Tradisi Bakatik Adat Dihidupkan Kembali, Rinaldi Ibrahim Ingatkan Pentingnya Melestarikan Adat Sebagai Identitas Masyarakat

Penulis -

Selasa, 24 Maret 2026 - 15:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Bupati Pesisir Selatan, Risnaldi Ibrahim menyampaikan sambutan pada kegiatan Bakatik Adat di Nagari Ampang Pulai, Kecamatan Koto XI Tarusan. (Foto: Dok. Risnaldi)

Wakil Bupati Pesisir Selatan, Risnaldi Ibrahim menyampaikan sambutan pada kegiatan Bakatik Adat di Nagari Ampang Pulai, Kecamatan Koto XI Tarusan. (Foto: Dok. Risnaldi)

Pessel, Javanusa—Wakil Bupati Pesisir Selatan (Pessel) Risnaldi Ibrahim mengajak generasi muda untuk menjaga dan melestarikan adat istiadat di tengah derasnya arus modernisasi.

Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan “Bakatik di Tangah Padang” di Nagari Ampang Pulai, Kecamatan Koto XI Tarusan, Senin (23/3/2026).

Dalam sambutannya, Risnaldi menegaskan adat merupakan identitas masyarakat yang tidak boleh ditinggalkan. Ia menyebut, adat menjadi pedoman dalam menghadapi perubahan zaman yang berlangsung cepat.

“Jangan malu dengan adat kita. Adat adalah identitas. Tanpa adat, kita akan kehilangan arah di tengah perubahan zaman,” ujar Risnaldi di hadapan masyarakat dan tamu undangan.

Ia menjelaskan, tradisi bakatik adat bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi mengandung nilai-nilai luhur yang berlandaskan falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah.

Dalam tradisi tersebut terdapat nilai musyawarah, ungkapan rasa syukur atas hasil bumi, serta doa bersama demi keselamatan nagari.

Menurutnya, nilai-nilai itu sangat penting untuk menjaga keseimbangan kehidupan sosial masyarakat. Bahkan, ia menyebut tradisi bakatik sebagai “paru-paru sosial” yang mampu menjaga keharmonisan hubungan antar kaum dan suku.

Karena itu, ia menilai keberlanjutan tradisi sangat bergantung pada peran generasi muda sebagai penerus. Ia mengingatkan agar kegiatan tersebut dijadikan sebagai sarana pembelajaran agar nilai-nilai adat tetap hidup dan tidak terputus.

“Jadikan momen ini sebagai tempat belajar bagi generasi penerus, agar estafet nilai-nilai adat tetap terjaga,” tegasnya.

Selain itu, Risnaldi juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Nagari Ampang Pulai yang dinilai konsisten mempertahankan tradisi di tengah tantangan modernisasi. Ia menilai kekompakan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam menjaga warisan budaya.

Ia memastikan, Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan akan terus mendukung kegiatan pelestarian budaya sebagai bagian dari pembangunan daerah, baik dari aspek sosial maupun ekonomi.

Baca Juga :  Pj Sekda Padang Tekankan Sinergi Nagari dalam Halalbihalal Bersama Unsur Adat

“Melalui kegiatan ini, kita berharap Nagari Ampang Pulai semakin diberkahi, masyarakat semakin rukun, dan ekonomi kerakyatan meningkat,” tutupnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah, anggota DPRD, unsur Forkopimca, wali nagari, Bamus, tokoh masyarakat, serta undangan lainnya.

Sementara itu, Ketua Panitia, Irwandi Dt Batuah Nan Kayo mengatakan kegiatan Bakatik di Tangah Padang merupakan bentuk nyata pelestarian adat dan budaya Minangkabau.

Ia menjelaskan, tradisi tersebut terakhir kali dilaksanakan pada tahun 1990 dan kini kembali dihidupkan sebagai upaya menjaga warisan leluhur agar tidak hilang ditelan zaman.

“Kegiatan ini menjadi wadah untuk mempererat silaturahmi, memperkuat kebersamaan, serta menjaga nilai adat dan agama,” ujarnya.

Ia menambahkan, pelaksanaan kegiatan tahun ini menjadi tanggung jawab Suku Chaniago sebagai panitia, dengan dukungan seluruh kaum dari empat suku di Kenagarian Ampang Pulai yang memiliki 24 kepenghuluan.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga sejalan dengan program unggulan Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan yaitu “Nagari Mangaji”.

Di sisi lain, Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Ampang Pulai, Nofriyon Dt Mandaro Jambak, menyebut kegiatan tersebut sebagai momentum bersejarah bagi masyarakat setempat.

Ia menjelaskan, tradisi bakatik adat pernah berkembang sejak tahun 1950-an hingga awal 1990-an, sebelum akhirnya sempat terhenti cukup lama.

“Hari ini sesuatu yang lama hilang kembali kita hadirkan. Ini menjadi tonggak sejarah baru bagi Kenagarian Ampang Pulai,” katanya.

Ia berharap seluruh elemen masyarakat, mulai dari KAN, tokoh masyarakat, bundo kanduang, hingga generasi muda, dapat terus mendukung agar tradisi tersebut kembali menjadi agenda utama nagari. (naurah)

Berita Terkait

Maju ke Tingkat Nasional, Kelurahan Sawah Padang Aua Kuniang Pamerkan Segudang Inovasi Pelayanan dan Ekonomi
BMKG Maritim Teluk Bayur Peringatkan Potensi Banjir Rob di Pesisir Sumbar 9–12 Oktober
Perkuat Ketahanan Pangan, Pemko Padang Dorong Budidaya Ikan RAS dan Mina Padi
Pemko Padang Perkuat Smart Surau, 400 Guru TQA/MDTW Ikuti Pembekalan
Padang Mulai Uji Teknologi AI untuk Petakan Kerusakan Infrastruktur Pascabencana
Kabut Asap Selimuti Padang, BPBD Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan
Penumpang KA Lembah Anai Terlibat Perselisihan, KAI Ingatkan Etika di Kereta
Kafilah Bungus Teluk Kabung Siap Hadapi MTQN ke-42 Kota Padang, Persiapan Capai 85 Persen

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:29 WIB

Setelah 18 Tahun, Ifan Resmi Mundur dari GOVINDA

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:36 WIB

Patras Jalani Tur Jepang Perdana, Bawa Cha-Cha Boo! ke Empat Panggung

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:16 WIB

Tak Harus Menang untuk Bahagia, Lafa Pratomo dan Ari Lesmana Hadirkan Juara Dua

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:22 WIB

Sinopsis Film Uniform: Cinta di Balik Seragam, Kisah Perwira Muda Bongkar Kematian Kekasih

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:06 WIB

Kaisa dan Nada Swara Gembira Rilis Selamat Ulang Tahun, Lagu Ceria untuk Momen Spesial

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:17 WIB

Lindee Cremona Raih Indomusik Awards 2026 lewat Lagu Kucing – di Tempat Biasa

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:09 WIB

Float Rilis EP Constant Changes, Bawa Semangat Pulih lewat Yang Kembali Pulih

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:05 WIB

Film Laut Bercerita Tayang 29 Oktober 2026, Kisah Mahasiswa Hilang di Tengah Ketegangan Yogyakarta

Berita Terbaru

Ifan resmi mundur dari GOVINDA setelah 18 tahun bersama. (Foto: IG @ade_govinda)

Hiburan

Setelah 18 Tahun, Ifan Resmi Mundur dari GOVINDA

Kamis, 8 Okt 2026 - 15:29 WIB