Target Ekonomi 5,4 Persen Belum Ideal, Pemerintah Siapkan Strategi Tumbuh 8 Persen

Penulis -

Kamis, 18 Desember 2025 - 12:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memaparkan arah kebijakan ekonomi nasional dalam program Economic Outlook 2026 Kompas TV, Selasa (16/12). (Foto: Kemenkeu)

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memaparkan arah kebijakan ekonomi nasional dalam program Economic Outlook 2026 Kompas TV, Selasa (16/12). (Foto: Kemenkeu)

Jakarta, Javanusa—Target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,4 persen pada 2026 dinilai belum memadai untuk menampung lonjakan pencari kerja.

Karena itu, pemerintah menyiapkan strategi jangka menengah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen agar dampaknya benar-benar dirasakan masyarakat.

Hal itu disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa saat memaparkan arah kebijakan ekonomi nasional dalam program Economic Outlook 2026 Kompas TV, Selasa (16/12).

Menkeu menekankan pentingnya perencanaan ekonomi yang berkelanjutan serta kolaborasi kuat antara sektor publik dan swasta sebagai kunci percepatan pertumbuhan.

Menkeu menjelaskan, meskipun APBN 2026 telah mematok target pertumbuhan 5,4 persen, angka tersebut belum cukup untuk menyerap tambahan angkatan kerja yang terus meningkat setiap tahun.

Oleh sebab itu, pemerintah menargetkan pertumbuhan yang lebih tinggi dalam beberapa tahun ke depan, dengan sasaran mencapai 8 persen.

Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah mendorong peran aktif seluruh sektor ekonomi, baik publik maupun swasta, agar menjadi penggerak utama pertumbuhan.

Menurut Menkeu, pertumbuhan ekonomi yang stabil dan berkualitas akan memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Dampak tersebut antara lain tercermin dari harga kebutuhan pokok yang lebih terjangkau serta semakin terbukanya akses terhadap lapangan pekerjaan.

Indikator-indikator tersebut dinilai menjadi tolok ukur kesejahteraan masyarakat karena manfaat kebijakan ekonomi dapat dirasakan secara nyata.

Dalam kesempatan itu, Menkeu Purbaya juga mengakui adanya tantangan dalam melakukan pembenahan terhadap sistem ekonomi yang dinilai belum berjalan optimal.

Meski demikian, ia tetap optimistis Indonesia mampu melewati berbagai hambatan tersebut dan melampaui target pertumbuhan 5,4 persen pada 2026.

Ia menilai, pengaktifan kembali sektor-sektor ekonomi yang selama ini stagnan menjadi langkah krusial untuk mendorong kinerja perekonomian nasional.

Baca Juga :  Simon Aloysius Petinggi Gerindra Dirut Baru Pertamina

Menkeu menegaskan pentingnya penguatan sektor-sektor strategis, seperti manufaktur, pertanian, dan energi, sebagai tulang punggung pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Selain itu, penguatan iklim investasi dan pengembangan pasar modal juga disebut sebagai pilar penting dalam menopang pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

“Fokus saya adalah menjaga fondasi perekonomian. Capital market akan ikut karena size of company akan bertumbuh juga,” ujar Menkeu.

Ia menilai, pasar modal yang berkembang akan membuka peluang lebih besar bagi perusahaan untuk berekspansi dan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perekonomian nasional.

Menutup dialog tersebut, Menkeu menyampaikan optimisme bahwa Indonesia mampu mencapai status negara maju dalam 10 hingga 15 tahun mendatang.

Dengan kebijakan fiskal yang tepat serta pengelolaan ekonomi yang disiplin dan berkelanjutan, ia meyakini Indonesia dapat keluar dari jebakan pendapatan menengah dan menuju negara yang lebih maju serta sejahtera. (*/red)

Berita Terkait

Maigus Nasir Resmikan Kampung Budi Daya Ikan Air Tawar di Kelurahan Pisang, 53 Keluarga Terima Bantuan
Progres Flyover Sitinjau Lauik I Capai 35,275 Persen, Jembatan 1 Rampung
Pemerintah Siapkan Storage di Dalam Negeri, Impor Crude Tak Lagi Mampir ke Negara Lain
Pemko Padang Lengkapi Fasilitas Basement Blok II dan III Pasar Raya, Pedagang Diminta Mulai Berjualan
Tekan Gejolak Harga Pangan, Pemerintah Gelar GPM Serentak di 38 Provinsi
Gerakan Pangan Murah Payakumbuh, Cabai Merah Dijual Rp50 Ribu per Kg
Pemko Padang dan UPTD PPD Padang Perkuat Sinergi, Optimalkan PAD Lewat Inovasi Layanan Pajak Kendaraan
Gandeng BRI, Pemko Padang Pacu PAD Lewat Digitalisasi Retribusi dan Pajak Daerah

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:55 WIB

Pencuri Komponen Pendeteksi Banjir di Padang Ditangkap, 2 Kabur

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:07 WIB

Polda Sumbar Ungkap Dugaan Judi Togel Online di Padang, Uang Rp4,15 Juta Disita

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:13 WIB

Modus Penimbunan BBM Subsidi di Sumbar, Pelaku Gunakan Kantong Plastik dan Kotak Ikan

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:03 WIB

Polda Sumbar Ungkap 24 Kasus Penyalahgunaan BBM Subsidi, 25 Tersangka Diamankan

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:30 WIB

BPBD Padang Evakuasi Pohon Karet Tumbang di Kalumbuk, Jalan Kembali Normal

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:21 WIB

Hilang Kendali, Dua Mobil Terperosok ke Sawah di Jalan Solok-Padang

Minggu, 25 Oktober 2026 - 11:53 WIB

Rumah Wartawan Harian Singgalang Dibobol Maling, Laptop, HP dan Tiga Hardisk Raib

Minggu, 25 Oktober 2026 - 08:30 WIB

Polda Sumbar Razia Tempat Hiburan Malam di Padang, Dua Pengunjung Positif Metamfetamin

Berita Terbaru

Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker, Darmawansyah. (Foto: Kemnaker)

Nasional

Kemnaker Buka Pendaftaran MagangHub Batch 3, Cek Jadwalnya

Rabu, 28 Okt 2026 - 20:41 WIB