Teknis Bantuan Perbaikan Rumah di Padang: 75% Material, 25% Upah Tukang

Penulis -

Senin, 13 April 2026 - 15:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kalaksa BPBD Padang, Hendri Zulviton dalam Sosialisasi Penyaluran Bantuan Stimulasi Perbaikan Rumah Masyarakat Terdampak Bencana Alam Hidrometeorologi di Ruangan Abu Bakar Ja'ar, Balai Kota Padang, Aie Pacah, Senin (13/4/2026). (Foto: Diskominfo Padang)

Kalaksa BPBD Padang, Hendri Zulviton dalam Sosialisasi Penyaluran Bantuan Stimulasi Perbaikan Rumah Masyarakat Terdampak Bencana Alam Hidrometeorologi di Ruangan Abu Bakar Ja'ar, Balai Kota Padang, Aie Pacah, Senin (13/4/2026). (Foto: Diskominfo Padang)

Padang, Javanusa—Pemerintah Kota Padang mulai menyosialisasikan teknis penyaluran dana stimulan untuk warga terdampak bencana hidrometeorologi yang terjadi pada November 2025.

Program ini difokuskan pada pemulihan fisik rumah di empat kecamatan terdampak, yakni Koto Tangah, Kuranji, Nanggalo, dan Pauh.

Berdasarkan hasil verifikasi dan validasi lapangan, bantuan dibagi sesuai tingkat kerusakan bangunan. Rumah dengan kategori rusak sedang memperoleh bantuan Rp30 juta per unit, sementara rusak ringan mendapatkan Rp15 juta per unit.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, menjelaskan dana yang digunakan merupakan Dana Siap Pakai (DSP) yang khusus dialokasikan untuk perbaikan rumah, bukan bantuan tunai tanpa peruntukan.

Penyaluran bantuan dilakukan dalam dua tahap untuk memastikan penggunaan tepat sasaran. Dari total dana yang diterima, sebesar 75 persen dialokasikan untuk pembelian material bangunan, sedangkan 25 persen digunakan untuk upah tukang.

“Mekanisme penyaluran mengharuskan penerima manfaat memesan material bangunan terlebih dahulu sebelum pencairan dana untuk upah dilakukan,” ujar Hendri Zulviton dalam Sosialisasi Penyaluran Bantuan Stimulasi Perbaikan Rumah Masyarakat Terdampak Bencana Alam Hidrometeorologi di Ruangan Abu Bakar Ja’ar, Balai Kota Padang, Aie Pacah, Senin (13/4/2026).

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang mencatat sebanyak 30 unit rumah rusak sedang dan 272 unit rusak ringan masuk dalam daftar penerima manfaat (BNBA).

Selain itu, terdapat 294 rumah rusak berat, 121 rumah hanyut, serta 108 rumah yang direncanakan untuk relokasi karena berada di zona rawan bencana.

Untuk mendukung percepatan pelaksanaan di lapangan, tim teknis telah dibentuk guna memberikan pendampingan administrasi kepada calon penerima bantuan.

Seluruh proses administrasi ini menjadi syarat wajib sesuai Petunjuk Teknis (Juknis) yang ditetapkan melalui Surat Keputusan Wali Kota.

Baca Juga :  Persiapan MTQ ke-42 Kota Padang Dimatangkan, 663 Kafilah Siap Bertanding

Pemerintah Kota Padang menargetkan masa transisi dari kondisi darurat menuju pemulihan dapat selesai pada 20 Juli 2026. (*/red)

Berita Terkait

Fadly Amran Tutup Diksarmil Menwa Pagaruyung Sumbar Angkatan ke-49, Tekankan Wawasan Kebangsaan dan Kesiapsiagaan Bencana
Dinas PUPR Padang Tambal Jalan Kampung Jao Dalam, Jaga Kenyamanan dan Keselamatan Pengguna Jalan
BPK Periksa Kepatuhan Belanja Pemko Padang, Maigus Nasir Minta OPD Transparan
Fadly Amran Ajak LPM Perkuat Mitigasi Bencana dan Dukung Pengendalian Banjir di Padang
Reaktivasi Kereta Api Kayu Tanam–Padang Panjang Dimulai 2027, Ini Tantangannya
Satpol PP Padang Tertibkan Bangunan di Fasilitas Umum dan PKL Pasar Belimbing
Mahyeldi Dorong Pesantren Jadi Motor Ekonomi Syariah dan Pariwisata Halal Sumbar
Maigus Nasir Tinjau Seleksi Kafilah MTQN Padang, Target Juara Umum Sumbar 2027

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:59 WIB

Progres Flyover Sitinjau Lauik I Capai 35,275 Persen, Jembatan 1 Rampung

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:17 WIB

Pemerintah Siapkan Storage di Dalam Negeri, Impor Crude Tak Lagi Mampir ke Negara Lain

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:02 WIB

Pemko Padang Lengkapi Fasilitas Basement Blok II dan III Pasar Raya, Pedagang Diminta Mulai Berjualan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:00 WIB

Tekan Gejolak Harga Pangan, Pemerintah Gelar GPM Serentak di 38 Provinsi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:38 WIB

Gerakan Pangan Murah Payakumbuh, Cabai Merah Dijual Rp50 Ribu per Kg

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:31 WIB

Pemko Padang dan UPTD PPD Padang Perkuat Sinergi, Optimalkan PAD Lewat Inovasi Layanan Pajak Kendaraan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:14 WIB

Gandeng BRI, Pemko Padang Pacu PAD Lewat Digitalisasi Retribusi dan Pajak Daerah

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:25 WIB

Optimalkan PAD Lewat Digitalisasi, Pemko Padang Jajaki Kerja Sama dengan BRI

Berita Terbaru