Pessel, Javanusa—Proyek lanjutan pembangunan Pasar Painan, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) kembali memasuki tahap tender.
Kali ini, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menggelontorkan anggaran sekitar Rp 27 miliar untuk menuntaskan pekerjaan yang sempat mangkrak.
Bupati Pessel, Hendrajoni menyebut tender sudah berjalan dan ditangani langsung oleh Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sumbar. Jika proses berjalan lancar, proyek bisa mulai dikerjakan Oktober 2025 dan ditargetkan rampung April 2026.
“Pembangunan lanjutan Pasar Painan saat ini sedang proses tender. Kalau Oktober mulai kerja, April 2026 selesai,” kata Hendrajoni, Selasa (3/9/2025).
Proses lelang ini merupakan upaya ketiga setelah dua tender sebelumnya gagal menentukan pemenang. Tender pertama digelar Juni 2025, namun tidak membuahkan hasil.
Bupati optimistis proyek ini bisa diselesaikan tepat waktu, mengingat kondisi pasar yang sudah lama terbengkalai. Ia berharap pedagang bisa kembali beraktivitas di fasilitas baru paling lambat tahun depan.
“Harapan kita, tahun 2026 para pedagang sudah bisa menempati pasar baru,” ujarnya.
Kepala Dinas Perdagangan dan Transmigrasi Pessel, Afriman Julta menjelaskan proyek tahap awal sempat dikerjakan oleh PT Putra Jaya Andalan dengan nilai kontrak awal Rp 53,3 miliar. Namun proyek tersebut hanya rampung sekitar 72 persen hingga kontraknya putus pada akhir 2024.
“Ini memang proyek warisan yang terbengkalai dari pemerintahan sebelumnya. Tapi Bupati Hendrajoni berkomitmen untuk menuntaskannya,” kata Afriman.
Ia meminta pedagang bersabar karena proses penyelesaian pasar kini sudah berjalan kembali. Dinas menegaskan pasar tersebut sangat strategis karena menjadi pusat perdagangan utama di ibu kota kabupaten.
“Jika pasar selesai sesuai target, aktivitas ekonomi di Painan akan kembali pulih,” pungkas Afriman. (sus)






