Jakarta, Javanusa—Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menjelaskan penyaluran hewan di Masjid Istiqlal pada Iduladha 1447 H tidak hanya berasal dari umat Islam. Ia menegaskan partisipasi juga datang dari masyarakat lintas agama dan lembaga sosial.
Menag menyampaikan pengelolaan hewan tersebut terbagi dalam tiga kategori utama, yaitu hewan kurban, dam dan bantuan sosial.
Tiga Kategori Pengelolaan Hewan di Istiqlal
Menag menjelaskan sistem pengelolaan ini memperluas fungsi Iduladha sebagai ibadah sekaligus ruang solidaritas sosial. Ia menekankan Iduladha juga membuka akses gizi hewani bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Iduladha ini sebetulnya identik dengan bulan berbagi. Kita berharap melalui momentum ini, semua orang bisa mencicipi gizi hewani, baik melalui jalur ibadah kurban maupun skema bantuan sosial seperti yang kita lakukan salah satunya di Masjid Istiqlal ini,” ujar Menag usai Salat Iduladha 1447 H.
Solidaritas Lintas Agama Menguat
Menag menyoroti meningkatnya partisipasi masyarakat non-Muslim dalam penyerahan hewan ke Istiqlal. Ia menyebut kontribusi juga datang dari berbagai institusi, termasuk Gereja Katedral Jakarta.
“Banyak sekali teman-teman kita yang non-muslim juga menyerahkan hewan kurbannya. Bahkan hampir separuh dari total hewan yang ada, berasal dari masyarakat umum yang mungkin niatnya tidak dimasukkan sebagai kurban secara syariat Islam. Kami sangat mengapresiasi toleransi dan kepedulian sosial ini,” ungkapnya.
Ia menegaskan ibadah kurban tetap berlaku bagi umat Islam yang mampu. Namun, partisipasi lintas agama menunjukkan meningkatnya kesadaran sosial masyarakat.
Tiga Skema Penyaluran Resmi Kemenag
Kemenag menerapkan tiga skema distribusi untuk mengelola seluruh hewan yang diterima. Skema pertama adalah pengelolaan hewan kurban konvensional untuk ibadah kurban wajib maupun sunah sesuai syariat Islam.
Skema kedua mencakup penitipan dam dari jemaah haji di Arab Saudi. Skema ini memperluas manfaat karena daging disalurkan langsung kepada masyarakat di Indonesia.
Skema ketiga adalah bantuan sosial atau Corporate Social Responsibility (CSR). Skema ini menampung kontribusi perusahaan dan individu non-Muslim sebagai bentuk sedekah sosial untuk memperkuat ketersediaan daging.
Jumlah Hewan dan Distribusi
Hingga Iduladha tahun ini, Masjid Istiqlal menerima 63 ekor sapi, 18 ekor kambing, dan 1 ekor domba. Penyembelihan dimulai pada 28 Mei 2026.
Distribusi dilakukan secara akuntabel ke masjid, musala, panti asuhan, majelis taklim, pondok pesantren, madrasah, hingga perguruan tinggi Islam yang berada di bawah binaan Istiqlal.
“Insya Allah sistem pertanggungjawaban di Istiqlal ini kami lakukan dengan transparan. Nanti akan kami laporkan kembali kepada para penyumbang sesuai dengan bentuk penyerahan dan niatnya masing-masing,” tambah Menag.
Hewan Kurban Presiden dan Wakil Presiden
Menag juga mengonfirmasi Istiqlal menerima hewan kurban dari Presiden dan Wakil Presiden pada malam takbiran. Sapi kurban Presiden berbobot 1,3 ton, sedangkan sapi Wakil Presiden berbobot 1,2 ton.
Ia memastikan seluruh hewan telah melalui pemeriksaan kesehatan dan layak.
“Kita sudah cek secara medis, bahkan sudah ada sertifikat kesehatannya. Semuanya sehat walafiat,” tegasnya.
Harapan Iduladha 1447 H
Menag berharap pelaksanaan Iduladha 1447 H memperluas akses masyarakat terhadap gizi hewani. Ia juga menekankan pentingnya kebersamaan lintas kelompok.
“Kita ingin semua masyarakat kita di Indonesia ini tersenyum pada saat Iduladha, merasakan kebersamaan lewat bantuan dari manapun datangnya,” pungkasnya. (*/red)






