Target Swasembada Dipercepat, Mentan Amran Pastikan Indonesia Segera Stop Impor Beras

Penulis -

Sabtu, 11 Oktober 2025 - 12:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan kerja. (Foto: Kementan)

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan kerja. (Foto: Kementan)

Jakarta, Javanusa—Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan Indonesia segera mencapai swasembada beras lebih cepat dari target awal.

Kepastian itu ia sampaikan dalam konferensi pers usai rapat terbatas dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Kamis (9/10/2025).

Menurut Amran, Presiden memberi arahan agar target swasembada pangan, khususnya beras, dipercepat dari empat tahun menjadi satu tahun.

“Target awal Bapak Presiden kepada kami empat tahun. Setelah 21 hari menjadi tiga tahun, dan 45 hari kemudian menjadi satu tahun. Alhamdulillah, kalau tidak ada aral melintang, dua sampai tiga bulan ke depan Indonesia tidak impor lagi,” ujarnya optimistis.

Kerja Keras Petani dan Dukungan Presiden Jadi Kunci

Amran menegaskan, percepatan target ini tak lepas dari kerja keras para petani dan dukungan penuh Presiden Prabowo yang fokus memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Bapak Presiden betul-betul fokus pada ketahanan pangan nasional. Beliau ingin petani sejahtera dan Indonesia berdikari pangan,” jelasnya.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan produksi beras nasional tahun ini mencapai 33,1 juta ton, dan diperkirakan menembus 34 juta ton hingga akhir tahun.

Kenaikan produksi sekitar 4 juta ton dibanding tahun lalu menjadi bukti bahwa kebijakan pemerintah di sektor pertanian berjalan efektif dan menghasilkan capaian nyata.

Harga Stabil, Stok Aman, dan Produksi Meningkat

Mentan Amran juga memaparkan bulan September 2025 mencatat deflasi beras sebesar 0,13 persen, pertama kalinya dalam lima tahun terakhir di musim paceklik.

Kondisi ini menandakan ketersediaan beras nasional cukup, sementara harga di tingkat konsumen tetap terkendali.

“Stok cadangan beras pemerintah saat ini mencapai 3,8 juta ton, ditambah satu juta ton untuk operasi pasar. Ini menandakan pangan kita aman, bahkan berlebih. Alhamdulillah,” tutur Amran.

Baca Juga :  BKMT Kecamatan Kamang Magek Dikukuhkan

Selain itu, FAO menempatkan Indonesia sebagai negara dengan peningkatan produksi pangan terbesar kedua di dunia setelah Brasil.

Indikator Nilai Tukar Petani (NTP) juga meningkat signifikan menjadi 124,36 poin, jauh melampaui target nasional sebesar 110 poin.

“NTP naik berarti petani makin sejahtera. Ini kabar baik bagi rakyat Indonesia, terutama para petani yang telah bekerja luar biasa,” tambahnya.

Dorong Hilirisasi untuk Kemandirian Ekonomi Desa

Dalam kesempatan yang sama, Mentan Amran menekankan pentingnya hilirisasi sektor pertanian untuk memperkuat ekonomi desa dan menciptakan nilai tambah di dalam negeri.

“Kita tidak boleh lagi mengekspor bahan mentah. Semua harus diolah di dalam negeri agar nilai tambahnya dinikmati petani dan rakyat Indonesia,” tegasnya.

Menutup pernyataannya, Amran menyampaikan optimisme bahwa Indonesia kini berada di jalur yang tepat menuju kemandirian pangan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo.

Menurutnya, capaian ini merupakan hasil kolaborasi seluruh pihak, terutama para petani yang menjadi garda terdepan ketahanan pangan nasional. (*/red)

Berita Terkait

BGN Catat Efisiensi Rp44 Triliun, Program MBG Masuki Transformasi 2.0
Pemerintah Jamin Serapan Jagung Petani, Bulog Siap Beli Hasil Panen
Kemnaker Verifikasi Mitra MagangHub Batch 3 hingga 30 Oktober 2026, Ini Jadwal Seleksinya
Kemnaker Buka Pendaftaran MagangHub Batch 3, Cek Jadwalnya
Polri dan Kemkomdigi Perkuat Kerja Sama Berantas Kejahatan Siber
Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak
Polri Kerahkan 200 Personel Brimob dan 10 Bareskrim Tangani Karhutla di Kalimantan
Hadapi Kekeringan dan Karhutla, Kemenag Ajak Umat Islam Salat Istisqa

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:26 WIB

Tanpa Tegar, Sumsel United Siap Tempur Lawan Semen Padang

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:24 WIB

Stadion Haji Agus Salim Padang Punya Kapasitas 12.067 Penonton, Ini Fasilitasnya

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:42 WIB

Genoa Bungkam Juventus 2-0, Bianconeri Tertahan di Peringkat 8

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Hasil Carabao Cup: Manchester City Singkirkan Brighton Lewat Adu Penalti 4-3

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:20 WIB

Tanpa Harry Kane, Bayern Munich Bantai Magdeburg 6-1 di DFB Pokal

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:10 WIB

Liverpool Singkirkan Chelsea Lewat Adu Penalti, Lolos ke Perempat Final Carabao Cup

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:04 WIB

Fortuna Sittard Singkirkan Sparta Rotterdam, Justin Hubner Cs Lolos ke Babak Kedua Piala KNVB

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:55 WIB

AC Milan Dibantai Bologna 2-4 di San Siro, Samuel Mbangula Cetak Hattrick

Berita Terbaru

Sumsel United siap menghadapi Semen Padang di Pegadaian Championship 2026/2027. (Foto: ileague.id)

Liga 2

Tanpa Tegar, Sumsel United Siap Tempur Lawan Semen Padang

Kamis, 29 Okt 2026 - 18:26 WIB