga pendidik, orang tua, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan. Sinergi tersebut penting agar inovasi yang dikembangkan sekolah dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi peserta didik.
Sementara itu, Kepala SMAN 3 Painan, Rini Amelia, menyampaikan rasa syukur atas pencapaian yang diraih sekolahnya. Ia menilai, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja sama dan dukungan berbagai pihak, terutama orang tua peserta didik yang selama ini turut berkontribusi dalam mendorong kemajuan sekolah.
“Pencapaian ini merupakan hasil kerja sama, dorongan, dan dukungan orang tua peserta didik serta semua pihak. Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga SMAN 3 Painan dapat mencapai tahap ini,” ujar Rini.
Ia menjelaskan, penerimaan plakat kandidat Sekolah Rujukan Google bukanlah akhir dari upaya pengembangan sekolah. Sebaliknya, pencapaian tersebut menjadi motivasi untuk terus berbenah dan mempersiapkan berbagai persyaratan agar target meraih status Sekolah Rujukan Google pada 2027 dapat terwujud.
Menurut Rini, perkembangan teknologi digital menuntut dunia pendidikan untuk terus beradaptasi. Karena itu, SMAN 3 Painan berkomitmen meningkatkan kompetensi guru dan peserta didik agar mampu memanfaatkan teknologi secara tepat dalam mendukung kegiatan belajar mengajar.
Ia menegaskan, pembelajaran berbasis digital tidak sekadar menggunakan perangkat teknologi di dalam kelas. Penerapannya juga harus mampu menciptakan proses belajar yang lebih interaktif, mendorong kolaborasi, serta memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan kreativitas dan menghasilkan berbagai inovasi.
Melalui pengembangan ekosistem pembelajaran berbasis teknologi, sekolah diharapkan dapat meningkatkan efektivitas penyampaian materi sekaligus mendorong peserta didik untuk lebih aktif dalam mencari, mengolah, dan memahami informasi.
Bagi SMAN 3 Painan, status kandidat Sekolah Rujukan Google menjadi kesempatan untuk memperkuat kapasitas tenaga pendidik, mengoptimalkan pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran, serta membangun lingkungan sekolah yang mendukung lahirnya inovasi pendidikan.
Rini berharap sinergi antara pihak sekolah, orang tua peserta didik, tenaga pendidik, tenaga kependidikan, dan seluruh pemangku kepentingan dapat terus diperkuat.
Dukungan bersama tersebut dinilai penting agar program pengembangan sekolah berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi peningkatan kualitas peserta didik.
Ia optimistis, melalui komitmen dan kerja sama seluruh pihak, SMAN 3 Painan dapat mewujudkan target menjadi Sekolah Rujukan Google pada 2027 sekaligus memberikan kontribusi bagi kemajuan pendidikan di Kabupaten Pesisir Selatan.
“Ke depan, kami akan terus mendorong penerapan pembelajaran yang inovatif, efektif, dan berkualitas. Kami berharap upaya ini dapat membekali peserta didik dengan pengetahuan dan keterampilan yang memadai, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga mereka lebih siap menghadapi tantangan masa depan,” tutupnya. (yoniks)






