Pariaman, Javanusa—Sebanyak 100 anak dari keluarga kurang mampu di Kota Pariaman mengikuti program sunatan massal gratis Pariaman yang digelar Pemerintah Kota Pariaman.
Kegiatan ini dilaksanakan melalui Dinas Kesehatan dan berlangsung di seluruh puskesmas selama masa libur sekolah.
Program sosial tersebut ditinjau langsung oleh Wali Kota Pariaman Yota Balad bersama Kepala Dinas Kesehatan Kota Pariaman, Nazifah di Puskesmas Pariaman, Rabu (24/12/2025).
Wali Kota Pariaman Yota Balad mengatakan, sunatan massal gratis Pariaman merupakan program rutin pemerintah daerah untuk membantu masyarakat miskin.
Pelaksanaan kegiatan ini sengaja dilakukan saat anak-anak masih libur sekolah agar tidak mengganggu aktivitas belajar.
“Kita mempunyai program bersama Dinas Kesehatan untuk menggelar sunatan massal gratis bagi masyarakat miskin di Kota Pariaman,” kata Yota Balad.
Ia menambahkan, program ini menjadi bentuk kehadiran negara dalam pelayanan kesehatan dasar bagi kelompok rentan.
Sasar Keluarga Miskin Berdasarkan Data DTSEN
Sunatan massal gratis tersebut berlangsung selama dua hari, yakni Rabu (24/12/2025) dan Sabtu (27/12/2025).
Seluruh peserta berasal dari keluarga yang terdata dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) Kementerian Sosial RI.
“Peserta berasal dari desil 1 dan desil 2, yaitu kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah,” jelas Yota Balad.
Data DTSEN ini sebagai dasar penentuan penerima manfaat agar program tepat sasaran dan transparan.
Yota Balad juga menginstruksikan Dinas Kesehatan Kota Pariaman dan seluruh jajaran puskesmas untuk tetap melayani masyarakat kurang mampu yang belum terdata.
Pendataan lanjutan dilakukan agar tidak ada warga yang terlewat dari pelayanan kesehatan gratis ini.
“Tahun ini, setiap anak yang disunat juga mendapatkan kain sarung, obat-obatan, dan uang saku,” ujarnya.
Pemerintah Kota Pariaman berharap sunatan massal gratis Pariaman dapat meringankan beban ekonomi masyarakat sekaligus meningkatkan derajat kesehatan anak. (*/red)






