Padang, Javanusa—Sumatera Barat (Sumbar) kini memiliki Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) Center pertama yang menyediakan lima charger ultra fast dengan total kapasitas pengisian mencapai 600 kW.
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah meresmikan fasilitas tersebut di Kantor Pelayanan PLN SBU Regional Sumatera Bagian Tengah, Kamis (1/10/2026).
Kehadiran SPKLU Center pertama di Sumbar menjadi bagian dari upaya pemerintah dan PLN memperluas ekosistem kendaraan listrik. Infrastruktur ini juga mendukung arah pembangunan Sumbar menuju Green Province.
Lima Charger Ultra Fast Siap Layani Kendaraan Listrik
Direktur Distribusi PT PLN (Persero), Arsyadany Ghana Akmalaputri, mengatakan SPKLU Center tersebut memiliki lima unit ultra fast charging.
Setiap charger memiliki kapasitas 120 kW. Dengan demikian, seluruh fasilitas menyediakan total daya pengisian hingga 600 kW.
Menurut Arsyadany, PLN membangun fasilitas tersebut untuk memastikan masyarakat memperoleh kemudahan saat menggunakan kendaraan listrik. Infrastruktur pengisian menjadi bagian penting dalam mendorong masyarakat beralih dari kendaraan konvensional.
Hingga Agustus 2026, jumlah kendaraan listrik di Sumbar telah mencapai lebih dari 580 unit.
Secara nasional, PLN telah menyediakan lebih dari 3.200 lokasi SPKLU. Fasilitas tersebut mencatat transaksi sekitar 700.000 kali setiap bulan.
Meski demikian, Arsyadany menilai keberadaan SPKLU tidak cukup diukur berdasarkan jumlah fasilitas yang terbangun.
“Yang paling penting bukan seberapa banyak charger yang dibangun, tetapi seberapa banyak fasilitas ini memberikan manfaat bagi masyarakat di Sumbar,” katanya.
Sumbar Miliki 102 SPKLU
Direktur Pembinaan Ketenagalistrikan Strategis Kementerian ESDM, Andriah Feby Misna, menyebut Sumbar kini memiliki 102 SPKLU.
Sekitar 90 unit di antaranya merupakan fasilitas yang didominasi PLN. Jumlah tersebut menunjukkan masih terbuka ruang besar untuk pertumbuhan kendaraan listrik di Sumbar.
“Di Sumbar itu satu SPKLU melayani sekitar enam kendaraan. Sementara dalam ketentuan, rasionya satu SPKLU melayani 17 kendaraan. Artinya, peluang untuk memperbanyak kendaraan listrik masih cukup luas,” jelasnya.
Feby mengatakan pemerintah menjadikan peralihan penggunaan energi listrik sebagai salah satu strategi mencapai target Net Zero Emission 2060.
Strategi tersebut tidak hanya menyasar sektor transportasi. Pemerintah juga mendorong penggunaan listrik pada sektor rumah tangga dan berbagai bidang lainnya.
“Switching ke listrik menjadi salah satu strategi kita untuk mencapai Net Zero Emission tahun 2060, tidak hanya pada sektor transportasi, tetapi juga rumah tangga dan sektor lainnya,” ujarnya.
Pemprov Sumbar Arahkan Kendaraan Dinas ke Kendaraan Listrik
Gubernur Mahyeldi mengatakan transisi energi di Sumatera Barat tidak berhenti pada pengembangan kendaraan listrik.
Menurutnya, Sumbar juga memiliki potensi energi terbarukan yang cukup besar. Potensi tersebut mencakup tenaga surya, panas bumi, hingga energi air.
Pemprov Sumbar, kata Mahyeldi, terus mendorong pemanfaatan potensi energi terbarukan secara bertahap. Langkah tersebut bertujuan memenuhi kebutuhan energi sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.
Di lingkungan pemerintahan, Pemprov Sumbar juga mulai mengarahkan penggunaan kendaraan listrik. Setiap penggantian kendaraan dinas pemerintah diarahkan menggunakan kendaraan listrik.
Kebijakan itu diharapkan mendorong perubahan dari kendaraan konvensional menuju kendaraan berbasis listrik. Pemerintah juga ingin memberikan contoh kepada masyarakat melalui kebijakan tersebut.
Mahyeldi menilai kemudahan memperoleh fasilitas pengisian daya dapat mendorong lebih banyak masyarakat menggunakan kendaraan listrik.
“Mudah-mudahan dengan SPKLU Center dan gebyar pemotongan tambahan daya ini akan memberikan semangat dan kemudahan kepada kita di Sumatera Barat, sehingga energi hijau kemudian Sumbar hijau bisa kita implementasikan lebih cepat lagi yang akan memberikan kebaikan kepada kita semua,” katanya.
Sumbar Dorong Agenda Green Province
Mahyeldi juga mengapresiasi dukungan PLN dalam memperkuat infrastruktur kelistrikan dan pengembangan energi bersih di Sumatera Barat.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Sumbar, kami mengucapkan terima kasih kepada PLN yang telah menghadirkan percepatan-percepatan dalam urusan kelistrikan. Salah satunya dengan hadirnya SPKLU Center yang pertama di Sumbar,” kata Mahyeldi.
Ia menyebut komitmen pembangunan berbasis lingkungan di Sumbar juga mendapat perhatian dari pihak internasional.
Dalam beberapa tahun terakhir, Sumbar menerima dukungan Norwegia sebesar 3,5 juta dolar AS untuk pengembangan program yang berkaitan dengan lingkungan dan energi bersih.
Selain itu, terdapat pula informasi mengenai dukungan Jerman melalui KfW.
“Semua ini mudah-mudahan menjadi bagian dari percepatan Green Province. Karena itu, dukungan dari PLN dan Kementerian ESDM sangat kita harapkan,” ujarnya.
PLN Beri Diskon Tambah Daya
Bersamaan dengan momentum Hari Jadi ke-81 Provinsi Sumatera Barat, PLN juga menghadirkan program diskon 50 persen.
Program tersebut berlaku untuk pemasangan baru dan tambah daya listrik khusus di Sumbar selama dua minggu.
PLN berharap program itu memperluas akses masyarakat terhadap layanan kelistrikan. Kebijakan tersebut sekaligus mendukung pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik di Sumbar.
Peresmian SPKLU Center pertama di Sumbar ditandai dengan pembacaan basmalah oleh Gubernur Mahyeldi bersama jajaran PLN dan Kementerian ESDM.
Kehadiran fasilitas ini menambah infrastruktur pengisian kendaraan listrik di Sumbar. Pemerintah dan PLN berharap fasilitas tersebut dapat meningkatkan kemudahan masyarakat sekaligus memperkuat penggunaan energi yang lebih bersih. (*)






