Target PAD Retribusi Parkir 2026 Naik 58 Persen, Dishub Padang Optimistis Genjot Potensi Baru

Penulis -

Rabu, 14 Januari 2026 - 09:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dishub Padang optimistis maksimalkan potensi dan tertibkan parkir liar. (Foto: Diskominfo Padang)

Dishub Padang optimistis maksimalkan potensi dan tertibkan parkir liar. (Foto: Diskominfo Padang)

Padang, Javanusa—Target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi parkir Kota Padang pada 2026 melonjak tajam.

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Padang dibebani target Rp5,4 miliar, atau naik 58 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Lonjakan target tersebut muncul di tengah penyesuaian fiskal daerah akibat pemotongan anggaran dari pemerintah pusat. Pemerintah daerah kini dituntut lebih mandiri dalam mengelola sumber pendapatan lokal.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Padang, Ances Kurniawan, menyebut kenaikan target PAD sektor parkir merupakan langkah strategis. Pemerintah daerah perlu memaksimalkan potensi yang selama ini belum tergarap optimal.

“Kondisi fiskal saat ini mendorong daerah untuk lebih kreatif dan mandiri. Sektor parkir menjadi salah satu potensi yang bisa dimaksimalkan,” ujar Ances, Selasa (13/1/2026).

Realisasi PAD Retribusi Parkir 2025 Capai 79 Persen

Pada tahun anggaran 2025, Dishub Kota Padang mencatat realisasi retribusi parkir sebesar Rp2,609 miliar. Angka tersebut berasal dari target Rp3,309 miliar atau setara 79 persen capaian.

Capaian ini menjadi dasar evaluasi untuk menyusun strategi peningkatan pendapatan pada 2026. Dishub menilai masih terdapat ruang perbaikan dalam pengelolaan dan pengawasan parkir.

Pendapatan retribusi parkir Kota Padang berasal dari tiga sektor utama. Pertama, retribusi parkir tepi jalan umum dan pungutan resmi di bahu jalan.

Kedua, pemanfaatan kekayaan daerah berupa mobil derek dari penindakan kendaraan yang melanggar aturan. Ketiga, parkir di tempat khusus, termasuk pemanfaatan Terminal Koto Lalang dan eks Terminal Truk yang dialihfungsikan sebagai lahan parkir pemerintah daerah.

Menghadapi target tinggi pada 2026, Dishub Padang mengaku tetap optimistis. Sejumlah langkah taktis telah disiapkan untuk mengamankan potensi pendapatan.

Selain mengoptimalkan potensi lama, Dishub akan menyisir titik-titik parkir baru yang selama ini belum tergarap. Pertumbuhan UMKM dan aktivitas ekonomi menjadi peluang penambahan lahan parkir resmi.

Baca Juga :  PKK Padang Panjang Tunjukkan Kepedulian, Kunjungi Balita Penderita Hidrosefalus
Optimalisasi Jukir dan Penertiban Parkir Liar

Salah satu fokus utama strategi 2026 adalah optimalisasi kontrak juru parkir (jukir). Dishub akan memperketat pengawasan kepatuhan jukir terhadap kontrak kerja sama.

Dishub juga menggencarkan penertiban parkir liar. Langkah ini bertujuan memastikan kendaraan hanya parkir di lokasi resmi guna meminimalkan kebocoran pendapatan daerah.

“Tentu dengan target ini kita tetap optimistis bisa memaksimalkan pencapaian. Ada peningkatan kinerja, penambahan personel, serta sinergi dengan swasta dan TNI/Polri untuk penindakan,” kata Ances.

Selain mengejar target angka, Dishub Padang menaruh perhatian besar pada kualitas layanan. Juru parkir dituntut menerapkan prinsip service excellence kepada masyarakat.

Dishub mewajibkan jukir menggunakan atribut resmi seperti rompi, karcis, dan peluit. Masyarakat juga diimbau hanya memarkir kendaraan di lokasi resmi dan membayar sesuai tarif.

“Citra pengelolaan parkir tidak boleh lagi negatif. Sikap jukir sangat menentukan karena parkir bukan hanya soal pendapatan, tetapi juga manajemen lalu lintas dan pelayanan publik,” tegas Ances.

Dengan strategi penguatan pengawasan dan perluasan potensi, Dishub berharap retribusi parkir menjadi salah satu penopang penting pembangunan Kota Padang. Pendapatan tersebut diharapkan mampu mendukung layanan publik yang lebih berkelanjutan. (*/red)

Berita Terkait

Pemko Padang Targetkan 523 Huntap Rampung pada 2027
Fadly Amran Dorong Penguatan Literasi Pancasila Lewat Bedah Buku Karya Willy Aditya
Padang Mobile Masuk 5 Besar Padang Innovation Award 2026, Ini Keunggulannya
Pembangunan Drainase Padang Tembus 10 Km, Lampaui Target 4 Km
Muswil VII APTISI Sumbar Digelar 31 Oktober, Universitas Fort De Kock Jadi Tuan Rumah
Lantik 33 Pejabat Pemprov Sumbar, Arry Yuswandi Tekankan Kompetensi dan Etika Birokrasi
DPC GMNI Padang Gelar Refleksi 98 Tahun Sumpah Pemuda: Soroti Skandal Ijazah Gibran
Atasi Kendala Peradilan, Fadly Amran Dorong PKS dengan Pengadilan Agama Padang

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:12 WIB

Pemko Padang Targetkan 523 Huntap Rampung pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:59 WIB

Padang Mobile Masuk 5 Besar Padang Innovation Award 2026, Ini Keunggulannya

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:55 WIB

Pembangunan Drainase Padang Tembus 10 Km, Lampaui Target 4 Km

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:25 WIB

Muswil VII APTISI Sumbar Digelar 31 Oktober, Universitas Fort De Kock Jadi Tuan Rumah

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:52 WIB

Lantik 33 Pejabat Pemprov Sumbar, Arry Yuswandi Tekankan Kompetensi dan Etika Birokrasi

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:09 WIB

DPC GMNI Padang Gelar Refleksi 98 Tahun Sumpah Pemuda: Soroti Skandal Ijazah Gibran

Kamis, 29 Oktober 2026 - 00:33 WIB

Atasi Kendala Peradilan, Fadly Amran Dorong PKS dengan Pengadilan Agama Padang

Rabu, 28 Oktober 2026 - 23:52 WIB

Fadly Amran Dorong Penguatan Pendidikan Diniyah Lewat Program Smart Surau

Berita Terbaru

XLSMART membawa program Sisternet ke W20 USA 2026 untuk memperkuat keterampilan digital dan ekonomi perempuan Indonesia. (Foto: XLSMART)

Ekonomi Bisnis

XLSMART Bawa Solusi Pemberdayaan Perempuan Indonesia ke W20 USA 2026

Jumat, 30 Okt 2026 - 16:21 WIB

Pemko Padang menargetkan 523 unit hunian tetap rampung pada 2027. Pembangunan tersebar di Balai Gadang, Sungkai, dan Kampung Lalang. (Foto: Pemko Padang)

Kota Padang

Pemko Padang Targetkan 523 Huntap Rampung pada 2027

Jumat, 30 Okt 2026 - 16:12 WIB