Tingkatkan SDM Manufaktur Nasional, RI-Swiss Perkuat Kurikulum Vokasi Industri IBC

Penulis -

Selasa, 19 Mei 2026 - 19:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. (Foto: Kemenperin)

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. (Foto: Kemenperin)

Jakarta, Javanusa—Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memperkuat pengembangan sumber daya manusia industri. Langkah ini bertujuan meningkatkan daya saing sektor manufaktur nasional.

Selain itu, pemerintah merespons dinamika global yang semakin kompetitif. Penguatan dilakukan melalui pendidikan vokasi berbasis kebutuhan industri.

Dengan pendekatan ini, lulusan diharapkan lebih adaptif terhadap dunia usaha. Selain itu, kompetensi tenaga kerja disesuaikan dengan perkembangan teknologi.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan industri manufaktur menjadi tulang punggung utama perekonomian nasional.

Industri pengolahan menyumbang 19,07 persen terhadap PDB pada triwulan I 2026. Sektor manufaktur tumbuh 5,04 persen secara year-on-year.

Industri juga menjadi sumber pertumbuhan terbesar dengan kontribusi 1,03 persen. Data ini menunjukkan peran strategis sektor manufaktur bagi ekonomi nasional.

Strategi Peningkatan Daya Saing Industri

Pemerintah menjaga momentum pertumbuhan industri manufaktur nasional. Salah satu kunci utama adalah penguatan SDM industri yang kompeten.

Tenaga kerja juga harus adaptif terhadap perkembangan teknologi global. Tenaga kerja dituntut mampu bersaing di tingkat internasional.

Efisiensi produksi dan penguasaan teknologi modern menjadi kebutuhan utama. Semua itu didukung oleh penguatan pendidikan vokasi industri.

Kolaborasi RI-Swiss dalam Kurikulum Vokasi

Kemenperin memperkuat pendidikan vokasi melalui BPSDMI. Unit pendidikan tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Selain itu, BPSDMI menjalin kerja sama lintas negara dan lembaga.

Kolaborasi dilakukan dengan Pemerintah Swiss dan berbagai kementerian terkait. Termasuk Kementerian Pariwisata serta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Kerja sama ini diwujudkan melalui sosialisasi aplikasi Industrial-Based Curriculum (IBC).

Kegiatan sosialisasi tersebut digelar pada Jumat (8/5). Program ini menjadi bagian dari penguatan kurikulum berbasis industri.

Digitalisasi Kurikulum Melalui Aplikasi IBC

Kepala BPSDMI Doddy Rahadi menjelaskan fungsi aplikasi IBC. Aplikasi ini memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan industri. Sistem ini meningkatkan daya saing manufaktur nasional.

Baca Juga :  Tak Cuma Teknis, Industri Masa Kini Butuh SDM yang Menguasai IoT dan Data

Aplikasi IBC mempermudah perencanaan kurikulum vokasi industri. Proses mencakup penyiapan data hingga pemantauan kegiatan pembelajaran. Sistem mendokumentasikan Job Occupational Analysis (JoA) Chart secara terintegrasi.

Industri juga dapat memberikan masukan secara fleksibel. Mereka dapat melakukan validasi dan review terhadap analisis pekerjaan. Dengan sistem digital, kontribusi industri menjadi lebih berkelanjutan.

Kolaborasi Berkelanjutan Pendidikan dan Industri

Kepala PPPVI Wulan Aprilianti Permatasari menegaskan pentingnya kolaborasi. Aplikasi IBC memperkuat keterhubungan antara pendidikan dan industri.

Selain itu, sistem ini mendukung pengembangan kurikulum berkelanjutan. Melalui sosialisasi ini, peserta diharapkan memahami penggunaan aplikasi.

Pemanfaatan optimal akan meningkatkan efektivitas penyusunan kurikulum. Hasilnya diharapkan berdampak nyata bagi dunia industri.

Solusi Kesenjangan Dunia Kerja dan Pendidikan

Program Manager Swisscontact Daniel Weibel menyoroti tantangan utama. Kesenjangan antara pendidikan dan kebutuhan kerja masih terjadi. IBC hadir untuk menjawab tantangan tersebut secara langsung.

Kurikulum ini menyelaraskan pembelajaran dengan kebutuhan industri nyata. Lulusan tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga siap kerja. Selain itu, kompetensi mereka sesuai standar industri global.

Implementasi DACUM dan Perkembangan IBC

Sejak 2018, Indonesia dan Swiss bekerja sama melalui SS4C. Program ini mengembangkan metode Developing a Curriculum (DACUM). Metode tersebut kemudian berkembang menjadi Industrial-Based Curriculum (IBC).

Hingga kini telah dihasilkan 79 Job Occupational Analysis (JoA) Chart. Dokumen tersebut berasal dari berbagai sektor dan kementerian. Jumlahnya terus bertambah seiring pengembangan program berkelanjutan. (*/red)

Berita Terkait

Fadly Amran Lantik Indra Noferi sebagai Dewas Perumda PSM Padang
Tekan Inflasi dan Lonjakan Harga Cabai, Pemko Padang Gelar Gerakan Pangan Murah di Batang Arau
Fadly Amran Sambut Investasi Green SM Rp500 Miliar, Taksi Listrik Segera Hadir di Padang
Maigus Nasir Resmikan Kampung Budi Daya Ikan Air Tawar di Kelurahan Pisang, 53 Keluarga Terima Bantuan
Progres Flyover Sitinjau Lauik I Capai 35,275 Persen, Jembatan 1 Rampung
Pemerintah Siapkan Storage di Dalam Negeri, Impor Crude Tak Lagi Mampir ke Negara Lain
Pemko Padang Lengkapi Fasilitas Basement Blok II dan III Pasar Raya, Pedagang Diminta Mulai Berjualan
Tekan Gejolak Harga Pangan, Pemerintah Gelar GPM Serentak di 38 Provinsi

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:26 WIB

Tanpa Tegar, Sumsel United Siap Tempur Lawan Semen Padang

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:24 WIB

Stadion Haji Agus Salim Padang Punya Kapasitas 12.067 Penonton, Ini Fasilitasnya

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:42 WIB

Genoa Bungkam Juventus 2-0, Bianconeri Tertahan di Peringkat 8

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Hasil Carabao Cup: Manchester City Singkirkan Brighton Lewat Adu Penalti 4-3

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:20 WIB

Tanpa Harry Kane, Bayern Munich Bantai Magdeburg 6-1 di DFB Pokal

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:10 WIB

Liverpool Singkirkan Chelsea Lewat Adu Penalti, Lolos ke Perempat Final Carabao Cup

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:04 WIB

Fortuna Sittard Singkirkan Sparta Rotterdam, Justin Hubner Cs Lolos ke Babak Kedua Piala KNVB

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:55 WIB

AC Milan Dibantai Bologna 2-4 di San Siro, Samuel Mbangula Cetak Hattrick

Berita Terbaru

Sumsel United siap menghadapi Semen Padang di Pegadaian Championship 2026/2027. (Foto: ileague.id)

Liga 2

Tanpa Tegar, Sumsel United Siap Tempur Lawan Semen Padang

Kamis, 29 Okt 2026 - 18:26 WIB