Solok Selatan Percepat Sertifikasi Halal UMKM, 500 Sertifikat Telah Terbit 

Penulis -

Rabu, 27 Mei 2026 - 08:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemkab Solsel terus mempercepat proses sertifikasi halal bagi pelaku UMKM hingga tingkat nagari melalui Progul UMKM Naik Kelas. (Foto: Diskominfo Solsel)

Pemkab Solsel terus mempercepat proses sertifikasi halal bagi pelaku UMKM hingga tingkat nagari melalui Progul UMKM Naik Kelas. (Foto: Diskominfo Solsel)

Solsel, Javanusa—Sebanyak 500 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Solok Selatan (Solsel) telah mengantongi sertifikat halal hingga Mei 2026.

Capaian tersebut menjadi bagian dari target 1.000 sertifikat halal menjelang kebijakan wajib halal nasional pada Oktober 2026.

Pemkab Solsel terus mempercepat proses sertifikasi halal bagi pelaku UMKM di seluruh kecamatan hingga tingkat nagari melalui Program Unggulan UMKM Naik Kelas.

Langkah ini bertujuan meningkatkan daya saing produk lokal sekaligus memastikan pelaku usaha siap memenuhi regulasi nasional terkait kewajiban sertifikasi halal.

Percepatan Sertifikasi Halal UMKM

Kepala Bidang Koperasi dan Usaha Mikro Dinas Perindagkop dan UKM Solsel Azizah Mutia, mengatakan percepatan sertifikasi halal dilakukan melalui kerja sama dengan Pusat Kajian Halal LDPM Bukittinggi.

Program tersebut mulai berjalan sejak Februari 2026. Dan ini terus didorong sejalan dengan arahan Pemerintah Provinsi Sumbar agar capaian sertifikasi halal UMKM meningkat lebih cepat.

“Solok Selatan telah melakukan upaya percepatan sertifikasi halal bagi UMKM ini. Saat ini sudah terbit sekitar 500 sertifikat halal dari target 1.000 sertifikat,” kata Azizah, Selasa (26/5/2026).

Menurut Azizah, jumlah sertifikat halal yang telah terbit masih akan bertambah. Hingga kini, banyak pelaku usaha masih menjalani proses sertifikasi melalui Pusat Kajian Halal LDPM Bukittinggi.

Pendampingan Hingga Tingkat Nagari

Pemerintah daerah juga memperluas pendampingan hingga tingkat nagari agar proses pengurusan sertifikat lebih mudah dijangkau pelaku usaha.

Pendataan dilakukan bersama kepala jorong untuk mempercepat verifikasi dan pengajuan sertifikasi halal.

Azizah menjelaskan, sertifikat halal tidak hanya menjadi bentuk kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga membuka peluang pengembangan usaha bagi pelaku UMKM.

Selain memperoleh fasilitasi dari pemerintah, pelaku usaha yang telah memiliki sertifikat halal juga berpeluang mendapatkan pelatihan, bantuan pemerintah, hingga akses kemitraan usaha yang lebih luas.

Baca Juga :  IM3 Platinum dan Apple Berikan Pengalaman Next Level di Peluncuran iPhone 16

“Ini menjadi salah satu upaya mendorong UMKM naik kelas. Selain itu, sertifikat halal juga menjadi salah satu persyaratan dalam aspek perizinan usaha,” ujarnya.

Wajib Halal Berlaku Oktober 2026

Percepatan sertifikasi halal penting karena pemerintah pusat telah menetapkan batas waktu kewajiban sertifikasi halal bagi sejumlah produk yang beredar di Indonesia.

Berdasarkan edaran Direktorat Jaminan Produk Halal (JPH) Kementerian Agama, produk makanan, minuman, hingga kosmetik wajib memiliki sertifikat halal paling lambat 17 Oktober 2026.

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memberikan jaminan keamanan dan kepastian produk kepada masyarakat.

Pemkab Solsel berharap semakin banyak UMKM mampu memenuhi standar produk halal, sekaligus meningkatkan daya saing usaha mereka. (*/red)

Berita Terkait

Maigus Nasir Resmikan Kampung Budi Daya Ikan Air Tawar di Kelurahan Pisang, 53 Keluarga Terima Bantuan
Progres Flyover Sitinjau Lauik I Capai 35,275 Persen, Jembatan 1 Rampung
Pemerintah Siapkan Storage di Dalam Negeri, Impor Crude Tak Lagi Mampir ke Negara Lain
Pemko Padang Lengkapi Fasilitas Basement Blok II dan III Pasar Raya, Pedagang Diminta Mulai Berjualan
Tekan Gejolak Harga Pangan, Pemerintah Gelar GPM Serentak di 38 Provinsi
Gerakan Pangan Murah Payakumbuh, Cabai Merah Dijual Rp50 Ribu per Kg
Pemko Padang dan UPTD PPD Padang Perkuat Sinergi, Optimalkan PAD Lewat Inovasi Layanan Pajak Kendaraan
Gandeng BRI, Pemko Padang Pacu PAD Lewat Digitalisasi Retribusi dan Pajak Daerah

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:55 WIB

Pencuri Komponen Pendeteksi Banjir di Padang Ditangkap, 2 Kabur

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:07 WIB

Polda Sumbar Ungkap Dugaan Judi Togel Online di Padang, Uang Rp4,15 Juta Disita

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:13 WIB

Modus Penimbunan BBM Subsidi di Sumbar, Pelaku Gunakan Kantong Plastik dan Kotak Ikan

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:03 WIB

Polda Sumbar Ungkap 24 Kasus Penyalahgunaan BBM Subsidi, 25 Tersangka Diamankan

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:30 WIB

BPBD Padang Evakuasi Pohon Karet Tumbang di Kalumbuk, Jalan Kembali Normal

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:21 WIB

Hilang Kendali, Dua Mobil Terperosok ke Sawah di Jalan Solok-Padang

Minggu, 25 Oktober 2026 - 11:53 WIB

Rumah Wartawan Harian Singgalang Dibobol Maling, Laptop, HP dan Tiga Hardisk Raib

Minggu, 25 Oktober 2026 - 08:30 WIB

Polda Sumbar Razia Tempat Hiburan Malam di Padang, Dua Pengunjung Positif Metamfetamin

Berita Terbaru

Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker, Darmawansyah. (Foto: Kemnaker)

Nasional

Kemnaker Buka Pendaftaran MagangHub Batch 3, Cek Jadwalnya

Rabu, 28 Okt 2026 - 20:41 WIB