Teknologi Beehive Bikin Produksi Arang Tempurung Kelapa Lebih Efisien dan Bernilai Ekspor

Penulis -

Kamis, 16 April 2026 - 21:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Manado memberikan pendampingan kepada pelaku IKM arang tempurung kelapa di Desa Rumengkor, Minahasa. (Foto: Kemenperin)

Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Manado memberikan pendampingan kepada pelaku IKM arang tempurung kelapa di Desa Rumengkor, Minahasa. (Foto: Kemenperin)

Jakarta, Javanusa—Kementerian Perindustrian memacu pelaku industri nasional meningkatkan efisiensi produksi dan ketahanan industri.

Langkah ini menyasar industri kecil dan menengah di tengah dinamika global. Unit kerja Kemenperin memperkuat layanan teknis dan pendampingan teknologi tepat guna.

Fasilitasi standardisasi dan peningkatan kapasitas produksi juga dilakukan di berbagai daerah. Salah satu langkah konkret hadir melalui implementasi tungku Beehive.

Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Manado menerapkan teknologi ini. Pelaku IKM arang tempurung kelapa di Desa Rumengkor, Minahasa menerima pendampingan.

Teknologi Beehive Tingkatkan Produktivitas

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menilai teknologi tepat guna menjadi kunci keberlanjutan industri. Ia menekankan pentingnya efisiensi di tengah tuntutan kecepatan produksi global.

“Industri dalam negeri perlu meningkatkan efisiensi dan memanfaatkan sumber daya lokal secara optimal.
Teknologi tungku Beehive meningkatkan produktivitas, hemat energi, dan ramah lingkungan,” ujarnya di Jakarta, Selasa (14/4).

Menperin menegaskan transformasi teknologi memperkuat struktur industri nasional. Langkah ini juga mendorong hilirisasi komoditas berbasis sumber daya dalam negeri.

“Teknologi tepat guna meningkatkan kualitas produk dan memperluas akses pasar.

Daya saing industri kelapa juga berpotensi meningkat di pasar global,” tambahnya.

Efisiensi Energi dan Kualitas Produk

Teknologi tungku Beehive menghadirkan metode karbonisasi modern yang lebih stabil. Proses pembakaran berjalan efisien dibandingkan metode konvensional.

Kapasitas bahan baku mencapai 4 ton tempurung kelapa per batch. Teknologi ini menghasilkan rendemen 28–30 persen dengan kadar air sekitar 5 persen.

Efisiensi ini melampaui metode lama yang boros energi. Kualitas produk juga lebih seragam dan bernilai tinggi.

Transformasi Layanan Industri

Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri Emmy Suryandari menekankan pentingnya transformasi layanan. Ia menyebut layanan industri kini fokus pada efisiensi dan keberlanjutan.

Baca Juga :  Kementerian Ekraf dan Riot Games Dorong Penguatan Ekosistem Esports Indonesia, Ini Rencana Kolaborasinya

“Transformasi ini membangun ekosistem industri yang terstandar dan berdaya saing. Industri juga diarahkan efisien energi dan berorientasi ekspor,” jelasnya.

Kepala BSPJI Manado Soni Pitriajaya menyebut implementasi tungku Beehive sebagai langkah strategis.
Teknologi ini mempercepat hilirisasi komoditas kelapa di tingkat IKM.

“Kami berharap teknologi ini menjadi standar baru industri arang tempurung kelapa. Pelaku industri dapat meningkatkan kapasitas dan efisiensi energi,” tuturnya.

Potensi Ekspor dan Lapangan Kerja

Sulawesi Utara memiliki potensi besar sebagai penghasil kelapa nasional. Pengembangan industri turunan berbasis kelapa terus didorong.

Pemanfaatan tempurung kelapa menjadi arang bernilai ekspor membuka peluang usaha baru. Langkah ini juga menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat.

Kemenperin optimistis program alih teknologi meningkatkan adaptasi pelaku IKM. Optimalisasi sumber daya domestik juga memperkuat kemandirian industri nasional. (*/red)

Berita Terkait

Fadly Amran Lantik Indra Noferi sebagai Dewas Perumda PSM Padang
Tekan Inflasi dan Lonjakan Harga Cabai, Pemko Padang Gelar Gerakan Pangan Murah di Batang Arau
Fadly Amran Sambut Investasi Green SM Rp500 Miliar, Taksi Listrik Segera Hadir di Padang
Maigus Nasir Resmikan Kampung Budi Daya Ikan Air Tawar di Kelurahan Pisang, 53 Keluarga Terima Bantuan
Progres Flyover Sitinjau Lauik I Capai 35,275 Persen, Jembatan 1 Rampung
Pemerintah Siapkan Storage di Dalam Negeri, Impor Crude Tak Lagi Mampir ke Negara Lain
Pemko Padang Lengkapi Fasilitas Basement Blok II dan III Pasar Raya, Pedagang Diminta Mulai Berjualan
Tekan Gejolak Harga Pangan, Pemerintah Gelar GPM Serentak di 38 Provinsi

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:01 WIB

Kemenhaj Catat 244 Kasus Haji dan Umrah, Potensi Kerugian Jemaah Capai Rp247,65 Miliar

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:43 WIB

Wamenhaj Imbau Jemaah Umrah Pakai Direct Flight, Hindari Transit Singapura-Malaysia

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:07 WIB

Kemenhaj Perkuat Pengawasan Umrah, Antisipasi Situasi Darurat dan Force Majeure

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Kemenhaj dan Kemenbud Jajaki Pembentukan Museum Haji Indonesia

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:00 WIB

Menhaj Irfan Yusuf Buka Suara soal Pengangkatan Anaknya sebagai Tenaga Ahli

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:32 WIB

Jadwal Haji 2027 Ditetapkan, Jemaah Masuk Asrama Mulai 10 April

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:17 WIB

Belanja Haji Tembus Rp4 Triliun, Menhaj Dorong UMKM Daerah Perluas Pasar

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 19:11 WIB

Menhaj Perketat Istitaah Kesehatan Jemaah Haji, Imbau Travel Pilih Penerbangan Langsung

Berita Terbaru