SPPG Wajib Libatkan Usaha Lokal dalam Rantai Pasok Program MBG

Penulis -

Rabu, 30 September 2026 - 19:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SPPG wajib melibatkan pelaku usaha lokal dalam rantai pasok MBG. (Foto: Biro Hukum dan Humas BGN)

SPPG wajib melibatkan pelaku usaha lokal dalam rantai pasok MBG. (Foto: Biro Hukum dan Humas BGN)

Jakarta, Javanusa—Pelaku usaha lokal mendapat ruang lebih besar dalam penyediaan kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Badan Gizi Nasional (BGN) mewajibkan setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) melibatkan usaha setempat sebagai pemasok bahan pangan dan kebutuhan pendukung.

Ketentuan itu tertuang dalam Peraturan BGN Nomor 10 Tahun 2026 tentang Penggunaan Produk Dalam Negeri dan Pelibatan Usaha Mikro, Usaha Kecil, Perseroan Perorangan, Koperasi, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, dan Badan Usaha Milik Desa.

Kebijakan tersebut tidak hanya mengatur pemenuhan kebutuhan pangan MBG. BGN juga mendorong agar pelaksanaan program pemerintah itu ikut memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat di sekitar SPPG.

Pelaku Usaha Setempat Jadi Prioritas

Kepala Biro Hukum dan Humas BGN Khairul Hidayati mengatakan, keterlibatan usaha lokal menjadi bagian dari upaya memperluas manfaat ekonomi program MBG.

Menurutnya, SPPG dapat menjadi bagian dari ekosistem ekonomi daerah dengan melibatkan pelaku usaha yang memenuhi persyaratan.

“SPPG tidak hanya menjadi tempat penyediaan makanan bergizi, tetapi juga bagian dari ekosistem ekonomi di daerah. Karena itu, pelaku usaha setempat perlu mendapatkan ruang untuk terlibat sepanjang memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan,” kata Hida di Jakarta, Senin (28/9).

Selain membuka peluang bagi usaha masyarakat, kebijakan tersebut juga bertujuan memperkuat rantai pasok pangan di sekitar lokasi SPPG.

BGN mengatur prioritas berdasarkan kedekatan wilayah. Pelaku usaha yang menjalankan kegiatan usaha di kecamatan tempat SPPG berada mendapat prioritas untuk memenuhi kebutuhan MBG.

Rantai Pasok Bisa Diperluas

Namun, SPPG dapat mencari pemasok dari wilayah yang lebih luas jika kebutuhan tidak tersedia di kecamatan setempat.

“Jadi, kita memperhatikan pelibatan pelaku usaha berdasarkan kedekatan wilayah. Apabila di wilayah kecamatan tidak tersedia, SPPG dapat melibatkan pelaku usaha di luar wilayah kecamatan,” jelas Hida.

Baca Juga :  Menhut Raja Juli Antoni: Kritik Jadi Vitamin, Pemerintah Putus Kepala Api Karhutla di Sebangau

Jika kebutuhan belum terpenuhi, SPPG dapat memperluas pencarian pemasok ke tingkat kabupaten atau kota. Perluasan wilayah juga dapat mencapai tingkat provinsi apabila kebutuhan masih belum tersedia.

Ketentuan tersebut membuat sistem pengadaan MBG tetap mengutamakan potensi ekonomi di wilayah terdekat. Pada saat yang sama, SPPG tetap memiliki ruang untuk memenuhi kebutuhan ketika pasokan lokal belum mencukupi.

Cakupan Kebutuhan MBG

Pelibatan usaha lokal tidak terbatas pada bahan pangan. SPPG juga dapat menggandeng pelaku usaha untuk menyediakan barang dan jasa pendukung penyelenggaraan MBG.

Cakupannya meliputi bahan baku pangan lokal, pangan olahan, barang dan jasa pendukung, serta kebutuhan lain yang diperlukan dalam operasional program.

Melalui pola tersebut, BGN berharap rantai pasok MBG dapat berjalan lebih kuat sekaligus membuka partisipasi ekonomi bagi pelaku usaha di daerah.

Dengan demikian, penyelenggaraan MBG tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan pangan penerima manfaat. Program ini juga diarahkan untuk menciptakan keterhubungan antara layanan gizi dan aktivitas ekonomi masyarakat setempat. (*)

Berita Terkait

Polri dan Kemkomdigi Perkuat Kerja Sama Berantas Kejahatan Siber
Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak
Polri Kerahkan 200 Personel Brimob dan 10 Bareskrim Tangani Karhutla di Kalimantan
Hadapi Kekeringan dan Karhutla, Kemenag Ajak Umat Islam Salat Istisqa
Operasi Patuh 2026 Dimulai Hari Ini, Korlantas Polri Utamakan Edukasi dan Keselamatan
Kapolri Ungkap Laboratorium Sabu di Aceh, Hampir 1,2 Ton Narkotika Disita
BGN Kembalikan Rp160,37 Miliar ke Kas Negara, Tindak Lanjuti Temuan BPK
MUI Desak Pemerintah Segera Putuskan Nasib Konser Andrea Bocelli di Indonesia

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:12 WIB

Fadly Amran Tutup Diksarmil Menwa Pagaruyung Sumbar Angkatan ke-49, Tekankan Wawasan Kebangsaan dan Kesiapsiagaan Bencana

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:39 WIB

Dinas PUPR Padang Tambal Jalan Kampung Jao Dalam, Jaga Kenyamanan dan Keselamatan Pengguna Jalan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:35 WIB

Fadly Amran Ajak LPM Perkuat Mitigasi Bencana dan Dukung Pengendalian Banjir di Padang

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:44 WIB

Reaktivasi Kereta Api Kayu Tanam–Padang Panjang Dimulai 2027, Ini Tantangannya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:42 WIB

Satpol PP Padang Tertibkan Bangunan di Fasilitas Umum dan PKL Pasar Belimbing

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:08 WIB

Mahyeldi Dorong Pesantren Jadi Motor Ekonomi Syariah dan Pariwisata Halal Sumbar

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Maigus Nasir Tinjau Seleksi Kafilah MTQN Padang, Target Juara Umum Sumbar 2027

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:39 WIB

Jamin Seleksi Dikbang Polri 2027 Bersih, Polda Sumbar Tegaskan Pakta Integritas Bukan Sekadar Formalitas

Berita Terbaru