Solusi Lahan Kawasan Hutan Dharmasraya, Bupati Annisa Minta Kepastian untuk Kebun Masyarakat

Penulis -

Sabtu, 18 April 2026 - 08:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani menghadiri Sosialisasi Pencabutan Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) yang digelar Satuan Tugas PKH di Aula Istana Gubernur Sumbar, Kamis (16/4/2026). (Foto: Diskominfo Dharmasraya)

Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani menghadiri Sosialisasi Pencabutan Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) yang digelar Satuan Tugas PKH di Aula Istana Gubernur Sumbar, Kamis (16/4/2026). (Foto: Diskominfo Dharmasraya)

Padang, Javanusa—Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani menghadiri Sosialisasi Pencabutan Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) yang digelar Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) di Aula Istana Gubernur Sumatera Barat, Padang, Kamis (16/4/2026).

Dalam kegiatan tersebut, hadir Komandan Koordinator Wilayah Satgas PKH Sumatera Barat Kolonel Inf Yesi Mambu, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumbar Ferdinal Asmin, serta kepala daerah se-Sumatera Barat.

Pada kesempatan itu, Bupati Annisa menyampaikan aspirasi terkait kebun kelapa sawit milik masyarakat yang terlanjur berada dalam kawasan hutan. Ia meminta kejelasan proses penanganan agar tidak menimbulkan ketidakpastian hukum.

Selain itu, ia juga menyoroti keberadaan permukiman warga yang berada di kawasan hutan. Menurutnya, kondisi tersebut perlu ditangani secara bijaksana dan berkeadilan agar tidak memicu persoalan sosial baru.

Pengawasan Ketat Lahan Eks Perusahaan

Terkait kawasan perusahaan yang izinnya telah dicabut, seperti di wilayah PT BRM dan PT Dara Shilva, Pemerintah Kabupaten Dharmasraya menyatakan kesiapan untuk melakukan pengawasan. Langkah ini agar tidak ada lagi aktivitas di kawasan tersebut.

Namun demikian, terhadap lahan yang sudah terlanjur ditanami, termasuk area APL dan kebun plasma masyarakat, pemerintah daerah meminta solusi agar lahan tetap dapat dimanfaatkan tanpa menimbulkan dampak ekonomi bagi warga.

Harapan Skema Pengelolaan Berbasis Masyarakat

Lebih lanjut, Bupati Annisa berharap adanya skema pengelolaan terhadap lahan perusahaan yang izinnya telah dicabut maupun kawasan yang telah disita. Ia menilai, pengelolaan tersebut harus tetap memberikan manfaat ekonomi.

“Kami berharap agar lahan tersebut dapat dikelola oleh masyarakat atau melalui Badan Usaha Milik Daerah sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mendukung perekonomian daerah secara berkelanjutan,” ujarnya.

Satgas PKH Tegaskan Fokus Penertiban pada Korporasi

Menanggapi hal tersebut, Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan menyatakan akan melakukan kajian lanjutan dan menindaklanjuti persoalan secara menyeluruh dengan mempertimbangkan kondisi riil di lapangan.

Baca Juga :  Gubernur Mahyeldi Pimpin Upacara Hari Otonomi Daerah ke-30, Tekankan Inovasi dan Kemandirian Daerah

Satgas PKH juga menegaskan bahwa penertiban tidak menyasar masyarakat kecil, khususnya yang memiliki lahan di bawah lima hektare. Penertiban difokuskan pada aktivitas korporasi perusahaan.

“Kami tidak sama sekali menyasar kebun masyarakat yang lahannya di bawah lima hektare. Silakan jika itu memang perkebunan masyarakat untuk dilanjutkan, yang kami larang adalah aktivitas korporasi perusahaan,” tegasnya.

Selain itu, Satgas meminta agar informasi tersebut disampaikan secara luas kepada masyarakat guna menghindari kebingungan di lapangan. Mereka juga menegaskan bahwa pembukaan lahan baru tetap dilarang. (*/red)

Berita Terkait

Mahyeldi Ajak Pemuda Sumbar Jaga Persatuan dan Waspadai Bahaya Narkoba
Fadly Amran Tutup Diksarmil Menwa Pagaruyung Sumbar Angkatan ke-49, Tekankan Wawasan Kebangsaan dan Kesiapsiagaan Bencana
Dinas PUPR Padang Tambal Jalan Kampung Jao Dalam, Jaga Kenyamanan dan Keselamatan Pengguna Jalan
BPK Periksa Kepatuhan Belanja Pemko Padang, Maigus Nasir Minta OPD Transparan
Fadly Amran Ajak LPM Perkuat Mitigasi Bencana dan Dukung Pengendalian Banjir di Padang
Reaktivasi Kereta Api Kayu Tanam–Padang Panjang Dimulai 2027, Ini Tantangannya
Satpol PP Padang Tertibkan Bangunan di Fasilitas Umum dan PKL Pasar Belimbing
Mahyeldi Dorong Pesantren Jadi Motor Ekonomi Syariah dan Pariwisata Halal Sumbar

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:12 WIB

Fadly Amran Tutup Diksarmil Menwa Pagaruyung Sumbar Angkatan ke-49, Tekankan Wawasan Kebangsaan dan Kesiapsiagaan Bencana

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:39 WIB

Dinas PUPR Padang Tambal Jalan Kampung Jao Dalam, Jaga Kenyamanan dan Keselamatan Pengguna Jalan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:17 WIB

BPK Periksa Kepatuhan Belanja Pemko Padang, Maigus Nasir Minta OPD Transparan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:35 WIB

Fadly Amran Ajak LPM Perkuat Mitigasi Bencana dan Dukung Pengendalian Banjir di Padang

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:44 WIB

Reaktivasi Kereta Api Kayu Tanam–Padang Panjang Dimulai 2027, Ini Tantangannya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:42 WIB

Satpol PP Padang Tertibkan Bangunan di Fasilitas Umum dan PKL Pasar Belimbing

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:08 WIB

Mahyeldi Dorong Pesantren Jadi Motor Ekonomi Syariah dan Pariwisata Halal Sumbar

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Maigus Nasir Tinjau Seleksi Kafilah MTQN Padang, Target Juara Umum Sumbar 2027

Berita Terbaru

Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker, Darmawansyah. (Foto: Kemnaker)

Nasional

Kemnaker Buka Pendaftaran MagangHub Batch 3, Cek Jadwalnya

Rabu, 28 Okt 2026 - 20:41 WIB